Follow Us :              

Angkat Tema Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, BRIDA Jateng dan IDEABI Adakan International Conference 2026

  07 July 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 174 
Kategori :
Bagikan :

Angkat Tema Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, BRIDA Jateng dan IDEABI Adakan International Conference 2026

07 July 2026 | 00:00:00 | dibaca : 174
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Angkat Tema Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, BRIDA Jateng dan IDEABI Adakan International Conference 2026
Angkat Tema Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, BRIDA Jateng dan IDEABI Adakan International Conference 2026
Angkat Tema Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, BRIDA Jateng dan IDEABI Adakan International Conference 2026
Angkat Tema Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, BRIDA Jateng dan IDEABI Adakan International Conference 2026
Angkat Tema Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, BRIDA Jateng dan IDEABI Adakan International Conference 2026

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SURAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah bersama Ikatan Dosen Ekonomi Akuntansi Bisnis Indonesia (IDEABI) menyelenggarakan International Conference 2026 di Aula Gedung Suhardi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa, 7 Juli 2026.

Seminar bertema “Advancing Green Economy and Sustainable Development: Innovation, Resilience, and Inclusive Growth in a Changing World” ini menghadirkan Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah peneliti internasional dalam rangka knowledge-sharing serta membangun kolaborasi strategis antarlembaga.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Kepala BRIDA Jateng, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si., menyampaikan sejumlah poin:
•    Pentingnya green economy dalam pembangunan yang memerhatikan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
•    Potensi Jawa Tengah sebagai sentra ekonomi hijau, dengan nilai investasi pada energi terbarukan pada tahun 2024-2025 mencapai Rp7,1 triliun.
•    International Conference 2026 sebagai publikasi hasil penelitian, kolaborasi lintas lembaga dan disiplin ilmu, serta lahirnya evidence-based policy (kebijakan berbasis bukti/data)

"BRIDA Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk mengawal agar hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi internasional ini tidak berhenti menjadi dokumen akademis atau publikasi ilmiah di atas kertas saja. Tantangan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan memerlukan langkah konkret," ucap Kepala BRIDA Jateng. 

Kegiatan diisi dengan keynote speaker dari University of North Georgia, Amerika Serikat, Prof. Siew Chan. Kemudian berlangsung sesi pleno yang diisi oleh tiga narasumber:
•    Supaphorn Akkapin, Ph.D. (International College Rajamangala University of Technology Krungthep, Thailand);
•    Dr. Junaid M. Shaikh (Universiti Teknologi Brunei); dan
•    Dr. Betley H. Susanto (CEO PT Skyworx Indonesia, BINUS University)

Setelah itu, peserta dibagi ke dalam kelas-kelas untuk mendengarkan pemaparan 132 artikel ilmiah dengan topik ekonomi hijau, keuangan, manajemen organisasi, pemasaran, transformasi digital, hingga bisnis internasional.

Berbagai publikasi ilmiah yang dipresentasikan dalam International Conference 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada tahap diseminasi. Akan tetapi, dapat diterjemahkan ke dalam solusi yang inovatif dan implementatif untuk menjawab tantangan global dan permasalahan di masyarakat.

Diharapkan pula terjalin jejaring kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta para peneliti dalam mewujudkan kemajuan, khususnya di bidang ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.


Bagikan :

SURAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah bersama Ikatan Dosen Ekonomi Akuntansi Bisnis Indonesia (IDEABI) menyelenggarakan International Conference 2026 di Aula Gedung Suhardi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa, 7 Juli 2026.

Seminar bertema “Advancing Green Economy and Sustainable Development: Innovation, Resilience, and Inclusive Growth in a Changing World” ini menghadirkan Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah peneliti internasional dalam rangka knowledge-sharing serta membangun kolaborasi strategis antarlembaga.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Kepala BRIDA Jateng, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si., menyampaikan sejumlah poin:
•    Pentingnya green economy dalam pembangunan yang memerhatikan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
•    Potensi Jawa Tengah sebagai sentra ekonomi hijau, dengan nilai investasi pada energi terbarukan pada tahun 2024-2025 mencapai Rp7,1 triliun.
•    International Conference 2026 sebagai publikasi hasil penelitian, kolaborasi lintas lembaga dan disiplin ilmu, serta lahirnya evidence-based policy (kebijakan berbasis bukti/data)

"BRIDA Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk mengawal agar hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi internasional ini tidak berhenti menjadi dokumen akademis atau publikasi ilmiah di atas kertas saja. Tantangan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan memerlukan langkah konkret," ucap Kepala BRIDA Jateng. 

Kegiatan diisi dengan keynote speaker dari University of North Georgia, Amerika Serikat, Prof. Siew Chan. Kemudian berlangsung sesi pleno yang diisi oleh tiga narasumber:
•    Supaphorn Akkapin, Ph.D. (International College Rajamangala University of Technology Krungthep, Thailand);
•    Dr. Junaid M. Shaikh (Universiti Teknologi Brunei); dan
•    Dr. Betley H. Susanto (CEO PT Skyworx Indonesia, BINUS University)

Setelah itu, peserta dibagi ke dalam kelas-kelas untuk mendengarkan pemaparan 132 artikel ilmiah dengan topik ekonomi hijau, keuangan, manajemen organisasi, pemasaran, transformasi digital, hingga bisnis internasional.

Berbagai publikasi ilmiah yang dipresentasikan dalam International Conference 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada tahap diseminasi. Akan tetapi, dapat diterjemahkan ke dalam solusi yang inovatif dan implementatif untuk menjawab tantangan global dan permasalahan di masyarakat.

Diharapkan pula terjalin jejaring kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta para peneliti dalam mewujudkan kemajuan, khususnya di bidang ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu