Follow Us :              

Pemprov Jateng dan KPK Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas, Sekda: Keluarga Punya Peran Penting Cegah Korupsi

  08 July 2024  |   09:00:00  |   dibaca : 91 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng dan KPK Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas, Sekda: Keluarga Punya Peran Penting Cegah Korupsi

08 July 2024 | 09:00:00 | dibaca : 91
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bersinergi menggencarkan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Salah satunya melalui program Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas.

“Keluarga mempunyai peran penting dalam pencegahan korupsi, terutama mengenai keterbukaan, dalam hal pendapatan ekonomi dari suami atau istri,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno di sela pembukaan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di Kantor Sekretariat Daerah Jateng pada Senin, 8 Juli 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan KPK bersama Pemprov Jateng ini, diikuti sebanyak 35 Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Jateng dengan pasangannya (suami/istri).

Pada kesempatan itu, Sekda menyampaikan, penerapan nilai-nilai kejujuran atau integritas dapat diajarkan mulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Maka dari itu, kendali keluarga sangat penting untuk memastikan bahwa pendapatan suami/istri diperoleh dengan cara yang baik. 

"Sepanjang itu menjadi hak dan sesuai dengan ketentuan, maka harus disyukuri. Tetapi kalau ternyata uang itu bukan dari yang seharusnya, maka seorang istri atau keluarga harus mengingatkan suami, agar tidak melakukan (hal-hal yang tidak benar)," katanya. 

Istri maupun suami pejabat berhak mengingatkan pasangannya, jika membawa uang lebih dari jumlah yang seharusnya diterima. Sekda mengatakan, prinsip dalam keluarga menjadi pendorong setiap individu untuk menerapkan prinsip-prinsip kejujuran atau integritas. 

Sementara itu, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kumbul Kuswidjanto mengatakan, bimtek ini melibatkan motivator dan psikolog. Keduanya dilibatkan agar pembangunan keluarga harmonis dapat terwujud, bahkan setiap anggota keluarga bisa saling mengingatkan, untuk tidak melakukan penyelewengan dalam memperoleh pendapatan.

"Materi yang diberikan, terkait berbagai bentuk korupsi yang melibatkan keluarga, upaya pencegahan dari keluarga, dan sebagainya," ucapnya.

Kumbul menyebut, Indonesia bebas korupsi dapat terwujud jika masing-masing individu sudah berkomitmen tidak akan melakukan kecurangan. Apabila setiap orang berpegang teguh terhadap integritas atau kejujuran, diharapkan lingkungan sekitarnya juga melakukan hal yang sama. 

"Jadi, keluarga sangat penting untuk saling mengingatkan. Apalagi sekarang banyak kasus korupsi, yang modusnya melibatkan keluarga, baik istri maupun anak," katanya. 

Selain di Provinsi Jateng, KPK telah melaksanakan Bimtek Keluarga Berintegritas di berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 80 daerah telah melaksanakan program serupa, termasuk program Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) yang dilaksanakan di tingkat kementerian.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bersinergi menggencarkan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Salah satunya melalui program Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas.

“Keluarga mempunyai peran penting dalam pencegahan korupsi, terutama mengenai keterbukaan, dalam hal pendapatan ekonomi dari suami atau istri,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno di sela pembukaan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di Kantor Sekretariat Daerah Jateng pada Senin, 8 Juli 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan KPK bersama Pemprov Jateng ini, diikuti sebanyak 35 Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Jateng dengan pasangannya (suami/istri).

Pada kesempatan itu, Sekda menyampaikan, penerapan nilai-nilai kejujuran atau integritas dapat diajarkan mulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Maka dari itu, kendali keluarga sangat penting untuk memastikan bahwa pendapatan suami/istri diperoleh dengan cara yang baik. 

"Sepanjang itu menjadi hak dan sesuai dengan ketentuan, maka harus disyukuri. Tetapi kalau ternyata uang itu bukan dari yang seharusnya, maka seorang istri atau keluarga harus mengingatkan suami, agar tidak melakukan (hal-hal yang tidak benar)," katanya. 

Istri maupun suami pejabat berhak mengingatkan pasangannya, jika membawa uang lebih dari jumlah yang seharusnya diterima. Sekda mengatakan, prinsip dalam keluarga menjadi pendorong setiap individu untuk menerapkan prinsip-prinsip kejujuran atau integritas. 

Sementara itu, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kumbul Kuswidjanto mengatakan, bimtek ini melibatkan motivator dan psikolog. Keduanya dilibatkan agar pembangunan keluarga harmonis dapat terwujud, bahkan setiap anggota keluarga bisa saling mengingatkan, untuk tidak melakukan penyelewengan dalam memperoleh pendapatan.

"Materi yang diberikan, terkait berbagai bentuk korupsi yang melibatkan keluarga, upaya pencegahan dari keluarga, dan sebagainya," ucapnya.

Kumbul menyebut, Indonesia bebas korupsi dapat terwujud jika masing-masing individu sudah berkomitmen tidak akan melakukan kecurangan. Apabila setiap orang berpegang teguh terhadap integritas atau kejujuran, diharapkan lingkungan sekitarnya juga melakukan hal yang sama. 

"Jadi, keluarga sangat penting untuk saling mengingatkan. Apalagi sekarang banyak kasus korupsi, yang modusnya melibatkan keluarga, baik istri maupun anak," katanya. 

Selain di Provinsi Jateng, KPK telah melaksanakan Bimtek Keluarga Berintegritas di berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 80 daerah telah melaksanakan program serupa, termasuk program Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) yang dilaksanakan di tingkat kementerian.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu