Follow Us :              

Permudah Layanan Mayarakat, Gubernur Luncurkan Modernisasi Pembayaran Tiket Bus Trans Jateng 

  17 September 2025  |   07:30:00  |   dibaca : 1584 
Kategori :
Bagikan :


Permudah Layanan Mayarakat, Gubernur Luncurkan Modernisasi Pembayaran Tiket Bus Trans Jateng 

17 September 2025 | 07:30:00 | dibaca : 1584
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan sistem pembayaran digital untuk bus Trans Jateng guna mempermudah layanan masyarakat. Saat ini, para penumpang bisa membeli tiket Trans Jateng tidak hanya dengan uang tunai, tetapi juga menggunakan QRIS, aplikasi Si Anteng (ASTRAPAY), Kartu Multi Trip (KMT), E-Money (Mandiri), Tap Cash (BNI), Brizzi (BRI), dan Flazz (BCA).

"Hari ini kita launching (meluncurkan) beberapa kartu, termasuk dari KAI yang bisa digunakan untuk (membeli tiket) Trans Jateng," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP), Kota Semarang pada Rabu, 17 September 2025.

Harapannya, modernisasi dan digitalisasi pembayaran ini mampu mempermudah layanan publik sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, juga ada peningkatan dari sisi layanan, armada, fasilitas, pengelolaan, maupun sistem, seperti adanya penggabungan layanan bus Trans Jateng dengan bus Trans milik pemerintah kabupaten/kota.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, Trans Jateng sudah beroperasi di 7 koridor dan melayani 14 Kabupaten/Kota di Jateng, yakni koridor Semarang-Bawen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Kendal, Kutoarjo-Borobudur, Solo-Sumberlawang, Semarang-Grobogan, dan Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Diketahui, seluruh koridor tersebut mampu melayani sebanyak 26.965 penumpang dalam sehari.

"Trans Jateng akan kita kembangkan, di antaranya mungkin nanti di Batang, Magelang, Jepara-Kudus, dan Banyumas. Semuanya untuk memperpanjang jangkauan, mungkin ada penambahan kendaraan yang kita lakukan, sehingga ke depan transportasi ini (Trans Jateng) akan (memudahkan) kita," ucap Gubernur.

Bertepatan dengan Harhubnas 2025, Gubernur juga mendorong adanya upaya peningkatan konektivitas wilayah untuk mendukung pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah, di antaranya dengan mengupayakan pengembangan pelabuhan Tanjung Emas, serta pengusulan Pelabuhan Kendal yang semula merupakan Pelabuhan Pengumpan Regional menjadi dermaga atau bagian dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Selanjutnya, optimalisasi bandara perintis di Jateng melalui pemanfaatan Bandara Dewadaru-Karimunjawa (Jepara), Bandara Ngloram (Blora), dan Bandara Jenderal Besar Soedirman (Purbalingga).  

Tak hanya itu, juga ada peningkatan kualitas jalan provinsi dengan lebar 7 meter, termasuk pengadaan penerangan jalan umum (PJU) di jalan provinsi. 

Kemudian, mendorong revitalisasi jalur kereta api melalui fasilitasi dan koordinasi terkait reaktivasi jalur nonaktif, di antaranya jalur Semarang-Rembang, Semarang-Magelang-Jogja, dan Purwokerto-Wonosobo. 

Pemprov Jateng juga mengusulkan perpanjangan layanan KA Komuter Kedungsepur, yang rute awalnya Poncol-Ngrombo menjadi Weleri-Ngrombo; perpanjangan elektrifikasi/sistem penyaluran daya listrik Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Jogja sampai ke Stasiun Kutoarjo (Purworejo); serta perpanjangan layanan KA Prameks sampai dengan Kebumen, yang semula rutenya hanya dari Jogja ke Kutoarjo.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan sistem pembayaran digital untuk bus Trans Jateng guna mempermudah layanan masyarakat. Saat ini, para penumpang bisa membeli tiket Trans Jateng tidak hanya dengan uang tunai, tetapi juga menggunakan QRIS, aplikasi Si Anteng (ASTRAPAY), Kartu Multi Trip (KMT), E-Money (Mandiri), Tap Cash (BNI), Brizzi (BRI), dan Flazz (BCA).

"Hari ini kita launching (meluncurkan) beberapa kartu, termasuk dari KAI yang bisa digunakan untuk (membeli tiket) Trans Jateng," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP), Kota Semarang pada Rabu, 17 September 2025.

Harapannya, modernisasi dan digitalisasi pembayaran ini mampu mempermudah layanan publik sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, juga ada peningkatan dari sisi layanan, armada, fasilitas, pengelolaan, maupun sistem, seperti adanya penggabungan layanan bus Trans Jateng dengan bus Trans milik pemerintah kabupaten/kota.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, Trans Jateng sudah beroperasi di 7 koridor dan melayani 14 Kabupaten/Kota di Jateng, yakni koridor Semarang-Bawen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Kendal, Kutoarjo-Borobudur, Solo-Sumberlawang, Semarang-Grobogan, dan Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Diketahui, seluruh koridor tersebut mampu melayani sebanyak 26.965 penumpang dalam sehari.

"Trans Jateng akan kita kembangkan, di antaranya mungkin nanti di Batang, Magelang, Jepara-Kudus, dan Banyumas. Semuanya untuk memperpanjang jangkauan, mungkin ada penambahan kendaraan yang kita lakukan, sehingga ke depan transportasi ini (Trans Jateng) akan (memudahkan) kita," ucap Gubernur.

Bertepatan dengan Harhubnas 2025, Gubernur juga mendorong adanya upaya peningkatan konektivitas wilayah untuk mendukung pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah, di antaranya dengan mengupayakan pengembangan pelabuhan Tanjung Emas, serta pengusulan Pelabuhan Kendal yang semula merupakan Pelabuhan Pengumpan Regional menjadi dermaga atau bagian dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Selanjutnya, optimalisasi bandara perintis di Jateng melalui pemanfaatan Bandara Dewadaru-Karimunjawa (Jepara), Bandara Ngloram (Blora), dan Bandara Jenderal Besar Soedirman (Purbalingga).  

Tak hanya itu, juga ada peningkatan kualitas jalan provinsi dengan lebar 7 meter, termasuk pengadaan penerangan jalan umum (PJU) di jalan provinsi. 

Kemudian, mendorong revitalisasi jalur kereta api melalui fasilitasi dan koordinasi terkait reaktivasi jalur nonaktif, di antaranya jalur Semarang-Rembang, Semarang-Magelang-Jogja, dan Purwokerto-Wonosobo. 

Pemprov Jateng juga mengusulkan perpanjangan layanan KA Komuter Kedungsepur, yang rute awalnya Poncol-Ngrombo menjadi Weleri-Ngrombo; perpanjangan elektrifikasi/sistem penyaluran daya listrik Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Jogja sampai ke Stasiun Kutoarjo (Purworejo); serta perpanjangan layanan KA Prameks sampai dengan Kebumen, yang semula rutenya hanya dari Jogja ke Kutoarjo.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu