Follow Us :              

Gubernur Tekankan Orientasi Bisnis BUMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 

  24 September 2025  |   13:00:00  |   dibaca : 1546 
Kategori :
Bagikan :

Gubernur Tekankan Orientasi Bisnis BUMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 

24 September 2025 | 13:00:00 | dibaca : 1546
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Gubernur Tekankan Orientasi Bisnis BUMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 
Gubernur Tekankan Orientasi Bisnis BUMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 
Gubernur Tekankan Orientasi Bisnis BUMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 
Gubernur Tekankan Orientasi Bisnis BUMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 
Gubernur Tekankan Orientasi Bisnis BUMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Foto : Gholib (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayahnya, berfokus pada hasil dalam melaksanakan program dan kegiatan. Orientasinya pun diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Collaborative Funding dan Program Kegiatan Berbasis Hasil kepada Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kota Semarang pada Rabu, 24 September 2025.

"BUMD kita harus bisa mendukung PAD. Fokus bisnisnya adalah berkontribusi kepada PAD dan masyarakat. Jangan cuma spekulasi, harus fokus dan jelas," ucapnya.

Gubernur mencontohkan, salah satunya produktivitas bahan pangan/bahan pokok penting yang harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah terlebih dahulu. 

"Prioritasnya adalah orientasi hasil kepada masyarakat dulu. Penuhi dulu wilayah kita, kalau sudah selesai baru ekspansi ke luar," ucapnya saat memberikan arahan.

Ia menekankan, bahan pokok penting hasil produksi Jateng harus bisa didistribusikan secara merata ke seluruh daerah di provinsi ini. PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD yang bersentuhan langsung dengan komoditas pangan, harus bisa membuat program yang hasilnya ditujukan untuk masyarakat. Upaya tersebut tentunya perlu didukung oleh OPD terkait lainnya, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Jangan buru-buru jual ke daerah lain, kalau daerah kita masih kurang. Jadi distribusinya harus merata, termasuk bahan-bahan pokok yang lain," tegasnya.

Dalam Arahan Program Kegiatan Tahun 2026 itu, Gubernur menegaskan kembali bahwa prioritas Jateng tahun depan adalah swasembada pangan. Maka dari itu, seluruh OPD, BUMD, maupun BLUD di Jateng harus memiliki persepsi/pemahaman yang sama.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayahnya, berfokus pada hasil dalam melaksanakan program dan kegiatan. Orientasinya pun diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Collaborative Funding dan Program Kegiatan Berbasis Hasil kepada Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kota Semarang pada Rabu, 24 September 2025.

"BUMD kita harus bisa mendukung PAD. Fokus bisnisnya adalah berkontribusi kepada PAD dan masyarakat. Jangan cuma spekulasi, harus fokus dan jelas," ucapnya.

Gubernur mencontohkan, salah satunya produktivitas bahan pangan/bahan pokok penting yang harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah terlebih dahulu. 

"Prioritasnya adalah orientasi hasil kepada masyarakat dulu. Penuhi dulu wilayah kita, kalau sudah selesai baru ekspansi ke luar," ucapnya saat memberikan arahan.

Ia menekankan, bahan pokok penting hasil produksi Jateng harus bisa didistribusikan secara merata ke seluruh daerah di provinsi ini. PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD yang bersentuhan langsung dengan komoditas pangan, harus bisa membuat program yang hasilnya ditujukan untuk masyarakat. Upaya tersebut tentunya perlu didukung oleh OPD terkait lainnya, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Jangan buru-buru jual ke daerah lain, kalau daerah kita masih kurang. Jadi distribusinya harus merata, termasuk bahan-bahan pokok yang lain," tegasnya.

Dalam Arahan Program Kegiatan Tahun 2026 itu, Gubernur menegaskan kembali bahwa prioritas Jateng tahun depan adalah swasembada pangan. Maka dari itu, seluruh OPD, BUMD, maupun BLUD di Jateng harus memiliki persepsi/pemahaman yang sama.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu