Follow Us :              

Selama Satu Dekade, Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp361,36 Triliun 

  21 October 2025  |   13:30:00  |   dibaca : 1077 
Kategori :
Bagikan :

Selama Satu Dekade, Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp361,36 Triliun 

21 October 2025 | 13:30:00 | dibaca : 1077
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Selama Satu Dekade, Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp361,36 Triliun 
Selama Satu Dekade, Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp361,36 Triliun 
Selama Satu Dekade, Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp361,36 Triliun 
Selama Satu Dekade, Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp361,36 Triliun 
Selama Satu Dekade, Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp361,36 Triliun 

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah tahun 2015 sampai 2025 mencapai Rp361,36 triliun, dengan 10,31 juta debitur. Pada periode Januari-9 Oktober 2025, setidaknya sebanyak 667.067 debitur telah melakukan akad dengan nilai mencapai sekitar Rp34,73 triliun.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Akad Massal KUR bagi 800.000 Pelaku UMKM se-Indonesia, yang dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur pada Selasa, 21 Oktober 2025. 

Gubernur Jateng didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro; bersama 800-an debitur, mengikuti kegiatan akad massal secara daring di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang.

Sebagai informasi, Kredit Usaha Rakyat atau KUR adalah program pembiayaan/kredit bersubsidi dari pemerintah dengan bunga rendah, khususnya untuk para pelaku UMKM. Setidaknya, ada 20 bank di Jateng yang menyalurkan KUR kepada UMKM, salah satunya adalah Bank Jateng.

"Dengan biaya bunga yang rendah, kemudian bank-bank ikut menggerakkan ekonomi (untuk) usaha mikro, kecil, dan menengah," katanya.

Ia menyampaikan, UMKM merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Jateng. Total ada sekitar 4,2 juta UMKM yang tersebar di 35 kabupaten/kota di provinsi ini. Terkait dengan perannya sebagai tulang punggung ekonomi, sudah seharusnya pemerintah memfasilitasi dukungan permodalan dari bank, serta memberikan bimbingan dan pendampingan.

"Kalau mereka berkembang, maka secara tidak langsung akan menumbuhkembangkan ekonomi baru di wilayah kita,” kata Gubernur. 

Tak hanya itu, keberadaan UMKM juga dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Sebagai informasi, jenis dan skema KUR yang diberikan kepada pelaku UMKM terdiri dari KUR Supermikro dengan plafon/biaya tertinggi kredit maksimal Rp20 juta untuk usaha ultra mikro/pemula;  KUR Mikro dengan plafon lebih dari Rp10 juta-Rp100 juta bagi usaha kecil yang ingin berkembang; KUR Kecil dengan plafon lebih dari Rp100 juta-Rp500 juta untuk usaha yang sudah tumbuh; KUR Pekerja Migran bagi calon pekerja migran sebagai modal kerja/pelatihan; dan KUR Khusus untuk kelompok usaha klaster sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM dengan plafon hingga Rp500 juta per anggota.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, mengatakan, hingga 18 Oktober 2025, Bank Jateng telah menyalurkan KUR sebesar Rp4,438 triliun atau 64% dari total alokasi Rp7 triliun. Selain itu, juga sudah disalurkan KUR kepada 83.913 debitur, senilai total Rp10,327 triliun dengan non-performing loan (NPL) atau risiko menunggak sebesar 1%.

Pada Akad Massal KUR UMKM se-Indonesia ini, Bank Jateng menghadirkan 800 debitur dari seluruh Jateng, yang terdiri dari 555 debitur KUR Kecil, 230 debitur KUR Mikro, dan 15 debitur KUR Super Mikro.


Bagikan :

SEMARANG - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah tahun 2015 sampai 2025 mencapai Rp361,36 triliun, dengan 10,31 juta debitur. Pada periode Januari-9 Oktober 2025, setidaknya sebanyak 667.067 debitur telah melakukan akad dengan nilai mencapai sekitar Rp34,73 triliun.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Akad Massal KUR bagi 800.000 Pelaku UMKM se-Indonesia, yang dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur pada Selasa, 21 Oktober 2025. 

Gubernur Jateng didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro; bersama 800-an debitur, mengikuti kegiatan akad massal secara daring di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang.

Sebagai informasi, Kredit Usaha Rakyat atau KUR adalah program pembiayaan/kredit bersubsidi dari pemerintah dengan bunga rendah, khususnya untuk para pelaku UMKM. Setidaknya, ada 20 bank di Jateng yang menyalurkan KUR kepada UMKM, salah satunya adalah Bank Jateng.

"Dengan biaya bunga yang rendah, kemudian bank-bank ikut menggerakkan ekonomi (untuk) usaha mikro, kecil, dan menengah," katanya.

Ia menyampaikan, UMKM merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Jateng. Total ada sekitar 4,2 juta UMKM yang tersebar di 35 kabupaten/kota di provinsi ini. Terkait dengan perannya sebagai tulang punggung ekonomi, sudah seharusnya pemerintah memfasilitasi dukungan permodalan dari bank, serta memberikan bimbingan dan pendampingan.

"Kalau mereka berkembang, maka secara tidak langsung akan menumbuhkembangkan ekonomi baru di wilayah kita,” kata Gubernur. 

Tak hanya itu, keberadaan UMKM juga dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Sebagai informasi, jenis dan skema KUR yang diberikan kepada pelaku UMKM terdiri dari KUR Supermikro dengan plafon/biaya tertinggi kredit maksimal Rp20 juta untuk usaha ultra mikro/pemula;  KUR Mikro dengan plafon lebih dari Rp10 juta-Rp100 juta bagi usaha kecil yang ingin berkembang; KUR Kecil dengan plafon lebih dari Rp100 juta-Rp500 juta untuk usaha yang sudah tumbuh; KUR Pekerja Migran bagi calon pekerja migran sebagai modal kerja/pelatihan; dan KUR Khusus untuk kelompok usaha klaster sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM dengan plafon hingga Rp500 juta per anggota.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, mengatakan, hingga 18 Oktober 2025, Bank Jateng telah menyalurkan KUR sebesar Rp4,438 triliun atau 64% dari total alokasi Rp7 triliun. Selain itu, juga sudah disalurkan KUR kepada 83.913 debitur, senilai total Rp10,327 triliun dengan non-performing loan (NPL) atau risiko menunggak sebesar 1%.

Pada Akad Massal KUR UMKM se-Indonesia ini, Bank Jateng menghadirkan 800 debitur dari seluruh Jateng, yang terdiri dari 555 debitur KUR Kecil, 230 debitur KUR Mikro, dan 15 debitur KUR Super Mikro.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu