Follow Us :              

Buku Pedoman-Modul EMAS dan Pendampingan Psikolog, Strategi Pemprov Jateng Perkuat PAUD

  03 August 2026  |   09:30:00  |   dibaca : 70 
Kategori :
Bagikan :

Buku Pedoman-Modul EMAS dan Pendampingan Psikolog, Strategi Pemprov Jateng Perkuat PAUD

03 August 2026 | 09:30:00 | dibaca : 70
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Buku Pedoman-Modul EMAS dan Pendampingan Psikolog, Strategi Pemprov Jateng Perkuat PAUD
Buku Pedoman-Modul EMAS dan Pendampingan Psikolog, Strategi Pemprov Jateng Perkuat PAUD
Buku Pedoman-Modul EMAS dan Pendampingan Psikolog, Strategi Pemprov Jateng Perkuat PAUD
Buku Pedoman-Modul EMAS dan Pendampingan Psikolog, Strategi Pemprov Jateng Perkuat PAUD
Buku Pedoman-Modul EMAS dan Pendampingan Psikolog, Strategi Pemprov Jateng Perkuat PAUD

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat mutu layanan pendidikan prasekolah demi mengoptimalkan tumbuh kembang dan karakter anak sejak usia dini. 

Langkah penguatan ini diwujudkan melalui peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS serta kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Horison Ultima Sentraland, Kota Semarang pada Senin, 3 Agustus 2026. 

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan, pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan. Pendidikan sejak dini sangat penting untuk mengembangkan potensi, kemampuan motorik, serta karakter anak. 

"Pendidikan itu dimulai sejak lahir. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengembangkan pendidikan, pendampingan, dan program yang tepat bagi anak-anak maupun pendidik di tingkat PAUD," ucapnya.

Ia mengapresiasi peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS (PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Indonesia Emas) yang diinisiasi oleh Bunda PAUD Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Pedoman tersebut akan diterapkan melalui proyek percontohan di 4 desa pada 4 kabupaten.

Selain itu, Wagub juga menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bunda PAUD Jateng dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Kerja sama itu dinilai penting untuk memperkuat pendampingan psikologis bagi anak.

Ia mengungkapkan, keterlibatan psikolog dalam program Dokter Spesialis Keliling (Speling) mampu menemukan berbagai persoalan yang dihadapi anak, mulai dari perundungan (bullying) hingga kekerasan yang terjadi baik di sekolah maupun lingkungan sekitar.

"Karena itu perlu ada terobosan, pencerahan, dan pendampingan. Kehadiran buku pedoman ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan PAUD yang bebas dari kekerasan dan bullying," ujarnya.

Wagub menegaskan, pembelajaran di PAUD tidak boleh membebani anak dengan materi pelajaran. Sebaliknya, suasana belajar harus dibuat menyenangkan agar anak merasa nyaman dan senang datang ke sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi program kerja Bunda PAUD Provinsi Jateng dengan Bunda PAUD Kabupaten/Kota, dalam rangka memperkuat akses dan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah.

Menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

"Penyelenggaraan PAUD tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Ka Disdik Jateng menegaskan, Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak, pengayom, dan pemersatu berbagai potensi daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang aman, menyenangkan, inklusif, dan berkualitas.

Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan buku pedoman kepada Bunda PAUD di desa lokasi proyek percontohan serta pemberian beasiswa bagi lembaga PAUD.

Ia berharap, PAUD EMAS menjadi gerakan bersama untuk memperkuat PAUD berbasis masyarakat dan desa serta membangun ekosistem pendidikan yang berpusat pada anak. Hal ini sekaligus mendukung pelaksanaan program wajib belajar satu tahun prasekolah di Jateng. 

Dalam pertemuan itu, Ka Disdik Jateng juga mengajak seluruh Bunda PAUD dan Kelompok Kerja (Pokja) PAUD kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi, agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan PAUD akibat terkendala ekonomi, sosial, geografis, maupun keterbatasan lainnya.


Bagikan :

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat mutu layanan pendidikan prasekolah demi mengoptimalkan tumbuh kembang dan karakter anak sejak usia dini. 

Langkah penguatan ini diwujudkan melalui peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS serta kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Horison Ultima Sentraland, Kota Semarang pada Senin, 3 Agustus 2026. 

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan, pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan. Pendidikan sejak dini sangat penting untuk mengembangkan potensi, kemampuan motorik, serta karakter anak. 

"Pendidikan itu dimulai sejak lahir. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengembangkan pendidikan, pendampingan, dan program yang tepat bagi anak-anak maupun pendidik di tingkat PAUD," ucapnya.

Ia mengapresiasi peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS (PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Indonesia Emas) yang diinisiasi oleh Bunda PAUD Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Pedoman tersebut akan diterapkan melalui proyek percontohan di 4 desa pada 4 kabupaten.

Selain itu, Wagub juga menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bunda PAUD Jateng dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Kerja sama itu dinilai penting untuk memperkuat pendampingan psikologis bagi anak.

Ia mengungkapkan, keterlibatan psikolog dalam program Dokter Spesialis Keliling (Speling) mampu menemukan berbagai persoalan yang dihadapi anak, mulai dari perundungan (bullying) hingga kekerasan yang terjadi baik di sekolah maupun lingkungan sekitar.

"Karena itu perlu ada terobosan, pencerahan, dan pendampingan. Kehadiran buku pedoman ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan PAUD yang bebas dari kekerasan dan bullying," ujarnya.

Wagub menegaskan, pembelajaran di PAUD tidak boleh membebani anak dengan materi pelajaran. Sebaliknya, suasana belajar harus dibuat menyenangkan agar anak merasa nyaman dan senang datang ke sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi program kerja Bunda PAUD Provinsi Jateng dengan Bunda PAUD Kabupaten/Kota, dalam rangka memperkuat akses dan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah.

Menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

"Penyelenggaraan PAUD tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Ka Disdik Jateng menegaskan, Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak, pengayom, dan pemersatu berbagai potensi daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang aman, menyenangkan, inklusif, dan berkualitas.

Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan buku pedoman kepada Bunda PAUD di desa lokasi proyek percontohan serta pemberian beasiswa bagi lembaga PAUD.

Ia berharap, PAUD EMAS menjadi gerakan bersama untuk memperkuat PAUD berbasis masyarakat dan desa serta membangun ekosistem pendidikan yang berpusat pada anak. Hal ini sekaligus mendukung pelaksanaan program wajib belajar satu tahun prasekolah di Jateng. 

Dalam pertemuan itu, Ka Disdik Jateng juga mengajak seluruh Bunda PAUD dan Kelompok Kerja (Pokja) PAUD kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi, agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan PAUD akibat terkendala ekonomi, sosial, geografis, maupun keterbatasan lainnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu