Follow Us :              

Apresiasi Gerakan Ekoteologi, Wagub Ajak Kampus Atasi Ancaman Bencana

  04 August 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 97 
Kategori :
Bagikan :

Apresiasi Gerakan Ekoteologi, Wagub Ajak Kampus Atasi Ancaman Bencana

04 August 2026 | 09:00:00 | dibaca : 97
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Apresiasi Gerakan Ekoteologi, Wagub Ajak Kampus Atasi Ancaman Bencana
Apresiasi Gerakan Ekoteologi, Wagub Ajak Kampus Atasi Ancaman Bencana
Apresiasi Gerakan Ekoteologi, Wagub Ajak Kampus Atasi Ancaman Bencana
Apresiasi Gerakan Ekoteologi, Wagub Ajak Kampus Atasi Ancaman Bencana
Apresiasi Gerakan Ekoteologi, Wagub Ajak Kampus Atasi Ancaman Bencana

Foto : Mizan (Humas Jateng)

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak perguruan tinggi  terlibat untuk mengatasi ancaman bencana di wilayahnya.

Hal itu disampaikannya dalam acara Peringatan Dies Natalis ke-60 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurutnya, perguruan tinggi Islam berperan penting dalam merawat integritas, meneguhkan nilai kemanusiaan, serta berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan lingkungan dan sosial.

Wagub mengapresiasi langkah UIN Sunan Kudus mengusung gerakan berbasis lingkungan di lingkungan akademis, melalui gerakan ekoteologi. 

Sebagai informasi, ekoteologi adalah perpaduan antara ilmu agama (teologi) dan ilmu lingkungan (ekologi) yang memandang bahwa merawat alam dan menjaga bumi adalah bagian dari bentuk ibadah serta wujud nyata keimanan kepada Tuhan.

Ia menilai, gerakan ekoteologi sangat relevan dengan kondisi geografis dan tantangan iklim yang dihadapi Kabupaten Kudus. Mengingat kemarau panjang sudah mulai berdampak pada masyarakat. Oleh sebab itu, kolaborasi nyata antara pemerintah dan akademisi menjadi hal yang sangat krusial.

"Kita harus kolaborasi dengan kampus-kampus itu, mengajak bagaimana anak-anak kampus, bagaimana civitas akademika memiliki terobosan, penemuan, dan inovasi yang bisa kita pakai," ucap Wagub.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyib Setyansah, mengaku sangat bangga atas apresiasi dan ajakan kolaborasi langsung dari Wagub Jateng.

Ia menyampaikan, konsep ekoteologi merupakan dorongan dari Kementerian Agama (Kemenag) yang disambut baik oleh perguruan tinggi dan mahasiswa. Nantinya, komitmen ini akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga program kemahasiswaan lainnya.

"Ke depan Dema dan pihak kampus akan melaksanakan program-program yang berfokus pada ekoteologi, baik melalui KKN, dan kegiatan lainnya," ungkap Thoyib.

Ia menambahkan, inti dari gerakan ekoteologi adalah memadukan pemahaman nilai-nilai keagamaan Islam dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.


Bagikan :

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak perguruan tinggi  terlibat untuk mengatasi ancaman bencana di wilayahnya.

Hal itu disampaikannya dalam acara Peringatan Dies Natalis ke-60 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurutnya, perguruan tinggi Islam berperan penting dalam merawat integritas, meneguhkan nilai kemanusiaan, serta berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan lingkungan dan sosial.

Wagub mengapresiasi langkah UIN Sunan Kudus mengusung gerakan berbasis lingkungan di lingkungan akademis, melalui gerakan ekoteologi. 

Sebagai informasi, ekoteologi adalah perpaduan antara ilmu agama (teologi) dan ilmu lingkungan (ekologi) yang memandang bahwa merawat alam dan menjaga bumi adalah bagian dari bentuk ibadah serta wujud nyata keimanan kepada Tuhan.

Ia menilai, gerakan ekoteologi sangat relevan dengan kondisi geografis dan tantangan iklim yang dihadapi Kabupaten Kudus. Mengingat kemarau panjang sudah mulai berdampak pada masyarakat. Oleh sebab itu, kolaborasi nyata antara pemerintah dan akademisi menjadi hal yang sangat krusial.

"Kita harus kolaborasi dengan kampus-kampus itu, mengajak bagaimana anak-anak kampus, bagaimana civitas akademika memiliki terobosan, penemuan, dan inovasi yang bisa kita pakai," ucap Wagub.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyib Setyansah, mengaku sangat bangga atas apresiasi dan ajakan kolaborasi langsung dari Wagub Jateng.

Ia menyampaikan, konsep ekoteologi merupakan dorongan dari Kementerian Agama (Kemenag) yang disambut baik oleh perguruan tinggi dan mahasiswa. Nantinya, komitmen ini akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga program kemahasiswaan lainnya.

"Ke depan Dema dan pihak kampus akan melaksanakan program-program yang berfokus pada ekoteologi, baik melalui KKN, dan kegiatan lainnya," ungkap Thoyib.

Ia menambahkan, inti dari gerakan ekoteologi adalah memadukan pemahaman nilai-nilai keagamaan Islam dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu