Follow Us :              

Cegah Penumpukan Pasien, Wagub Tinjau Langsung Layanan Fast Track RSUD Moewardi

  13 August 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 157 
Kategori :
Bagikan :

Cegah Penumpukan Pasien, Wagub Tinjau Langsung Layanan Fast Track RSUD Moewardi

13 August 2026 | 08:00:00 | dibaca : 157
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Cegah Penumpukan Pasien, Wagub Tinjau Langsung Layanan Fast Track RSUD Moewardi
Cegah Penumpukan Pasien, Wagub Tinjau Langsung Layanan Fast Track RSUD Moewardi
Cegah Penumpukan Pasien, Wagub Tinjau Langsung Layanan Fast Track RSUD Moewardi
Cegah Penumpukan Pasien, Wagub Tinjau Langsung Layanan Fast Track RSUD Moewardi
Cegah Penumpukan Pasien, Wagub Tinjau Langsung Layanan Fast Track RSUD Moewardi

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SURAKARTA – RSUD Dr. Moewardi Surakarta menerapkan layanan fast track (jalur cepat) untuk mencegah penumpukan pesien. Sebab, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu melayani kunjungan pasien sebanyak 1.500- 3.000 pasien setiap harinya. 

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung layanan fast track pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Wagub menyampaikan, ia tidak melihat adanya penumpukan pasien. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan langsung diarahkan ke lantai 3, sehingga kepadatan lebih terkendali.

“Saya senang, karena sudah tidak melihat lagi masyarakat atau pasien di bawah (lantai 1) numpuk,” katanya. 

Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan pembenahan alur pelayanan mulai memberikan hasil. 

“Ini artinya pelayanan fast track itu semakin meningkat, semakin baik,” ujarnya.

Perbaikan layanan menjadi perhatian, karena beberapa hari sebelumnya ada masyarakat yang mengeluhkan lamanya proses pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Wagub menyampaikan, keluhan tersebut tidak selalu berarti pasien tidak mendapatkan penanganan, tetapi bisa terjadi karena proses rujukan dan perpindahan pasien antarunit belum terkoneksi dengan cepat. Kini, koneksi antarunit tersebut mulai dibenahi. 

Ia menilai, setiap bagian harus memahami tugasnya masing-masing agar pasien tidak menjadi pihak yang dirugikan karena persoalan koordinasi.

Wagub menilai, perbaikan pelayanan di RSUD Dr. Moewardi memiliki arti lebih luas, karena rumah sakit tersebut menjadi salah satu wajah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Ia pun bersyukur masyarakat masih memberikan respons positif terhadap pelayanan Moewardi. Bahkan, pasien dari luar provinsi datang untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Di sisi lain, RSUD Dr. Moewardi kini memberi perhatian khusus terhadap lamanya pasien saat berada di IGD. 

Direktur RSUD Dr. Moewardi, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, pasien kegawatdaruratan idealnya sudah mendapatkan kepastian penanganan maksimal enam jam setelah masuk IGD. Dalam rentang waktu tersebut, pasien harus sudah diputuskan apakah memerlukan operasi, rawat inap, atau perawatan di ICU.

Ia mengatakan, persoalan pasien yang berada lebih dari enam jam di IGD kini menjadi salah satu prioritas pembenahan. Jajaran struktural rumah sakit juga harus terus beradaptasi dengan berbagai persoalan yang muncul dalam pelayanan sehari-hari.


Bagikan :

SURAKARTA – RSUD Dr. Moewardi Surakarta menerapkan layanan fast track (jalur cepat) untuk mencegah penumpukan pesien. Sebab, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu melayani kunjungan pasien sebanyak 1.500- 3.000 pasien setiap harinya. 

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung layanan fast track pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Wagub menyampaikan, ia tidak melihat adanya penumpukan pasien. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan langsung diarahkan ke lantai 3, sehingga kepadatan lebih terkendali.

“Saya senang, karena sudah tidak melihat lagi masyarakat atau pasien di bawah (lantai 1) numpuk,” katanya. 

Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan pembenahan alur pelayanan mulai memberikan hasil. 

“Ini artinya pelayanan fast track itu semakin meningkat, semakin baik,” ujarnya.

Perbaikan layanan menjadi perhatian, karena beberapa hari sebelumnya ada masyarakat yang mengeluhkan lamanya proses pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Wagub menyampaikan, keluhan tersebut tidak selalu berarti pasien tidak mendapatkan penanganan, tetapi bisa terjadi karena proses rujukan dan perpindahan pasien antarunit belum terkoneksi dengan cepat. Kini, koneksi antarunit tersebut mulai dibenahi. 

Ia menilai, setiap bagian harus memahami tugasnya masing-masing agar pasien tidak menjadi pihak yang dirugikan karena persoalan koordinasi.

Wagub menilai, perbaikan pelayanan di RSUD Dr. Moewardi memiliki arti lebih luas, karena rumah sakit tersebut menjadi salah satu wajah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Ia pun bersyukur masyarakat masih memberikan respons positif terhadap pelayanan Moewardi. Bahkan, pasien dari luar provinsi datang untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Di sisi lain, RSUD Dr. Moewardi kini memberi perhatian khusus terhadap lamanya pasien saat berada di IGD. 

Direktur RSUD Dr. Moewardi, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, pasien kegawatdaruratan idealnya sudah mendapatkan kepastian penanganan maksimal enam jam setelah masuk IGD. Dalam rentang waktu tersebut, pasien harus sudah diputuskan apakah memerlukan operasi, rawat inap, atau perawatan di ICU.

Ia mengatakan, persoalan pasien yang berada lebih dari enam jam di IGD kini menjadi salah satu prioritas pembenahan. Jajaran struktural rumah sakit juga harus terus beradaptasi dengan berbagai persoalan yang muncul dalam pelayanan sehari-hari.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu