Follow Us :              

Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Wagub Tegaskan Guru Harus Sejahtera

  18 August 2026  |   08:20:00  |   dibaca : 139 
Kategori :
Bagikan :

Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Wagub Tegaskan Guru Harus Sejahtera

18 August 2026 | 08:20:00 | dibaca : 139
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Wagub Tegaskan Guru Harus Sejahtera
Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Wagub Tegaskan Guru Harus Sejahtera
Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Wagub Tegaskan Guru Harus Sejahtera
Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Wagub Tegaskan Guru Harus Sejahtera
Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Wagub Tegaskan Guru Harus Sejahtera

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Suasana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri  (UIN) Walisongo Semarang ,2026 mendadak haru. Seorang mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Muhammad Dimas Ardiansyah, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan aspirasi kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Di hadapan Wagub yang menjadi narasumber Orasi Kebangsaan di Lapangan Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa, 18 Agustus 2026, Dimas mempertanyakan masa depan kesejahteraan guru. 

Sebagai mahasiswa calon guru, ia mengaku resah melihat kondisi sebagian guru yang dinilai belum mendapatkan penghargaan layak atas peran mereka dalam mencerdaskan bangsa.

"Saya memperjuangkan hak-hak guru," kata Dimas.

Dimas yang kelak berharap menjadi guru juga menyinggung pentingnya pendidikan dalam membangun sebuah negara. Ia mengutip kisah Kaisar Hirohito, setelah Jepang dihantam bom atom dalam Perang Dunia II. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu fondasi yang kemudian membuat Jepang mampu bangkit.

Tangis Dimas mulai pecah ketika ia mengingat jasa guru yang mengenalkannya pada pendidikan sejak kecil.

"Para guru yang telah mendidik kita, dari kita mengenal membaca, kita mengenal alif, ba, ta, sa, jim (huruf hijaiyah) dari guru-guru yang mendidik kita," katanya dengan suara bergetar.

Kemudian, ia meminta Wagub menjelaskan program dan solusi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Menanggapi aspirasi itu, Wagub mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng menempatkan kesejahteraan guru sebagai perhatian. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Siapa yang paling banyak mengangkat PPPK guru di Indonesia? Jawa Tengah (termasuk salah satunya)," ucapnya.

Berdasarkan data, jumlah guru PPPK di bawah naungan Pemprov Jateng mencapai 17.662 orang, dengan jumlah guru PPPK paruh waktu mencapai 2.954 orang. 

Wagub mengatakan, saat guru sudah menjadi PPPK, kesejahteraannya tidak hanya dilihat dari gaji pokok, tetapi juga tambahan penghasilan yang diterima sesuai ketentuan.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti pada guru formal. Pemprov Jateng juga memberikan insentif bagi guru nonformal, termasuk guru agama yang mengajar di pondok pesantren maupun madrasah.

"Sejak lima tahun yang lalu guru-guru agama kita beri insentif. Sampai hari ini, kita masih mempertahankan insentif itu di saat ekonomi kita tidak baik-baik saja," ujarnya.

Wagub mengatakan, guru nonformal menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian, karena sebagian di antaranya masih memperoleh penghasilan yang sangat terbatas. Oleh karena itu, insentif bagi guru nonformal dipertahankan sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap para guru.

Ia juga menyambut baik aspirasi mahasiswa UIN Walisongo agar perhatian terhadap kesejahteraan guru terus diperkuat hingga tingkat pemerintah pusat.

Usai acara, Wagub mengapresiasi keberanian mahasiswa baru menyampaikan persoalan tersebut secara langsung. Menurutnya, kritik dan aspirasi mahasiswa justru dibutuhkan agar pemerintah mengetahui persoalan yang dirasakan masyarakat.

"Saya senang. Saya ucapkan terima kasih kepada UIN, mahasiswanya kritis menyampaikan aspirasi," katanya.

Ia menegaskan, aspirasi mengenai kesejahteraan guru akan terus dikawal pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun melalui komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

"Guru harus sejahtera, guru harus dipikirkan. Ini akan kita kawal bersama-sama," ucap Wagub.

Baginya, perhatian terhadap guru bukan semata persoalan besaran penghasilan. Kesejahteraan guru berkaitan langsung dengan masa depan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.

"Saya sepakat bahwa pendidikan adalah pintu kemajuan Negara Republik Indonesia ini," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG – Suasana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri  (UIN) Walisongo Semarang ,2026 mendadak haru. Seorang mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Muhammad Dimas Ardiansyah, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan aspirasi kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Di hadapan Wagub yang menjadi narasumber Orasi Kebangsaan di Lapangan Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa, 18 Agustus 2026, Dimas mempertanyakan masa depan kesejahteraan guru. 

Sebagai mahasiswa calon guru, ia mengaku resah melihat kondisi sebagian guru yang dinilai belum mendapatkan penghargaan layak atas peran mereka dalam mencerdaskan bangsa.

"Saya memperjuangkan hak-hak guru," kata Dimas.

Dimas yang kelak berharap menjadi guru juga menyinggung pentingnya pendidikan dalam membangun sebuah negara. Ia mengutip kisah Kaisar Hirohito, setelah Jepang dihantam bom atom dalam Perang Dunia II. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu fondasi yang kemudian membuat Jepang mampu bangkit.

Tangis Dimas mulai pecah ketika ia mengingat jasa guru yang mengenalkannya pada pendidikan sejak kecil.

"Para guru yang telah mendidik kita, dari kita mengenal membaca, kita mengenal alif, ba, ta, sa, jim (huruf hijaiyah) dari guru-guru yang mendidik kita," katanya dengan suara bergetar.

Kemudian, ia meminta Wagub menjelaskan program dan solusi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Menanggapi aspirasi itu, Wagub mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng menempatkan kesejahteraan guru sebagai perhatian. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Siapa yang paling banyak mengangkat PPPK guru di Indonesia? Jawa Tengah (termasuk salah satunya)," ucapnya.

Berdasarkan data, jumlah guru PPPK di bawah naungan Pemprov Jateng mencapai 17.662 orang, dengan jumlah guru PPPK paruh waktu mencapai 2.954 orang. 

Wagub mengatakan, saat guru sudah menjadi PPPK, kesejahteraannya tidak hanya dilihat dari gaji pokok, tetapi juga tambahan penghasilan yang diterima sesuai ketentuan.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti pada guru formal. Pemprov Jateng juga memberikan insentif bagi guru nonformal, termasuk guru agama yang mengajar di pondok pesantren maupun madrasah.

"Sejak lima tahun yang lalu guru-guru agama kita beri insentif. Sampai hari ini, kita masih mempertahankan insentif itu di saat ekonomi kita tidak baik-baik saja," ujarnya.

Wagub mengatakan, guru nonformal menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian, karena sebagian di antaranya masih memperoleh penghasilan yang sangat terbatas. Oleh karena itu, insentif bagi guru nonformal dipertahankan sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap para guru.

Ia juga menyambut baik aspirasi mahasiswa UIN Walisongo agar perhatian terhadap kesejahteraan guru terus diperkuat hingga tingkat pemerintah pusat.

Usai acara, Wagub mengapresiasi keberanian mahasiswa baru menyampaikan persoalan tersebut secara langsung. Menurutnya, kritik dan aspirasi mahasiswa justru dibutuhkan agar pemerintah mengetahui persoalan yang dirasakan masyarakat.

"Saya senang. Saya ucapkan terima kasih kepada UIN, mahasiswanya kritis menyampaikan aspirasi," katanya.

Ia menegaskan, aspirasi mengenai kesejahteraan guru akan terus dikawal pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun melalui komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

"Guru harus sejahtera, guru harus dipikirkan. Ini akan kita kawal bersama-sama," ucap Wagub.

Baginya, perhatian terhadap guru bukan semata persoalan besaran penghasilan. Kesejahteraan guru berkaitan langsung dengan masa depan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.

"Saya sepakat bahwa pendidikan adalah pintu kemajuan Negara Republik Indonesia ini," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu