Follow Us :              

Pemprov Jateng Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat 

  20 August 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 138 
Kategori :
Bagikan :

Pemprov Jateng Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat 

20 August 2026 | 10:00:00 | dibaca : 138
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pemprov Jateng Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat 
Pemprov Jateng Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat 
Pemprov Jateng Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat 
Pemprov Jateng Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat 
Pemprov Jateng Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat 

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi atau minat baca masyarakat di tingkat akar rumput.

Salah satunya dengan memaksimalkan peran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bunda Literasi, dan Bunda Posyandu. Selain itu, transformasi peran perpustakaan daerah juga didorong agar sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Semarang pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kunjungan ini membahas terkait pemenuhan tenaga perpustakaan.

Wagub mengakui, pihaknya masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengelola perpustakaan hingga ke tingkat daerah.

Selain itu, ada pergeseran paradigma masyarakat terhadap perpustakaan. Banyak generasi muda menganggap seluruh akses literasi telah tersedia secara digital, sehingga kunjungan fisik ke gedung perpustakaan cenderung menurun.

Wagub menyampaikan, saat ini perpustakaan dituntut tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga harus bisa beradaptasi, berinovasi, dan memberikan nilai tambah.

"Perpustakaan dituntut menjadi wadah literasi, yang mampu memahami kebutuhan anak-anak zaman sekarang,” ucapnya. 

Sebagai bentuk adaptasi, Pemprov Jateng telah membenahi fasilitas perpustakaan daerah, termasuk menyediakan area kafe di lantai atas untuk menciptakan suasana yang lebih menarik bagi anak muda.

Wagub menambahkan, dukungan fasilitas juga perlu diberikan di perpustakaan-perpustakaan sekolah baik negeri maupun swasta. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Wijayati, mengatakan bahwa persoalan pustakawan dan anggaran menjadi dua hal penting yang perlu segera mendapat perhatian.

Menurutnya, kebutuhan pustakawan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga, tetapi juga menyangkut kepastian pengembangan karier dan kesejahteraannya.

Ia mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi persoalan secara nasional. Padahal, peningkatan minat baca masyarakat berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Esti menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. oleh karena itu, kebijakan untuk memperkuat perpustakaan perlu didorong bersama-sama baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi atau minat baca masyarakat di tingkat akar rumput.

Salah satunya dengan memaksimalkan peran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bunda Literasi, dan Bunda Posyandu. Selain itu, transformasi peran perpustakaan daerah juga didorong agar sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Semarang pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kunjungan ini membahas terkait pemenuhan tenaga perpustakaan.

Wagub mengakui, pihaknya masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengelola perpustakaan hingga ke tingkat daerah.

Selain itu, ada pergeseran paradigma masyarakat terhadap perpustakaan. Banyak generasi muda menganggap seluruh akses literasi telah tersedia secara digital, sehingga kunjungan fisik ke gedung perpustakaan cenderung menurun.

Wagub menyampaikan, saat ini perpustakaan dituntut tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga harus bisa beradaptasi, berinovasi, dan memberikan nilai tambah.

"Perpustakaan dituntut menjadi wadah literasi, yang mampu memahami kebutuhan anak-anak zaman sekarang,” ucapnya. 

Sebagai bentuk adaptasi, Pemprov Jateng telah membenahi fasilitas perpustakaan daerah, termasuk menyediakan area kafe di lantai atas untuk menciptakan suasana yang lebih menarik bagi anak muda.

Wagub menambahkan, dukungan fasilitas juga perlu diberikan di perpustakaan-perpustakaan sekolah baik negeri maupun swasta. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Wijayati, mengatakan bahwa persoalan pustakawan dan anggaran menjadi dua hal penting yang perlu segera mendapat perhatian.

Menurutnya, kebutuhan pustakawan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga, tetapi juga menyangkut kepastian pengembangan karier dan kesejahteraannya.

Ia mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi persoalan secara nasional. Padahal, peningkatan minat baca masyarakat berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Esti menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. oleh karena itu, kebijakan untuk memperkuat perpustakaan perlu didorong bersama-sama baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu