Follow Us :              

Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jawa Tengah

  22 August 2026  |   20:00:00  |   dibaca : 147 
Kategori :
Bagikan :

Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jawa Tengah

22 August 2026 | 20:00:00 | dibaca : 147
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jawa Tengah
Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jawa Tengah
Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jawa Tengah
Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jawa Tengah
Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jawa Tengah

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Bagi sebagian warga, perayaan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah bukan sekadar panggung hiburan. Ada nostalgia yang ingin diulang, ada waktu yang ingin dihabiskan bersama keluarga dan teman, sekaligus harapan yang ingin disampaikan untuk Jawa Tengah ke depan.

Cerita itu terasa di tengah gelaran Harmony of Java 2026 di Kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026. 

Masyarakat tumpah ruah datang menikmati pesta rakyat dan penampilan sejumlah musisi, mulai dari Good Morning Everyone (GME), Pertelon Koplo, dan grup musik legendaris, KLa Project.

Eli Rahmawati, warga Salatiga, menjadi salah satunya. Bersama lima temannya, ia sudah tiba sejak pagi. Mereka sengaja menunggu hingga malam, karena ingin menyaksikan KLa Project, grup musik yang lekat dengan kenangan masa muda mereka.

"Kebetulan ini gratis, jadi pada minat semua teman-teman, terutama untuk kami yang seusia, yang masih tahun 80-an. Nostalgia," ucapnya.

Bagi Eli, kebersamaan dengan teman-temannya juga membuat perayaan terasa lebih istimewa. Apalagi, kegiatan tersebut dapat dinikmati masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya.

Ia mengaku senang dengan suasana pesta rakyat yang berlangsung meriah. Menurutnya, kegiatan seperti ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati hiburan bersama.

"Kesannya luar biasa menyenangkan dan semoga pesta rakyat ini menjadi dedikasi dan inspirasi, untuk acara yang selanjutnya," ujarnya.

Setelah menikmati hiburan dan bernostalgia, Eli menyimpan harapan lain untuk Jawa Tengah. Sebagai seorang guru, ia berharap pembangunan ke depan semakin memperhatikan kesejahteraan masyarakat, termasuk para guru.

Cerita berbeda datang dari Antonius, warga Kota Semarang. Ia datang bersama keluarga untuk menikmati perayaan Hari Jadi Jateng.

Bagi Antonius, kemeriahan acara menjadi kesempatan sederhana untuk menikmati ulang tahun Jawa Tengah bersama keluarga. Ia mengapresiasi Jateng yang telah menghadirkan musisi populer dan telah dikenal lintas generasi.

Ia berharap, konsep serupa tetap dipertahankan pada perayaan-perayaan berikutnya. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati acara secara langsung.

"Mungkin bisa kembali hadir artis-artis yang populer, yang legendaris tentunya, seperti ini. Saya kira tetap harus merakyat," ujarnya.

Kemeriahan yang dirasakan warga tersebut sejalan dengan pesan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Dalam sambutannya, ia mengatakan peringatan Hari Jadi ke-81 Jateng sengaja dikemas sederhana, tetapi hal ini justru mendapat sambutan besar dari masyarakat.

"HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah kita mengadakan yang sangat-sangat sederhana. Saking sederhananya masyarakat berlimpah ruah datang ke tempat kita," ucapnya.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam perayaan ini sekaligus menggambarkan bahwa pembangunan Jawa Tengah tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah. Sebab, kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.


Bagikan :

SEMARANG — Bagi sebagian warga, perayaan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah bukan sekadar panggung hiburan. Ada nostalgia yang ingin diulang, ada waktu yang ingin dihabiskan bersama keluarga dan teman, sekaligus harapan yang ingin disampaikan untuk Jawa Tengah ke depan.

Cerita itu terasa di tengah gelaran Harmony of Java 2026 di Kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026. 

Masyarakat tumpah ruah datang menikmati pesta rakyat dan penampilan sejumlah musisi, mulai dari Good Morning Everyone (GME), Pertelon Koplo, dan grup musik legendaris, KLa Project.

Eli Rahmawati, warga Salatiga, menjadi salah satunya. Bersama lima temannya, ia sudah tiba sejak pagi. Mereka sengaja menunggu hingga malam, karena ingin menyaksikan KLa Project, grup musik yang lekat dengan kenangan masa muda mereka.

"Kebetulan ini gratis, jadi pada minat semua teman-teman, terutama untuk kami yang seusia, yang masih tahun 80-an. Nostalgia," ucapnya.

Bagi Eli, kebersamaan dengan teman-temannya juga membuat perayaan terasa lebih istimewa. Apalagi, kegiatan tersebut dapat dinikmati masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya.

Ia mengaku senang dengan suasana pesta rakyat yang berlangsung meriah. Menurutnya, kegiatan seperti ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati hiburan bersama.

"Kesannya luar biasa menyenangkan dan semoga pesta rakyat ini menjadi dedikasi dan inspirasi, untuk acara yang selanjutnya," ujarnya.

Setelah menikmati hiburan dan bernostalgia, Eli menyimpan harapan lain untuk Jawa Tengah. Sebagai seorang guru, ia berharap pembangunan ke depan semakin memperhatikan kesejahteraan masyarakat, termasuk para guru.

Cerita berbeda datang dari Antonius, warga Kota Semarang. Ia datang bersama keluarga untuk menikmati perayaan Hari Jadi Jateng.

Bagi Antonius, kemeriahan acara menjadi kesempatan sederhana untuk menikmati ulang tahun Jawa Tengah bersama keluarga. Ia mengapresiasi Jateng yang telah menghadirkan musisi populer dan telah dikenal lintas generasi.

Ia berharap, konsep serupa tetap dipertahankan pada perayaan-perayaan berikutnya. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati acara secara langsung.

"Mungkin bisa kembali hadir artis-artis yang populer, yang legendaris tentunya, seperti ini. Saya kira tetap harus merakyat," ujarnya.

Kemeriahan yang dirasakan warga tersebut sejalan dengan pesan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Dalam sambutannya, ia mengatakan peringatan Hari Jadi ke-81 Jateng sengaja dikemas sederhana, tetapi hal ini justru mendapat sambutan besar dari masyarakat.

"HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah kita mengadakan yang sangat-sangat sederhana. Saking sederhananya masyarakat berlimpah ruah datang ke tempat kita," ucapnya.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam perayaan ini sekaligus menggambarkan bahwa pembangunan Jawa Tengah tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah. Sebab, kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu