Follow Us :              

Siswa SD Boyolali Raih Pengakuan NASA, Gubernur Jateng Hadiahkan Laptop

  29 July 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 852 
Kategori :
Bagikan :

Siswa SD Boyolali Raih Pengakuan NASA, Gubernur Jateng Hadiahkan Laptop

29 July 2026 | 10:00:00 | dibaca : 852
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Siswa SD Boyolali Raih Pengakuan NASA, Gubernur Jateng Hadiahkan Laptop
Siswa SD Boyolali Raih Pengakuan NASA, Gubernur Jateng Hadiahkan Laptop
Siswa SD Boyolali Raih Pengakuan NASA, Gubernur Jateng Hadiahkan Laptop
Siswa SD Boyolali Raih Pengakuan NASA, Gubernur Jateng Hadiahkan Laptop
Siswa SD Boyolali Raih Pengakuan NASA, Gubernur Jateng Hadiahkan Laptop

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan apresiasi kepada Ibrahim Al Abrar, siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, yang berhasil memperoleh pengakuan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat/National Aeronautics and Space Administration (NASA), setelah menemukan kerentanan keamanan pada salah satu sistemnya. 

Sebagai bentuk dukungan, Gubernur menghadiahkan sebuah laptop agar Ibrahim semakin giat mengembangkan kemampuan di bidang koding dan keamanan siber.

"Kamu kalau sudah besar pingin jadi apa?" tanya Gubernur saat menerima Ibrahim di ruang kerjanya pada Rabu, 29 Juli 2026. 

"Jadi cyber security professional," jawab Ibrahim.

Gubernur mengapresiasi semangat belajar Ibrahim yang sejak duduk di bangku kelas 4 SD telah mendalami koding dan keamanan siber secara mandiri.

Menurutnya, talenta-talenta muda seperti Ibrahim perlu mendapat dukungan agar bisa terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi Ibrahim bermula saat ia menemukan kerentanan broken link hijacking pada salah satu sistem yang masuk dalam cakupan Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA. Temuan tersebut berasal dari tautan media sosial NASA yang sudah tidak aktif, sehingga berpotensi diambil alih oleh pihak lain untuk kepentingan phishing (mode penipuan online yang bertujuan mencuri data pribadi) maupun penyebaran informasi palsu yang mengatasnamakan lembaga tersebut.

Kemudian, temuan itu dilaporkan melalui mekanisme responsible disclosur dan diverifikasi oleh tim keamanan NASA. Atas kontribusinya, Ibrahim menerima Letter of Recognition tertanggal 9 Juli 2026 sebagai bentuk apresiasi karena telah membantu meningkatkan keamanan sistem NASA.

Ibrahim mengaku, membutuhkan waktu sekitar enam hari untuk memastikan temuannya. Selama proses tersebut, ia menghabiskan waktu 3-4 jam setiap hari di depan komputer.

Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan dengan bantuan perangkat berbasis kecerdasan buatan DeepSeek. Namun, kemampuan koding yang dimilikinya diperoleh melalui belajar secara otodidak dari internet, YouTube, komunitas daring, serta bimbingan orang tuanya yang merupakan guru komputer di salah satu SMK di Boyolali.

Selain NASA, Ibrahim juga pernah menemukan kerentanan pada sistem milik Pemerintah Provinsi Lampung dan memperoleh sertifikat penghargaan.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim mengaku senang atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap, hal ini bisa menjadi penyemangat untuk terus belajar di bidang koding dan keamanan siber.

"Harapannya saya bisa berkembang lagi terus bisa membangun portofolio saya untuk ke depannya nanti," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan bahwa apresiasi yang diberikan Pemprov Jateng merupakan bentuk dukungan terhadap pelajar berprestasi di wilayahnya agar mereka terus bersemangat untuk mengembangkan potensinya.

"Mas Ibrahim ini butuh laptop. Maka kami berikan laptop, tas, dan perlengkapan pendidikan. Anak SD sudah mendapat penghargaan dari NASA. Tentu harus kita apresiasi agar nanti berkembang," ucapnya.

Selain bantuan tersebut, Ibrahim juga memperoleh beasiswa dari SMP Islam Al Abidin Surakarta untuk melanjutkan pendidikan. Beasiswa itu diberikan oleh pihak sekolah sebagai bentuk penghargaan atas prestasi Ibrahim.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan apresiasi kepada Ibrahim Al Abrar, siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, yang berhasil memperoleh pengakuan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat/National Aeronautics and Space Administration (NASA), setelah menemukan kerentanan keamanan pada salah satu sistemnya. 

Sebagai bentuk dukungan, Gubernur menghadiahkan sebuah laptop agar Ibrahim semakin giat mengembangkan kemampuan di bidang koding dan keamanan siber.

"Kamu kalau sudah besar pingin jadi apa?" tanya Gubernur saat menerima Ibrahim di ruang kerjanya pada Rabu, 29 Juli 2026. 

"Jadi cyber security professional," jawab Ibrahim.

Gubernur mengapresiasi semangat belajar Ibrahim yang sejak duduk di bangku kelas 4 SD telah mendalami koding dan keamanan siber secara mandiri.

Menurutnya, talenta-talenta muda seperti Ibrahim perlu mendapat dukungan agar bisa terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi Ibrahim bermula saat ia menemukan kerentanan broken link hijacking pada salah satu sistem yang masuk dalam cakupan Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA. Temuan tersebut berasal dari tautan media sosial NASA yang sudah tidak aktif, sehingga berpotensi diambil alih oleh pihak lain untuk kepentingan phishing (mode penipuan online yang bertujuan mencuri data pribadi) maupun penyebaran informasi palsu yang mengatasnamakan lembaga tersebut.

Kemudian, temuan itu dilaporkan melalui mekanisme responsible disclosur dan diverifikasi oleh tim keamanan NASA. Atas kontribusinya, Ibrahim menerima Letter of Recognition tertanggal 9 Juli 2026 sebagai bentuk apresiasi karena telah membantu meningkatkan keamanan sistem NASA.

Ibrahim mengaku, membutuhkan waktu sekitar enam hari untuk memastikan temuannya. Selama proses tersebut, ia menghabiskan waktu 3-4 jam setiap hari di depan komputer.

Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan dengan bantuan perangkat berbasis kecerdasan buatan DeepSeek. Namun, kemampuan koding yang dimilikinya diperoleh melalui belajar secara otodidak dari internet, YouTube, komunitas daring, serta bimbingan orang tuanya yang merupakan guru komputer di salah satu SMK di Boyolali.

Selain NASA, Ibrahim juga pernah menemukan kerentanan pada sistem milik Pemerintah Provinsi Lampung dan memperoleh sertifikat penghargaan.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim mengaku senang atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap, hal ini bisa menjadi penyemangat untuk terus belajar di bidang koding dan keamanan siber.

"Harapannya saya bisa berkembang lagi terus bisa membangun portofolio saya untuk ke depannya nanti," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan bahwa apresiasi yang diberikan Pemprov Jateng merupakan bentuk dukungan terhadap pelajar berprestasi di wilayahnya agar mereka terus bersemangat untuk mengembangkan potensinya.

"Mas Ibrahim ini butuh laptop. Maka kami berikan laptop, tas, dan perlengkapan pendidikan. Anak SD sudah mendapat penghargaan dari NASA. Tentu harus kita apresiasi agar nanti berkembang," ucapnya.

Selain bantuan tersebut, Ibrahim juga memperoleh beasiswa dari SMP Islam Al Abidin Surakarta untuk melanjutkan pendidikan. Beasiswa itu diberikan oleh pihak sekolah sebagai bentuk penghargaan atas prestasi Ibrahim.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu