Follow Us :              

UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, Gubernur Tekankan Penguatan Permodalan

  19 June 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 252 
Kategori :
Bagikan :

UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, Gubernur Tekankan Penguatan Permodalan

19 June 2026 | 10:00:00 | dibaca : 252
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, Gubernur Tekankan Penguatan Permodalan
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, Gubernur Tekankan Penguatan Permodalan
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, Gubernur Tekankan Penguatan Permodalan
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, Gubernur Tekankan Penguatan Permodalan
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, Gubernur Tekankan Penguatan Permodalan

Foto : Adit (Humas Jateng)

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta Bank Jateng memperkuat permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Sebab, sektor tersebut dinilai sebagai salah satu fondasi perekonomian daerah. 

Hal itu disampaikannya dalam acara Rapat Strategi dan Kebijakan Semester II Tahun 2026 Bank Jateng di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar pada Jumat, 19 Juni 2026.

Gubernur mengungkapkan, UMKM di Jateng jumlahnya mencapai lebih dari 4 juta unit. Maka dari itu, akses permodalannya perlu dipermudah, salah satunya dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah. 

“Kenapa saya tekankan ekonomi mikro? Karena di Jawa Tengah jumlahnya besar di kabupaten/kota. Maka akses permodalan harus kita permudah,” ucapnya.  

Dengan kemudahan itu, harapannya pelaku usaha mikro bisa naik kelas menjadi usaha kecil, kemudian berkembang menjadi usaha menengah.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, mengatakan, Rapat Strategi dan Kebijakan digelar untuk merumuskan langkah perusahaan dalam menghadapi Semester II 2026. Ia mengungkapkan, dinamika geopolitik, kondisi fiskal, dan persaingan industri perbankan menuntut Bank Jateng untuk menyiapkan strategi yang lebih adaptif.

“Kita perlu merumuskan kebijakan baru beserta turunannya, program-program yang harus dituntaskan oleh para kepala cabang. Karena itu, strategi yang kita lakukan harus berbeda di Semester II Tahun 2026,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Bank Jateng telah menetapkan 4 kebijakan utama, yakni penguatan permodalan dan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kompetensi dan produktivitas karyawan, serta peningkatan skala bisnis.

Harapannya, kebijakan yang diterapkan mampu meningkatkan skala bisnis, terutama penurunan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah; meningkatkan kredit berkualitas; dan lainnya. 

Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatatkan aset sebesar Rp93,97 triliun; dana pihak ketiga sebesar Rp75,80 triliun; dan penyaluran kredit mencapai Rp63,66 triliun. Adapun dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Jateng berada pada level 22 persen.

Peluang ekspansi Bank Jateng juga ditopang kondisi ekonomi Jateng yang terus tumbuh positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,89% atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 5,61%. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan menjadi 4,24%.

Rapat Strategi dan Kebijakan juga dihadiri jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jateng; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, selaku Komisaris Bank Jateng; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jateng, Urip Sihabuddin; Kepala Biro BUMD dan BLUD Setda Jateng, Agus Prasutio; serta para pimpinan cabang dan kepala divisi Bank Jateng.


Bagikan :

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta Bank Jateng memperkuat permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Sebab, sektor tersebut dinilai sebagai salah satu fondasi perekonomian daerah. 

Hal itu disampaikannya dalam acara Rapat Strategi dan Kebijakan Semester II Tahun 2026 Bank Jateng di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar pada Jumat, 19 Juni 2026.

Gubernur mengungkapkan, UMKM di Jateng jumlahnya mencapai lebih dari 4 juta unit. Maka dari itu, akses permodalannya perlu dipermudah, salah satunya dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah. 

“Kenapa saya tekankan ekonomi mikro? Karena di Jawa Tengah jumlahnya besar di kabupaten/kota. Maka akses permodalan harus kita permudah,” ucapnya.  

Dengan kemudahan itu, harapannya pelaku usaha mikro bisa naik kelas menjadi usaha kecil, kemudian berkembang menjadi usaha menengah.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, mengatakan, Rapat Strategi dan Kebijakan digelar untuk merumuskan langkah perusahaan dalam menghadapi Semester II 2026. Ia mengungkapkan, dinamika geopolitik, kondisi fiskal, dan persaingan industri perbankan menuntut Bank Jateng untuk menyiapkan strategi yang lebih adaptif.

“Kita perlu merumuskan kebijakan baru beserta turunannya, program-program yang harus dituntaskan oleh para kepala cabang. Karena itu, strategi yang kita lakukan harus berbeda di Semester II Tahun 2026,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Bank Jateng telah menetapkan 4 kebijakan utama, yakni penguatan permodalan dan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kompetensi dan produktivitas karyawan, serta peningkatan skala bisnis.

Harapannya, kebijakan yang diterapkan mampu meningkatkan skala bisnis, terutama penurunan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah; meningkatkan kredit berkualitas; dan lainnya. 

Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatatkan aset sebesar Rp93,97 triliun; dana pihak ketiga sebesar Rp75,80 triliun; dan penyaluran kredit mencapai Rp63,66 triliun. Adapun dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Jateng berada pada level 22 persen.

Peluang ekspansi Bank Jateng juga ditopang kondisi ekonomi Jateng yang terus tumbuh positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,89% atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 5,61%. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan menjadi 4,24%.

Rapat Strategi dan Kebijakan juga dihadiri jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jateng; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, selaku Komisaris Bank Jateng; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jateng, Urip Sihabuddin; Kepala Biro BUMD dan BLUD Setda Jateng, Agus Prasutio; serta para pimpinan cabang dan kepala divisi Bank Jateng.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu