Follow Us :              

Pemprov Jateng dan BWI Bakal Optimalkan Wakaf Produktif

  23 October 2025  |   13:00:00  |   dibaca : 849 
Kategori :
Bagikan :

Pemprov Jateng dan BWI Bakal Optimalkan Wakaf Produktif

23 October 2025 | 13:00:00 | dibaca : 849
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pemprov Jateng dan BWI Bakal Optimalkan Wakaf Produktif
Pemprov Jateng dan BWI Bakal Optimalkan Wakaf Produktif
Pemprov Jateng dan BWI Bakal Optimalkan Wakaf Produktif
Pemprov Jateng dan BWI Bakal Optimalkan Wakaf Produktif
Pemprov Jateng dan BWI Bakal Optimalkan Wakaf Produktif

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Jateng akan mengoptimalkan wakaf produktif. Sebab, potensi wakaf di provinsi ini dinilai cukup besar. 

Ketua BWI Perwakilan Jawa Tengah, Imam Masykur, mengatakan, ada sebanyak 112.834 bidang tanah wakaf dengan total luas mencapai 5.825,77 hektare di Jateng. Dari jumlah itu, sebanyak 78.492 bidang tanah seluas 3.978,54 hektare sudah bersertipikat, sedangkan 34.342 bidang seluas 1.847,23 hektare belum bersertipikat.

“Selama ini banyak tanah wakaf yang baru dimanfaatkan untuk madrasah atau masjid, tetapi belum optimal secara ekonomi. Sekarang sedang kami dorong agar bisa lebih produktif,” ucapnya di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, Pemprov bersama BWI kini tengah menyiapkan model pengelolaan wakaf produktif, termasuk gerakan wakaf uang dari aparatur sipil negara (ASN).

Imam menambahkan, Kota Semarang dan Kendal sudah ditunjuk sebagai kota wakaf percontohan. Selanjutnya, Kabupaten Demak dan Kudus diupayakan juga akan menyusul.

Sekretaris Nadzir Wakaf Uang BWI Jateng, Ahmad Furqon, mengatakan, program wakaf uang ASN akan diinvestasikan pada sektor-sektor produktif. Nantinya, hasil yang didapat akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit gratis bagi keluarga kurang mampu, renovasi masjid, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Program ini juga mendukung Instruksi Presiden Nomor 8 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem. Kalau wakafnya di atas Rp1 juta, kami bisa keluarkan sertifikatnya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengatakan bahwa gerakan wakaf uang ASN menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat. 

Kendati demikian, ia menegaskan, tidak hanya dikumpulkan dan disalurkan, tetapi wakaf yang terkumpul harus dikelola dengan baik.

“Kalau ini dikelola dengan produktif, maka hasilnya bisa memberdayakan fakir miskin,” kata Wagub.

Ia juga mendorong agar wakaf dikolaborasikan dengan madrasah dan masjid yang bisa mengembangkan unit usaha, seperti toko atau tempat istirahat bagi musafir.

“Dengan begitu, hasilnya bisa terus berputar dan menjadi manfaat yang abadi bagi masyarakat,” tegasnya.

Gus Yasin menambahkan, keterlibatan ASN dan masyarakat menjadi kunci agar wakaf uang benar-benar menjadi gerakan sosial yang berdampak luas.

“Kami mendukung penuh upaya menjadikan wakaf uang sebagai dana abadi umat, yang tidak hanya membangun, tetapi juga memberdayakan,” pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Jateng akan mengoptimalkan wakaf produktif. Sebab, potensi wakaf di provinsi ini dinilai cukup besar. 

Ketua BWI Perwakilan Jawa Tengah, Imam Masykur, mengatakan, ada sebanyak 112.834 bidang tanah wakaf dengan total luas mencapai 5.825,77 hektare di Jateng. Dari jumlah itu, sebanyak 78.492 bidang tanah seluas 3.978,54 hektare sudah bersertipikat, sedangkan 34.342 bidang seluas 1.847,23 hektare belum bersertipikat.

“Selama ini banyak tanah wakaf yang baru dimanfaatkan untuk madrasah atau masjid, tetapi belum optimal secara ekonomi. Sekarang sedang kami dorong agar bisa lebih produktif,” ucapnya di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, Pemprov bersama BWI kini tengah menyiapkan model pengelolaan wakaf produktif, termasuk gerakan wakaf uang dari aparatur sipil negara (ASN).

Imam menambahkan, Kota Semarang dan Kendal sudah ditunjuk sebagai kota wakaf percontohan. Selanjutnya, Kabupaten Demak dan Kudus diupayakan juga akan menyusul.

Sekretaris Nadzir Wakaf Uang BWI Jateng, Ahmad Furqon, mengatakan, program wakaf uang ASN akan diinvestasikan pada sektor-sektor produktif. Nantinya, hasil yang didapat akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit gratis bagi keluarga kurang mampu, renovasi masjid, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Program ini juga mendukung Instruksi Presiden Nomor 8 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem. Kalau wakafnya di atas Rp1 juta, kami bisa keluarkan sertifikatnya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengatakan bahwa gerakan wakaf uang ASN menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat. 

Kendati demikian, ia menegaskan, tidak hanya dikumpulkan dan disalurkan, tetapi wakaf yang terkumpul harus dikelola dengan baik.

“Kalau ini dikelola dengan produktif, maka hasilnya bisa memberdayakan fakir miskin,” kata Wagub.

Ia juga mendorong agar wakaf dikolaborasikan dengan madrasah dan masjid yang bisa mengembangkan unit usaha, seperti toko atau tempat istirahat bagi musafir.

“Dengan begitu, hasilnya bisa terus berputar dan menjadi manfaat yang abadi bagi masyarakat,” tegasnya.

Gus Yasin menambahkan, keterlibatan ASN dan masyarakat menjadi kunci agar wakaf uang benar-benar menjadi gerakan sosial yang berdampak luas.

“Kami mendukung penuh upaya menjadikan wakaf uang sebagai dana abadi umat, yang tidak hanya membangun, tetapi juga memberdayakan,” pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu