Follow Us :              

Simbol Transformasi Ekonomi Daerah, KEK Industropolis Batang Dipilih sebagai Lokasi Upacara Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah

  19 August 2025  |   07:00:00  |   dibaca : 1613 
Kategori :
Bagikan :


Simbol Transformasi Ekonomi Daerah, KEK Industropolis Batang Dipilih sebagai Lokasi Upacara Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah

19 August 2025 | 07:00:00 | dibaca : 1613
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BATANG - Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 19 Agustus 2025 diselenggarakan dengan nuansa berbeda. Sebab, acara ini digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih karena KEK Industropolis dianggap sebagai simbol transformasi ekonomi daerah, pusat pertumbuhan investasi, serta penggerak utama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jateng.

"Ke depan (yang perlu ditingkatkan) tidak hanya swasembada pangan, yang merupakan potensi wilayah Jawa Tengah, tetapi harus ditunjang dengan adanya investasi," tutur Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di lokasi acara. 

Pada semester I tahun 2025 ini, ekonomi Jateng menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan I 2025 sebesar 4,96%, sedangkan pada triwulan II 2025 sebesar 5,28%. 

Pertumbuhan ekonomi itu diiringi dengan jumlah penyerapan tenaga kerja tertinggi secara nasional, sebanyak 222.373 orang dengan total 59.100 proyek yang terealisasi. Capaian ini selaras dengan penurunan angka kemiskinan dari 9,58% (semester II 2024) menjadi 9,48% (semester I 2025).

Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2025 mencapai Rp45,58 triliun, atau 58,19% dari target investasi tahun ini. Rincian realisasi investasi ini, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,63 triliun dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp19,95 triliun.

Adapun sektor industri andalan Jateng, antara lain industri karet & plastik; barang dari kulit & alas kaki; tekstil; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran; serta industri makanan. Sementara itu, daerah dengan capaian investasi tertinggi, yakni Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, dan Kabupaten Semarang. Tercatat, sejumlah negara dengan nilai investasi terbesar, di antaranya Singapura, Tiongkok, Hongkong, Korea Selatan, dan Samoa Barat.

"Investasi di Jawa Tengah yang paling prioritas adalah kawasan industri. Kita punya 7 kawasan industri yang di antaranya ada di Batang,” ucap Gubernur. 

Sebagai informasi, Jawa Tengah memiliki sejumlah kawasan industri potensial, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan Kawasan Industri Jateng Land Industrial Park Sayung (JIPS).

Kemudian, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Batang Industrial Park (BIP), dan Kawasan Industri Aviarna.

Gubernur menilai, keberadaan kawasan industri di suatu daerah, bisa menjadi barometer yang menentukan daya tarik investasi di wilayah tersebut. Sama halnya dengan Jawa Tengah yang memiliki sejumlah kawasan industri potensial di berbagai daerah.

Diketahui, Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, tokoh agama, pengusaha, stakeholder terkait, serta instansi vertikal lainnya. 

Kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen; Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto; serta seluruh Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah juga menambah kekhidmatan acara.


Bagikan :

BATANG - Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 19 Agustus 2025 diselenggarakan dengan nuansa berbeda. Sebab, acara ini digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih karena KEK Industropolis dianggap sebagai simbol transformasi ekonomi daerah, pusat pertumbuhan investasi, serta penggerak utama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jateng.

"Ke depan (yang perlu ditingkatkan) tidak hanya swasembada pangan, yang merupakan potensi wilayah Jawa Tengah, tetapi harus ditunjang dengan adanya investasi," tutur Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di lokasi acara. 

Pada semester I tahun 2025 ini, ekonomi Jateng menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan I 2025 sebesar 4,96%, sedangkan pada triwulan II 2025 sebesar 5,28%. 

Pertumbuhan ekonomi itu diiringi dengan jumlah penyerapan tenaga kerja tertinggi secara nasional, sebanyak 222.373 orang dengan total 59.100 proyek yang terealisasi. Capaian ini selaras dengan penurunan angka kemiskinan dari 9,58% (semester II 2024) menjadi 9,48% (semester I 2025).

Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2025 mencapai Rp45,58 triliun, atau 58,19% dari target investasi tahun ini. Rincian realisasi investasi ini, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,63 triliun dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp19,95 triliun.

Adapun sektor industri andalan Jateng, antara lain industri karet & plastik; barang dari kulit & alas kaki; tekstil; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran; serta industri makanan. Sementara itu, daerah dengan capaian investasi tertinggi, yakni Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, dan Kabupaten Semarang. Tercatat, sejumlah negara dengan nilai investasi terbesar, di antaranya Singapura, Tiongkok, Hongkong, Korea Selatan, dan Samoa Barat.

"Investasi di Jawa Tengah yang paling prioritas adalah kawasan industri. Kita punya 7 kawasan industri yang di antaranya ada di Batang,” ucap Gubernur. 

Sebagai informasi, Jawa Tengah memiliki sejumlah kawasan industri potensial, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan Kawasan Industri Jateng Land Industrial Park Sayung (JIPS).

Kemudian, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Batang Industrial Park (BIP), dan Kawasan Industri Aviarna.

Gubernur menilai, keberadaan kawasan industri di suatu daerah, bisa menjadi barometer yang menentukan daya tarik investasi di wilayah tersebut. Sama halnya dengan Jawa Tengah yang memiliki sejumlah kawasan industri potensial di berbagai daerah.

Diketahui, Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, tokoh agama, pengusaha, stakeholder terkait, serta instansi vertikal lainnya. 

Kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen; Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto; serta seluruh Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah juga menambah kekhidmatan acara.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu