Follow Us :              

73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Kuliah ke Luar Negeri

  03 August 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 140 
Kategori :
Bagikan :

73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Kuliah ke Luar Negeri

03 August 2026 | 00:00:00 | dibaca : 140
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Kuliah ke Luar Negeri
73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Kuliah ke Luar Negeri
73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Kuliah ke Luar Negeri
73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Kuliah ke Luar Negeri
73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Kuliah ke Luar Negeri

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG – Proses seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah selesai. Adapun dari 942 orang pendaftar, yang dinyatakan lolos ada sebanyak 73 orang. 

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, mengatakan, sejak dibuka pada tahun 2025, ada sebanyak 942 santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah yang mendaftar dalam program tersebut. Kemudian, dilakukan seleksi akademik dan wawancara dengan materi kemampuan baca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, kepesantrenan, dan wawasan kebangsaan. 

"Setelah disaring dari 942 pendaftar, yang lolos 73 orang. Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka, nama-namanya sudah kita umumkan pada 3 Agustus 2026," ucapnya di Kota Semarang pada Senin, 3 Agustus 2026.

Tercatat dari 73 orang tersebut, sebanyak 15 orang lolos beasiswa luar negeri (S1) di Cina, Al Azhar Mesir, dan Yaman, serta 58 orang lolos beasiswa dalam negeri (S1, S2, dan S3). 

Para penerima beasiswa itu mengambil berbagai bidang studi, mulai dari kedokteran,  keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, keislaman, dan lain sebagainya.

Hasyim menyatakan, para penerima beasiswa luar negeri akan diberikan biaya kuliah, biaya visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, dan bantuan tiket pesawat PP. Sementara penerima beasiswa dalam negeri diberikan bantuan uang kuliah tunggal/UKT setiap semester. 

"Beasiswa akan dimulai pada semester ini, tergantung dari kalender akademik masing-masing perguruan tinggi, yang jelas kampusnya harus yang sudah melakukan (penandatanganan) Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," imbuhnya. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, penerima beasiswa yang lolos akan dikumpulkan untuk diberikan bimbingan teknis dan motivasi agar mereka semakin bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam belajar. 

"Alhamdulilah untuk program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren sudah selesai semua tahapannya. Perkiraan di pertengahan bulan ini (Agustus), mereka akan kita panggil, kita motivasi agar benar-benar konsen pendidikannya," ucapnya. 

Meskipun kampus para penerima beasiswa dalam negeri tidak mewajibkan untuk datang langsung, Wagub berharap, mereka diharapkan tetap datang ke kampus. Setelah lulus, para penerima beasiswa diwajibkan pulang ke pesantren masing-masing untuk mengamalkan ilmunya. 

Dalam pelaksanaan program perdana ini, Wagub berkomitmen akan mengawal dan terus melakukan evaluasi. Apabila hasilnya bagus, tahun depan program ini bisa dibuka kembali.


Bagikan :

SEMARANG – Proses seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah selesai. Adapun dari 942 orang pendaftar, yang dinyatakan lolos ada sebanyak 73 orang. 

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, mengatakan, sejak dibuka pada tahun 2025, ada sebanyak 942 santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah yang mendaftar dalam program tersebut. Kemudian, dilakukan seleksi akademik dan wawancara dengan materi kemampuan baca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, kepesantrenan, dan wawasan kebangsaan. 

"Setelah disaring dari 942 pendaftar, yang lolos 73 orang. Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka, nama-namanya sudah kita umumkan pada 3 Agustus 2026," ucapnya di Kota Semarang pada Senin, 3 Agustus 2026.

Tercatat dari 73 orang tersebut, sebanyak 15 orang lolos beasiswa luar negeri (S1) di Cina, Al Azhar Mesir, dan Yaman, serta 58 orang lolos beasiswa dalam negeri (S1, S2, dan S3). 

Para penerima beasiswa itu mengambil berbagai bidang studi, mulai dari kedokteran,  keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, keislaman, dan lain sebagainya.

Hasyim menyatakan, para penerima beasiswa luar negeri akan diberikan biaya kuliah, biaya visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, dan bantuan tiket pesawat PP. Sementara penerima beasiswa dalam negeri diberikan bantuan uang kuliah tunggal/UKT setiap semester. 

"Beasiswa akan dimulai pada semester ini, tergantung dari kalender akademik masing-masing perguruan tinggi, yang jelas kampusnya harus yang sudah melakukan (penandatanganan) Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," imbuhnya. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, penerima beasiswa yang lolos akan dikumpulkan untuk diberikan bimbingan teknis dan motivasi agar mereka semakin bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam belajar. 

"Alhamdulilah untuk program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren sudah selesai semua tahapannya. Perkiraan di pertengahan bulan ini (Agustus), mereka akan kita panggil, kita motivasi agar benar-benar konsen pendidikannya," ucapnya. 

Meskipun kampus para penerima beasiswa dalam negeri tidak mewajibkan untuk datang langsung, Wagub berharap, mereka diharapkan tetap datang ke kampus. Setelah lulus, para penerima beasiswa diwajibkan pulang ke pesantren masing-masing untuk mengamalkan ilmunya. 

Dalam pelaksanaan program perdana ini, Wagub berkomitmen akan mengawal dan terus melakukan evaluasi. Apabila hasilnya bagus, tahun depan program ini bisa dibuka kembali.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu