Follow Us :              

Pemprov Jateng Kembali Gelar Pasar Rakyat dan Budaya 2025

  28 July 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 376 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Kembali Gelar Pasar Rakyat dan Budaya 2025

28 July 2025 | 09:00:00 | dibaca : 376
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Gholib (Humas Jateng)

SEMARANG - Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) akan kembali digelar di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta pada 1-15 Agustus 2025. 

Event tersebut dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya atau gratis. Kegiatan yang melibatkan ratusan seniman ini bertujuan untuk memberikan hiburan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, akan ada ratusan seniman yang dilibatkan dalam kegiatan itu. Rinciannya, ada sebanyak 200-an seniman seni rupa/perupa, 70-an seni pertunjukan, 20 band SMA/SMK, 41 band umum, pameran dari 3 museum di Jateng, serta 80 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar TBJT.

"Persiapan sudah oke dan mantap. Tinggal nanti pelaksanaan yang akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Gubernur Jawa Tengah," ucapnya usai bertemu Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di kantornya pada Senin, 28 Juli 2025.

Selain dimeriahkan dengan berbagai macam pameran dan pertunjukan kesenian, gelaran Pasar Raya tahun ini juga akan diisi dengan agenda pemberian penghargaan kepada seniman/budayawan di Jateng. Pemberian penghargaan itu sebagaimana arahan dari Gubernur Jateng, mengingat pada gelaran sebelumnya belum ada agenda tersebut.

"Penghargaan tokoh budaya nanti biar disiapkan oleh tim kami, siapa nominasi yang layak mendapatkan penghargaan. Kita rencanakan pada penutupan," ucap Sadimin.

Pada kesempatan itu, Kepala TBJT, Suratno, mengatakan, tahun ini menjadi tahun kedua penyelenggaraan event Pasar Raya, sekaligus rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi Provinsi Jateng. Berbeda dari tahun sebelumnya, gelaran Pasar Raya 2025 juga akan menyediakan sekitar 30 stan kuliner jadul.

"Nanti ada seni pertunjukan, seperti tari, teater, barongsai, reog, dan musik lesung. Lalu ada pameran seni rupa, seperti lukis, patung, instalasi, dan fotografi. Ada juga pertunjukan musik band pelajar dan umum. Salah satunya, nanti ada Pecas Ndahe yang tampil pada pembukaan tanggal 1 Agustus," katanya.

Tak hanya itu, setidaknya ada 5 Provinsi yang akan ikut terlibat dalam event yang digelar selama 15 hari itu, di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, dan Kalimantan Tengah. Masyarakat tidak tidak perlu membeli tiket masuk untuk melihat dan menikmati acara tersebut.

"Gratis untuk masyarakat, karena kita siapkan hiburan sekaligus mengedukasi, karena pengunjung banyak anak-anak kecil juga. Ini sekaligus menyaksikan seni pertunjukan dari seni tradisi sampai seni pengembangan dan itu sangat mengedukasi bagi anak-anak," ucap Suratno.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan Pasar Raya 2025. Menurutnya, kegiatan itu bisa merekatkan hubungan antara masyarakat, pemerintah, serta seniman, sekaligus melestarikan seni dan budaya di Jateng.

"Bagus, apalagi gratis. Seni budaya memang bukan orientasi bisnis. Kalau budaya itu lebih edukasi kepada masyarakat. UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)-nya nanti diramaikan, koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah)," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) akan kembali digelar di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta pada 1-15 Agustus 2025. 

Event tersebut dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya atau gratis. Kegiatan yang melibatkan ratusan seniman ini bertujuan untuk memberikan hiburan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, akan ada ratusan seniman yang dilibatkan dalam kegiatan itu. Rinciannya, ada sebanyak 200-an seniman seni rupa/perupa, 70-an seni pertunjukan, 20 band SMA/SMK, 41 band umum, pameran dari 3 museum di Jateng, serta 80 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar TBJT.

"Persiapan sudah oke dan mantap. Tinggal nanti pelaksanaan yang akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Gubernur Jawa Tengah," ucapnya usai bertemu Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di kantornya pada Senin, 28 Juli 2025.

Selain dimeriahkan dengan berbagai macam pameran dan pertunjukan kesenian, gelaran Pasar Raya tahun ini juga akan diisi dengan agenda pemberian penghargaan kepada seniman/budayawan di Jateng. Pemberian penghargaan itu sebagaimana arahan dari Gubernur Jateng, mengingat pada gelaran sebelumnya belum ada agenda tersebut.

"Penghargaan tokoh budaya nanti biar disiapkan oleh tim kami, siapa nominasi yang layak mendapatkan penghargaan. Kita rencanakan pada penutupan," ucap Sadimin.

Pada kesempatan itu, Kepala TBJT, Suratno, mengatakan, tahun ini menjadi tahun kedua penyelenggaraan event Pasar Raya, sekaligus rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi Provinsi Jateng. Berbeda dari tahun sebelumnya, gelaran Pasar Raya 2025 juga akan menyediakan sekitar 30 stan kuliner jadul.

"Nanti ada seni pertunjukan, seperti tari, teater, barongsai, reog, dan musik lesung. Lalu ada pameran seni rupa, seperti lukis, patung, instalasi, dan fotografi. Ada juga pertunjukan musik band pelajar dan umum. Salah satunya, nanti ada Pecas Ndahe yang tampil pada pembukaan tanggal 1 Agustus," katanya.

Tak hanya itu, setidaknya ada 5 Provinsi yang akan ikut terlibat dalam event yang digelar selama 15 hari itu, di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, dan Kalimantan Tengah. Masyarakat tidak tidak perlu membeli tiket masuk untuk melihat dan menikmati acara tersebut.

"Gratis untuk masyarakat, karena kita siapkan hiburan sekaligus mengedukasi, karena pengunjung banyak anak-anak kecil juga. Ini sekaligus menyaksikan seni pertunjukan dari seni tradisi sampai seni pengembangan dan itu sangat mengedukasi bagi anak-anak," ucap Suratno.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan Pasar Raya 2025. Menurutnya, kegiatan itu bisa merekatkan hubungan antara masyarakat, pemerintah, serta seniman, sekaligus melestarikan seni dan budaya di Jateng.

"Bagus, apalagi gratis. Seni budaya memang bukan orientasi bisnis. Kalau budaya itu lebih edukasi kepada masyarakat. UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)-nya nanti diramaikan, koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah)," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu