Follow Us :              

Mudik Lebaran 2026 Jadi Momentum Gerakkan Ekonomi Daerah

  18 March 2026  |   16:00:00  |   dibaca : 233 
Kategori :
Bagikan :


Mudik Lebaran 2026 Jadi Momentum Gerakkan Ekonomi Daerah

18 March 2026 | 16:00:00 | dibaca : 233
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

KUDUS - Momentum Lebaran 2026 diharapkan menjadi instrumen penggerak ekonomi di daerah. Sebab, kepulangan para pemudik ke Jawa Tengah, akan membawa dampak ekonomi bagi provinsi ini. 

Apalagi, pada mudik-balik tahun ini diperkirakan ada 17 juta orang yang masuk dan melintas di Jateng.

"Harapan saya, potensi-potensi ekonomi Jawa Tengah bisa dibawa di tanah rantau. Sehingga menumbuhkan kolaborasi para pelaku ekonomi, dengan begitu berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah," ucap Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, usai memberikan mauidhoh hasanah di Masjid Agung Kudus pada Rabu, 18 Maret 2026.

Ia membeberkan, banyak produk Jateng yang sudah dipasarkan di luar provinsi. Misalnya dalam gelaran Festival Kuliner di Bandung, yang menghadirkan kuliner-kuliner legendaris asal Jateng. 

Oleh karena itu, momentum ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan promosi ke luar daerah. 

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Jateng meminta para kader PKK se-Jateng tetap mengawal program PKK pada saat Idulfitri. Salah satunya dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah yang baik.

Tak hanya itu, ia juga meminta para pemudik senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan agar mereka bisa menjalin silaturahmi dengan keluarga. 

"Ada banyak rest area yang disediakan bagi para pemudik agar bisa beristirahat. Ada juga posko kesehatan gratis, yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan kondisi kesehatan pemudik," lanjutnya. 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan santunan senilai Rp50 juta serta membagikan 500 paket sembako kepada warga setempat.


Bagikan :

KUDUS - Momentum Lebaran 2026 diharapkan menjadi instrumen penggerak ekonomi di daerah. Sebab, kepulangan para pemudik ke Jawa Tengah, akan membawa dampak ekonomi bagi provinsi ini. 

Apalagi, pada mudik-balik tahun ini diperkirakan ada 17 juta orang yang masuk dan melintas di Jateng.

"Harapan saya, potensi-potensi ekonomi Jawa Tengah bisa dibawa di tanah rantau. Sehingga menumbuhkan kolaborasi para pelaku ekonomi, dengan begitu berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah," ucap Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, usai memberikan mauidhoh hasanah di Masjid Agung Kudus pada Rabu, 18 Maret 2026.

Ia membeberkan, banyak produk Jateng yang sudah dipasarkan di luar provinsi. Misalnya dalam gelaran Festival Kuliner di Bandung, yang menghadirkan kuliner-kuliner legendaris asal Jateng. 

Oleh karena itu, momentum ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan promosi ke luar daerah. 

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Jateng meminta para kader PKK se-Jateng tetap mengawal program PKK pada saat Idulfitri. Salah satunya dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah yang baik.

Tak hanya itu, ia juga meminta para pemudik senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan agar mereka bisa menjalin silaturahmi dengan keluarga. 

"Ada banyak rest area yang disediakan bagi para pemudik agar bisa beristirahat. Ada juga posko kesehatan gratis, yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan kondisi kesehatan pemudik," lanjutnya. 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan santunan senilai Rp50 juta serta membagikan 500 paket sembako kepada warga setempat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu