Follow Us :              

Gubernur Gandeng Ribuan Mahasiswa Perkuat Program Kecamatan Berdaya

  07 July 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 182 
Kategori :
Bagikan :

Gubernur Gandeng Ribuan Mahasiswa Perkuat Program Kecamatan Berdaya

07 July 2026 | 13:00:00 | dibaca : 182
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Gubernur Gandeng Ribuan Mahasiswa Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Gubernur Gandeng Ribuan Mahasiswa Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Gubernur Gandeng Ribuan Mahasiswa Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Gubernur Gandeng Ribuan Mahasiswa Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Gubernur Gandeng Ribuan Mahasiswa Perkuat Program Kecamatan Berdaya

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng sebanyak 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memperkuat program Kecamatan Berdaya di wilayahnya. 

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melepas langsung ribuan mahasiswa KKN Undip Tahun 2026 di Muladi Dome, Kota Semarang pada Selasa, 7 Juli 2026.

Para mahasiswa itu diterjunkan ke 10 Kabupaten/Kota di Jateng. Harapannya, ribuan mahasiswa tersebut mampu membantu memetakan persoalan dan potensi desa sesuai kebutuhan masyarakat.

Gubernur mengatakan, program Kecamatan Berdaya merupakan salah satu strategi Pemprov Jateng dalam mempercepat pembangunan berbasis wilayah. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng mahasiswa KKN untuk mendukung program tersebut. 

“Tentu ini akan sangat membantu untuk pengembangan wilayah,” katanya.   

Ia mengungkapkan, Jawa Tengah memiliki sekitar 7.810 desa dengan karakteristik yang berbeda-beda. Maka dari itu, Pemprov Jateng menjadikan kecamatan sebagai titik penguatan pembangunan desa melalui program Kecamatan Berdaya.

Dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi, ia berharap para mahasiswa KKN bisa memberikan masukan berdasarkan kondisi riil di masyarakat. Melalui sinergi tersebut, KKN diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi turut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah seorang peserta KKN, Lasma Siombing, mengaku telah menyiapkan berbagai program sesuai dengan persoalan di desa tujuan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran itu akan melaksanakan KKN di Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. 

Rencananya, ia akan membuat program edukasi kesehatan untuk anak-anak sekolah, mulai dari perilaku hidup bersih hingga _screening_ gigi.

Sementara itu, peserta KKN lain, Naila Safa Zuri, mengatakan akan membuat program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme atau cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur organik (kulit buah dan sayuran), gula, serta air. Program ini akan diterapkannya di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. 

Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika ini mempersiapkan program tersebut, setelah kelompoknya menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah di desa tersebut.

“Berdasarkan hasil survei kami kemarin, beberapa masalah sudah terlihat,” ucapnya. 

Rektor Undip Semarang, Suharnomo, menyatakan, kampus akan terus mendukung program Pemprov Jateng melalui KKN reguler maupun tematik. Program KKN akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, seperti penguatan UMKM, penurunan stunting dan angka kematian ibu, serta pemberdayaan masyarakat.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, juga melepas mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk menjalankan program serupa di wilayah penugasan masing-masing.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng sebanyak 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memperkuat program Kecamatan Berdaya di wilayahnya. 

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melepas langsung ribuan mahasiswa KKN Undip Tahun 2026 di Muladi Dome, Kota Semarang pada Selasa, 7 Juli 2026.

Para mahasiswa itu diterjunkan ke 10 Kabupaten/Kota di Jateng. Harapannya, ribuan mahasiswa tersebut mampu membantu memetakan persoalan dan potensi desa sesuai kebutuhan masyarakat.

Gubernur mengatakan, program Kecamatan Berdaya merupakan salah satu strategi Pemprov Jateng dalam mempercepat pembangunan berbasis wilayah. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng mahasiswa KKN untuk mendukung program tersebut. 

“Tentu ini akan sangat membantu untuk pengembangan wilayah,” katanya.   

Ia mengungkapkan, Jawa Tengah memiliki sekitar 7.810 desa dengan karakteristik yang berbeda-beda. Maka dari itu, Pemprov Jateng menjadikan kecamatan sebagai titik penguatan pembangunan desa melalui program Kecamatan Berdaya.

Dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi, ia berharap para mahasiswa KKN bisa memberikan masukan berdasarkan kondisi riil di masyarakat. Melalui sinergi tersebut, KKN diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi turut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah seorang peserta KKN, Lasma Siombing, mengaku telah menyiapkan berbagai program sesuai dengan persoalan di desa tujuan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran itu akan melaksanakan KKN di Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. 

Rencananya, ia akan membuat program edukasi kesehatan untuk anak-anak sekolah, mulai dari perilaku hidup bersih hingga _screening_ gigi.

Sementara itu, peserta KKN lain, Naila Safa Zuri, mengatakan akan membuat program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme atau cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur organik (kulit buah dan sayuran), gula, serta air. Program ini akan diterapkannya di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. 

Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika ini mempersiapkan program tersebut, setelah kelompoknya menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah di desa tersebut.

“Berdasarkan hasil survei kami kemarin, beberapa masalah sudah terlihat,” ucapnya. 

Rektor Undip Semarang, Suharnomo, menyatakan, kampus akan terus mendukung program Pemprov Jateng melalui KKN reguler maupun tematik. Program KKN akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, seperti penguatan UMKM, penurunan stunting dan angka kematian ibu, serta pemberdayaan masyarakat.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, juga melepas mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk menjalankan program serupa di wilayah penugasan masing-masing.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu