Follow Us :              

Tegal Business Forum 2026 Bidik Kerja Sama dan Investasi Baru

  21 July 2026  |   15:00:00  |   dibaca : 225 
Kategori :
Bagikan :

Tegal Business Forum 2026 Bidik Kerja Sama dan Investasi Baru

21 July 2026 | 15:00:00 | dibaca : 225
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tegal Business Forum 2026 Bidik Kerja Sama dan Investasi Baru
Tegal Business Forum 2026 Bidik Kerja Sama dan Investasi Baru
Tegal Business Forum 2026 Bidik Kerja Sama dan Investasi Baru
Tegal Business Forum 2026 Bidik Kerja Sama dan Investasi Baru
Tegal Business Forum 2026 Bidik Kerja Sama dan Investasi Baru

Foto : Fajar (Humas Jateng)

TEGAL – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menghadiri gelaran Tegal Business Forum 2026 di Shangri-la Land Convention Hall, Kota Tegal pada Selasa, 21 Juli 2026.

Forum yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan ini diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian daerah, serta menghasilkan kesepakatan usaha, kerja sama, maupun komitmen investasi yang konkret bagi pengembangan ekonomi di Kota Tegal dan sekitarnya.

“Business forum harus berorientasi pada hasil, jangan hanya kegiatan. Harus ada yang dijual kepada pelaku usaha, kemudian ada MoU atau kerja sama, sehingga hasilnya jelas dan dapat diukur,” ucap Gubernur. 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perbankan merupakan hal yang penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah keterbatasan fiskal pemerintah.

Sebab, APBD Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp23 triliun harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pelayanan dasar hingga pembangunan infrastruktur di 35 kabupaten/kota. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

“Di tengah geopolitik dunia dan keterbatasan fiskal, pejabat publik harus kreatif mencari sumber pertumbuhan (ekonomi) baru. Caranya dengan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah melalui investasi dan kolaborasi,” ucap Gubernur.

Ia mendorong setiap kawasan eks-keresidenan memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung. Kota Tegal, misalnya, dapat menjadi hub atau pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Tegal Raya dengan dukungan dari Kabupaten Tegal dan Brebes.

Gubernur menyampaikan, setiap daerah memiliki potensi dan kearifan lokal yang berbeda. Kota Tegal mempunyai kekuatan di sektor maritim, perdagangan, jasa, kuliner, dan kewirausahaan. Maka dari itu, potensi tersebut harus dikemas dan ditawarkan secara konkret kepada para investor.

“Bupati dan wali kota harus menjadi marketing manager bagi daerahnya. Mereka harus memahami potensi wilayah, menjual daerahnya, memberikan kepastian, dan menyelesaikan kendala investor,” tegasnya.

Ia menilai, Jawa Tengah masih menjadi salah satu daerah yang menarik bagi investor. Hal itu didukung kondisi keamanan dan wilayah yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, tenaga kerja yang kompetitif, serta kesiapan kawasan industri.

Pada tahun 2025, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp110,64 triliun dan menyerap lebih dari 418 ribu tenaga kerja. Sementara pada Triwulan I 2026, nilai investasi mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang. Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Jateng pada periode tersebut mencapai 5,89% atau lebih tinggi dibandingkan nasional (5,61%).

Kota Tegal juga mencatatkan kinerja positif. Realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai Rp791,67 miliar atau 132% dari target. Pada Triwulan I 2026, Kota Tegal kembali masuk dalam 10 besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jateng.

Gubernur menyampaikan, investasi harus berjalan beriringan dengan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,8 juta pelaku UMKM yang perlu terus didorong naik kelas melalui berbagai upaya pendampingan, perluasan akses pasar, serta dukungan permodalan.

Terkait hal tersebut, Bank Jateng diminta menjadi salah satu tulang punggung pembiayaan UMKM sekaligus memperluas layanan perbankan kepada perusahaan swasta.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang widyatmoko, mengatakan, Tegal Business Forum merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Bank Jateng. Forum ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan Gubernur agar Bank Jateng tidak hanya mengelola transaksi pemerintah, tetapi semakin aktif melayani sektor swasta.

“Kami ingin memperluas layanan kepada dunia usaha dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah. Dana yang dihimpun juga kami salurkan kepada sektor produktif, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga komersial,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyebut bahwa forum tersebut menghadirkan sekitar 100 pengusaha besar asal Kota Tegal, 100 pelaku usaha kuliner, restoran, kafe, dan _lounge,_ serta perwakilan dari sekitar 20 perusahaan penanaman modal asing.

Ia berharap forum tersebut dapat mendorong pemanfaatan aset dan lahan strategis yang selama ini belum produktif, sekaligus menarik investasi baru di sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, dan fasilitas publik.

Tegal Business Forum 2026 mengusung tema “Amazing Tegal, Amazing Investment, and Amazing Service”. Dengan digelarnya acara ini, Pemerintah Kota Tegal berkomitmen untuk memberikan kemudahan pelayanan dan perizinan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan investasinya di Kota Tegal.


Bagikan :

TEGAL – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menghadiri gelaran Tegal Business Forum 2026 di Shangri-la Land Convention Hall, Kota Tegal pada Selasa, 21 Juli 2026.

Forum yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan ini diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian daerah, serta menghasilkan kesepakatan usaha, kerja sama, maupun komitmen investasi yang konkret bagi pengembangan ekonomi di Kota Tegal dan sekitarnya.

“Business forum harus berorientasi pada hasil, jangan hanya kegiatan. Harus ada yang dijual kepada pelaku usaha, kemudian ada MoU atau kerja sama, sehingga hasilnya jelas dan dapat diukur,” ucap Gubernur. 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perbankan merupakan hal yang penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah keterbatasan fiskal pemerintah.

Sebab, APBD Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp23 triliun harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pelayanan dasar hingga pembangunan infrastruktur di 35 kabupaten/kota. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

“Di tengah geopolitik dunia dan keterbatasan fiskal, pejabat publik harus kreatif mencari sumber pertumbuhan (ekonomi) baru. Caranya dengan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah melalui investasi dan kolaborasi,” ucap Gubernur.

Ia mendorong setiap kawasan eks-keresidenan memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung. Kota Tegal, misalnya, dapat menjadi hub atau pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Tegal Raya dengan dukungan dari Kabupaten Tegal dan Brebes.

Gubernur menyampaikan, setiap daerah memiliki potensi dan kearifan lokal yang berbeda. Kota Tegal mempunyai kekuatan di sektor maritim, perdagangan, jasa, kuliner, dan kewirausahaan. Maka dari itu, potensi tersebut harus dikemas dan ditawarkan secara konkret kepada para investor.

“Bupati dan wali kota harus menjadi marketing manager bagi daerahnya. Mereka harus memahami potensi wilayah, menjual daerahnya, memberikan kepastian, dan menyelesaikan kendala investor,” tegasnya.

Ia menilai, Jawa Tengah masih menjadi salah satu daerah yang menarik bagi investor. Hal itu didukung kondisi keamanan dan wilayah yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, tenaga kerja yang kompetitif, serta kesiapan kawasan industri.

Pada tahun 2025, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp110,64 triliun dan menyerap lebih dari 418 ribu tenaga kerja. Sementara pada Triwulan I 2026, nilai investasi mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang. Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Jateng pada periode tersebut mencapai 5,89% atau lebih tinggi dibandingkan nasional (5,61%).

Kota Tegal juga mencatatkan kinerja positif. Realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai Rp791,67 miliar atau 132% dari target. Pada Triwulan I 2026, Kota Tegal kembali masuk dalam 10 besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jateng.

Gubernur menyampaikan, investasi harus berjalan beriringan dengan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,8 juta pelaku UMKM yang perlu terus didorong naik kelas melalui berbagai upaya pendampingan, perluasan akses pasar, serta dukungan permodalan.

Terkait hal tersebut, Bank Jateng diminta menjadi salah satu tulang punggung pembiayaan UMKM sekaligus memperluas layanan perbankan kepada perusahaan swasta.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang widyatmoko, mengatakan, Tegal Business Forum merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Bank Jateng. Forum ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan Gubernur agar Bank Jateng tidak hanya mengelola transaksi pemerintah, tetapi semakin aktif melayani sektor swasta.

“Kami ingin memperluas layanan kepada dunia usaha dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah. Dana yang dihimpun juga kami salurkan kepada sektor produktif, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga komersial,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyebut bahwa forum tersebut menghadirkan sekitar 100 pengusaha besar asal Kota Tegal, 100 pelaku usaha kuliner, restoran, kafe, dan _lounge,_ serta perwakilan dari sekitar 20 perusahaan penanaman modal asing.

Ia berharap forum tersebut dapat mendorong pemanfaatan aset dan lahan strategis yang selama ini belum produktif, sekaligus menarik investasi baru di sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, dan fasilitas publik.

Tegal Business Forum 2026 mengusung tema “Amazing Tegal, Amazing Investment, and Amazing Service”. Dengan digelarnya acara ini, Pemerintah Kota Tegal berkomitmen untuk memberikan kemudahan pelayanan dan perizinan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan investasinya di Kota Tegal.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu