Follow Us :              

Perkuat Kolaborasi, Gubernur Jateng Serap Aspirasi dan Kritik dari para Wartawan 

  08 December 2025  |   19:00:00  |   dibaca : 463 
Kategori :
Bagikan :

Perkuat Kolaborasi, Gubernur Jateng Serap Aspirasi dan Kritik dari para Wartawan 

08 December 2025 | 19:00:00 | dibaca : 463
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Perkuat Kolaborasi, Gubernur Jateng Serap Aspirasi dan Kritik dari para Wartawan 
Perkuat Kolaborasi, Gubernur Jateng Serap Aspirasi dan Kritik dari para Wartawan 
Perkuat Kolaborasi, Gubernur Jateng Serap Aspirasi dan Kritik dari para Wartawan 
Perkuat Kolaborasi, Gubernur Jateng Serap Aspirasi dan Kritik dari para Wartawan 
Perkuat Kolaborasi, Gubernur Jateng Serap Aspirasi dan Kritik dari para Wartawan 

Foto : Gholib (Humas Jateng)

KAB SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyerap berbagai aspirasi dan kritik dari para wartawan, demi kemajuan pembangunan di wilayahnya. 

Berbagai masukan dan saran dari para wartawan itu disampaikan dalam acara Temu Rekan Media dengan Gubernur Jawa Tengah di Hotel Griya Persada, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada Senin, 8 Desember 2025 malam. 

Sekretaris Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT), Agus Hermanto, mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jateng yang mampu menciptakan kolaborasi dan sinergi dengan banyak pihak, termasuk para jurnalis di wilayahnya. 

Selain Gubernur dan Wakil Gubernur, ia mengusulkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah juga mengadakan pertemuan secara berkala dengan jurnalis. Hal ini bertujuan untuk mempublikasi capaian dan program yang sudah dilaksanakan oleh dinas-dinas terkait dalam membangun Jawa Tengah.

“Jadi biar OPD juga aktif merilis informasi agar bisa kami publikasikan ke masyarakat,” usulnya.   

Wartawan lain, Beno Siang Pamungkas, memberi masukan agar semakin banyak dibuka ruang diskusi antara Gubernur dengan masyarakat. Tujuannya agar komunikasi dan hubungan yang terjalin antara kepala daerah dan warganya ini bisa menjadi semakin baik. 

“Bagi yang sudah kenal dan akrab dengan Pak Gubernur, tidak masalah dengan gaya komunikasi saat ini, tetapi masyarakat yang tidak kenal butuh komunikasi langsung dengan terjun ke tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia mendukung dan mengapresiasi berbagai hal yang telah dilakukan oleh Gubernur dalam memajukan Jateng. Beno pun siap memberikan masukan dan saran kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. 

Wartawan asal Kudus, Ahmad Zainal Abidin, menyampaikan, jalinan komunikasi dengan masyarakat bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui komentar di platform media sosial (medsos). 

“Perlu kecepatan dan konsisten dalam merespons apa yang disampaikan warganet,” ujarnya. 

Ia mencontohkan, ada komentar tentang pohon roboh yang menimpa rumah warga masuk ke medsos yang dikelolanya. Info itu langsung disampaikan ke tim media Hubungan Masyarakat serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jateng, sehingga persoalan yang ada langsung diselesaikan.

“Dengan cara seperti ini, masyarakat akan senang kalau informasi yang disampaikan langsung ditanggapi dan ditindaklanjuti,” ujar Zainal. 

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, mengapresiasi kolaborasi yang terus dibangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan rekan-rekan wartawan dan media massa. Ia mengatakan, pemerintah maupun media tidak dapat berdiri sendiri, sehingga diperlukan adanya kolaborasi antara keduanya. 

"Pertemuan seperti ini sangat akrab dan hangat. Mudah-mudahan acara seperti ini dapat dilakukan secara berkala oleh Pemprov, dan bisa menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan uneg-uneg, dari teman-teman wartawan. Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Jateng untuk bersama membangun provinsi," katanya. 

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengapresiasi para wartawan di wilayahnya yang telah memberikan masukan, saran, dan kritik untuk pembangunan Jateng.

“Terima kasih masukannya. Saran dan masukan rekan-rekan wartawan akan saya jalankan. Saya ini orange yo ngene iki. Apa anane. Rak tak gawe-gawe. (Saya ini orangnya ya begini. Apa adanya. Tidak dibuat-buat),” ucapnya. 

Ia meminta, rekan-rekan wartawan di Jawa Tengah selalu kritis, serta memberikan masukan dan saran yang membangun untuk pemerintah provinsi. 

"Saya sudah bergaul lama dengan wartawan dan tidak ada jarak di antara kita. Jadi kami ingin mengedepankan pendekatan yang konstruktif,” imbuhnya.  

Dalam pertemuan itu, Gubernur menyampaikan, pihaknya siap memfasilitasi para wartawan se-Jawa Tengah untuk meningkatkan kemampuan literasi digital. Tujuannya agar jurnalis dapat memberikan informasi sesuai data dan fakta, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat.

Upaya ini menjadi bagian dari cara Gubernur untuk berkolaborasi dengan para wartawan, terutama dengan melibatkan seluruh potensi yang ada demi pembangunan Jawa Tengah.


Bagikan :

KAB SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyerap berbagai aspirasi dan kritik dari para wartawan, demi kemajuan pembangunan di wilayahnya. 

Berbagai masukan dan saran dari para wartawan itu disampaikan dalam acara Temu Rekan Media dengan Gubernur Jawa Tengah di Hotel Griya Persada, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada Senin, 8 Desember 2025 malam. 

Sekretaris Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT), Agus Hermanto, mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jateng yang mampu menciptakan kolaborasi dan sinergi dengan banyak pihak, termasuk para jurnalis di wilayahnya. 

Selain Gubernur dan Wakil Gubernur, ia mengusulkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah juga mengadakan pertemuan secara berkala dengan jurnalis. Hal ini bertujuan untuk mempublikasi capaian dan program yang sudah dilaksanakan oleh dinas-dinas terkait dalam membangun Jawa Tengah.

“Jadi biar OPD juga aktif merilis informasi agar bisa kami publikasikan ke masyarakat,” usulnya.   

Wartawan lain, Beno Siang Pamungkas, memberi masukan agar semakin banyak dibuka ruang diskusi antara Gubernur dengan masyarakat. Tujuannya agar komunikasi dan hubungan yang terjalin antara kepala daerah dan warganya ini bisa menjadi semakin baik. 

“Bagi yang sudah kenal dan akrab dengan Pak Gubernur, tidak masalah dengan gaya komunikasi saat ini, tetapi masyarakat yang tidak kenal butuh komunikasi langsung dengan terjun ke tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia mendukung dan mengapresiasi berbagai hal yang telah dilakukan oleh Gubernur dalam memajukan Jateng. Beno pun siap memberikan masukan dan saran kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. 

Wartawan asal Kudus, Ahmad Zainal Abidin, menyampaikan, jalinan komunikasi dengan masyarakat bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui komentar di platform media sosial (medsos). 

“Perlu kecepatan dan konsisten dalam merespons apa yang disampaikan warganet,” ujarnya. 

Ia mencontohkan, ada komentar tentang pohon roboh yang menimpa rumah warga masuk ke medsos yang dikelolanya. Info itu langsung disampaikan ke tim media Hubungan Masyarakat serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jateng, sehingga persoalan yang ada langsung diselesaikan.

“Dengan cara seperti ini, masyarakat akan senang kalau informasi yang disampaikan langsung ditanggapi dan ditindaklanjuti,” ujar Zainal. 

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, mengapresiasi kolaborasi yang terus dibangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan rekan-rekan wartawan dan media massa. Ia mengatakan, pemerintah maupun media tidak dapat berdiri sendiri, sehingga diperlukan adanya kolaborasi antara keduanya. 

"Pertemuan seperti ini sangat akrab dan hangat. Mudah-mudahan acara seperti ini dapat dilakukan secara berkala oleh Pemprov, dan bisa menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan uneg-uneg, dari teman-teman wartawan. Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Jateng untuk bersama membangun provinsi," katanya. 

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengapresiasi para wartawan di wilayahnya yang telah memberikan masukan, saran, dan kritik untuk pembangunan Jateng.

“Terima kasih masukannya. Saran dan masukan rekan-rekan wartawan akan saya jalankan. Saya ini orange yo ngene iki. Apa anane. Rak tak gawe-gawe. (Saya ini orangnya ya begini. Apa adanya. Tidak dibuat-buat),” ucapnya. 

Ia meminta, rekan-rekan wartawan di Jawa Tengah selalu kritis, serta memberikan masukan dan saran yang membangun untuk pemerintah provinsi. 

"Saya sudah bergaul lama dengan wartawan dan tidak ada jarak di antara kita. Jadi kami ingin mengedepankan pendekatan yang konstruktif,” imbuhnya.  

Dalam pertemuan itu, Gubernur menyampaikan, pihaknya siap memfasilitasi para wartawan se-Jawa Tengah untuk meningkatkan kemampuan literasi digital. Tujuannya agar jurnalis dapat memberikan informasi sesuai data dan fakta, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat.

Upaya ini menjadi bagian dari cara Gubernur untuk berkolaborasi dengan para wartawan, terutama dengan melibatkan seluruh potensi yang ada demi pembangunan Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu