Follow Us :              

Munas BEM SI di Semarang, Gubernur Ajak Mahasiswa Perkuat Pembangunan Daerah

  27 July 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 257 
Kategori :
Bagikan :

Munas BEM SI di Semarang, Gubernur Ajak Mahasiswa Perkuat Pembangunan Daerah

27 July 2026 | 08:30:00 | dibaca : 257
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Munas BEM SI di Semarang, Gubernur Ajak Mahasiswa Perkuat Pembangunan Daerah
Munas BEM SI di Semarang, Gubernur Ajak Mahasiswa Perkuat Pembangunan Daerah
Munas BEM SI di Semarang, Gubernur Ajak Mahasiswa Perkuat Pembangunan Daerah
Munas BEM SI di Semarang, Gubernur Ajak Mahasiswa Perkuat Pembangunan Daerah
Munas BEM SI di Semarang, Gubernur Ajak Mahasiswa Perkuat Pembangunan Daerah

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengajak para mahasiswa tidak hanya sebagai agen perubahan (agent of change), tetapi juga ikut terlibat dalam pembangunan daerah.  

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-19 Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Politeknik Negeri Semarang pada Senin, 27 Juli 2026. Acara yang digelar sepekan ke depan itu dihadiri perwakilan BEM dari seluruh Indonesia, serta dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Gubernur menyampaikan, mahasiswa dan perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai kontrol sosial maupun agen perubahan. 

"Energi lebih mahasiswa disalurkan dalam ikut membangun suatu wilayah," ucapnya. 

Dalam membangun daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerapkan konsep pemerintahan kolaboratif (collaborative goverment). Kolaborasi tersebut di antaranya dilakukan dengan 77 perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayahnya. Bentuk kerja samanya mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga implementasi inovasi dari perguruan tinggi. 

Gubernur mengatakan, peran perguruan tinggi juga strategis dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Sebab, hal itu akan mendukung sektor investasi yang sedang tumbuh di provinsi ini.  Saat ini, Jawa Tengah sedang menjadi magnet investasi, sehingga membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dunia pendidikan. 

Berdasarkan data, realisasi investasi di Jateng pada 2025 mencapai Rp110 triliun dengan serapan tenaga kerja hampir 450 ribu orang. Sementara pada 2026 ini, realisasi investasi semester I sudah menyentuh Rp48,5 triliun dengan serapan tenaga kerja hampir 213 ribu orang.

Koordinator BEM SI, Muzammil Ihsan, mengatakan, musyawarah nasional ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dari seluruh BEM perguruan tinggi yang tergabung dalam BEM SI. Kegiatan ini sekaligus sebagai momentum konsolidasi nasional.

"Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di tengah kondisi geopolitik global saat ini," katanya.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengajak para mahasiswa tidak hanya sebagai agen perubahan (agent of change), tetapi juga ikut terlibat dalam pembangunan daerah.  

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-19 Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Politeknik Negeri Semarang pada Senin, 27 Juli 2026. Acara yang digelar sepekan ke depan itu dihadiri perwakilan BEM dari seluruh Indonesia, serta dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Gubernur menyampaikan, mahasiswa dan perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai kontrol sosial maupun agen perubahan. 

"Energi lebih mahasiswa disalurkan dalam ikut membangun suatu wilayah," ucapnya. 

Dalam membangun daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerapkan konsep pemerintahan kolaboratif (collaborative goverment). Kolaborasi tersebut di antaranya dilakukan dengan 77 perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayahnya. Bentuk kerja samanya mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga implementasi inovasi dari perguruan tinggi. 

Gubernur mengatakan, peran perguruan tinggi juga strategis dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Sebab, hal itu akan mendukung sektor investasi yang sedang tumbuh di provinsi ini.  Saat ini, Jawa Tengah sedang menjadi magnet investasi, sehingga membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dunia pendidikan. 

Berdasarkan data, realisasi investasi di Jateng pada 2025 mencapai Rp110 triliun dengan serapan tenaga kerja hampir 450 ribu orang. Sementara pada 2026 ini, realisasi investasi semester I sudah menyentuh Rp48,5 triliun dengan serapan tenaga kerja hampir 213 ribu orang.

Koordinator BEM SI, Muzammil Ihsan, mengatakan, musyawarah nasional ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dari seluruh BEM perguruan tinggi yang tergabung dalam BEM SI. Kegiatan ini sekaligus sebagai momentum konsolidasi nasional.

"Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di tengah kondisi geopolitik global saat ini," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu