Follow Us :              

Wagub Raih Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif BudAI Award 2026, Keteladanan Jadi Dasar Penghargaan

  24 August 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 135 
Kategori :
Bagikan :

Wagub Raih Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif BudAI Award 2026, Keteladanan Jadi Dasar Penghargaan

24 August 2026 | 08:30:00 | dibaca : 135
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wagub Raih Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif BudAI Award 2026, Keteladanan Jadi Dasar Penghargaan
Wagub Raih Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif BudAI Award 2026, Keteladanan Jadi Dasar Penghargaan
Wagub Raih Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif BudAI Award 2026, Keteladanan Jadi Dasar Penghargaan
Wagub Raih Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif BudAI Award 2026, Keteladanan Jadi Dasar Penghargaan
Wagub Raih Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif BudAI Award 2026, Keteladanan Jadi Dasar Penghargaan

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menerima penghargaan Budaya Akademik Islami (BudAI) Award 2026 dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada Senin, 24 Agustus 2026. 

Wagub menerima penghargaan kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif yang dinilai sesuai dengan nilai budaya akademik Islami, birrul walidain (bakti kepada orang tua), dan takrimul aulad (memuliakan anak).

Alih-alih melihat penghargaan itu sebagai capaian pribadi, Wagub justru menyebutnya sebagai hasil kerja bersama. Sebab, perjalanan pengabdiannya tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk keluarga.

“Di belakang saya banyak orang yang mendampingi saya, salah satunya adalah istri saya,” ucapnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Unissula yang selama ini konsisten memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki keteladanan dalam bidang akademik, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Wagub menilai, penghargaan ini juga menjadi pengingat untuk melanjutkan nilai-nilai yang telah ditanamkan para tokoh sebelumnya. Ia menyebut, sejumlah penerima BudAI Award terdahulu sebagai bagian dari mata rantai keteladanan yang perlu diteruskan.

“Kami mengikuti jejak-jejak beliau, melanjutkan apa yang sudah difondasikan oleh beliau-beliau untuk membangun Jawa Tengah, terkhusus di bidang keagamaan,” ujarnya.

Baginya, pembangunan di bidang keagamaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan manusia. Maka dari itu, pendidikan dan kemampuan intelektual perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter dan nilai keagamaan.

Wagub menilai, prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam) yang menjadi tema dalam penganugerahan tersebut penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengatakan, pendidikan keagamaan bukan untuk meninggalkan kelompok lain, melainkan menjadi landasan untuk mengayomi dan merangkul semua pihak.

Oleh karena itu, Wagub tidak melihat penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi saja, tetapi menjadikannya sebagai penyemangat untuk terus memperbaiki kekurangan sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengajak perguruan tinggi untuk semakin terlibat dalam pembangunan daerah. Sebab, pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan sendiri.

“Kami juga akan merangkul semuanya, untuk menjadi bagian pembangunan dan penanganan permasalahan yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Rektor Unissula, Gunarto, mengatakan, BudAI Award diberikan bukan sekadar penghargaan atas jabatan atau popularitas seseorang, melainkan sebagai bentuk apresiasi terhadap keteladanan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Di tengah persoalan kepemimpinan yang dihadapi dunia, Unissula berupaya membangun generasi yang memiliki karakter kuat melalui budaya akademik Islami.

“Karakter unggul tidak sekadar diajarkan di ruang-ruang kuliah dan laboratorium, tetapi dilahirkan melalui kehidupan nyata di kebangsaan dan masyarakat,” ujar Gunarto.

Ia menyebut, Wagub layak menerima penghargaan tersebut karena dinilai menunjukkan keteladanan dalam birrul walidain dan takrimul aulad, sekaligus meneruskan perjuangan ayahnya, K.H. Maimoen Zubair.

Menurut Gunarto, Wagub juga memegang pesan yang pernah disampaikan ayahnya sebelum wafat, yakni menjaga pesantren, negara, dan pemerintahan melalui kerja nyata.

Sementara nilai takrimul aulad, tercermin dari perhatian Wagub terhadap pendidikan para santri, termasuk upaya mengusahakan beasiswa pendidikan tinggi di dalam negeri dan luar negeri.

Ia juga menyoroti perjalanan pendidikan Wagub yang memadukan pendidikan pesantren dan pendidikan umum hingga menempuh pendidikan di universitas yang ada di Damaskus. 

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa generasi muda muslim dapat memiliki wawasan global tanpa kehilangan akar tradisi keislamannya.

Dalam bidang kepemimpinan, Wagub dinilai telah menunjukkan rekam jejak sejak menjadi pemimpin organisasi kepemudaan, anggota DPRD Jawa Tengah pada usia 31 tahun, hingga dipercaya menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam dua periode.

Kontribusinya juga dinilai menyentuh masyarakat secara langsung, antara lain melalui percepatan sertifikasi halal produk UMKM, pemberian insentif bagi guru keagamaan dan tenaga kependidikan nonformal, pengembangan ekonomi pesantren, serta optimalisasi zakat ASN untuk membantu penyediaan rumah sehat dan hunian layak bagi warga miskin.

“Atas dasar rekam jejak dan keteladanan tersebut, Unissula dengan penuh rasa hormat menganugerahkan BudAI Award 2026 Kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif kepada Taj Yasin Maimoen,” ucap Gunarto.

Penganugerahan tersebut sekaligus menempatkan Wagub Jateng bersama deretan penerima BudAI Award sebelumnya, di antaranya Buya Hamka, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Muhammad Nuh, Imam Suprayogo, Ahmad Darodji, Abdul Jamil, hingga K.H. Maimoen Zubair.


Bagikan :

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menerima penghargaan Budaya Akademik Islami (BudAI) Award 2026 dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada Senin, 24 Agustus 2026. 

Wagub menerima penghargaan kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif yang dinilai sesuai dengan nilai budaya akademik Islami, birrul walidain (bakti kepada orang tua), dan takrimul aulad (memuliakan anak).

Alih-alih melihat penghargaan itu sebagai capaian pribadi, Wagub justru menyebutnya sebagai hasil kerja bersama. Sebab, perjalanan pengabdiannya tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk keluarga.

“Di belakang saya banyak orang yang mendampingi saya, salah satunya adalah istri saya,” ucapnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Unissula yang selama ini konsisten memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki keteladanan dalam bidang akademik, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Wagub menilai, penghargaan ini juga menjadi pengingat untuk melanjutkan nilai-nilai yang telah ditanamkan para tokoh sebelumnya. Ia menyebut, sejumlah penerima BudAI Award terdahulu sebagai bagian dari mata rantai keteladanan yang perlu diteruskan.

“Kami mengikuti jejak-jejak beliau, melanjutkan apa yang sudah difondasikan oleh beliau-beliau untuk membangun Jawa Tengah, terkhusus di bidang keagamaan,” ujarnya.

Baginya, pembangunan di bidang keagamaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan manusia. Maka dari itu, pendidikan dan kemampuan intelektual perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter dan nilai keagamaan.

Wagub menilai, prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam) yang menjadi tema dalam penganugerahan tersebut penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengatakan, pendidikan keagamaan bukan untuk meninggalkan kelompok lain, melainkan menjadi landasan untuk mengayomi dan merangkul semua pihak.

Oleh karena itu, Wagub tidak melihat penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi saja, tetapi menjadikannya sebagai penyemangat untuk terus memperbaiki kekurangan sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengajak perguruan tinggi untuk semakin terlibat dalam pembangunan daerah. Sebab, pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan sendiri.

“Kami juga akan merangkul semuanya, untuk menjadi bagian pembangunan dan penanganan permasalahan yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Rektor Unissula, Gunarto, mengatakan, BudAI Award diberikan bukan sekadar penghargaan atas jabatan atau popularitas seseorang, melainkan sebagai bentuk apresiasi terhadap keteladanan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Di tengah persoalan kepemimpinan yang dihadapi dunia, Unissula berupaya membangun generasi yang memiliki karakter kuat melalui budaya akademik Islami.

“Karakter unggul tidak sekadar diajarkan di ruang-ruang kuliah dan laboratorium, tetapi dilahirkan melalui kehidupan nyata di kebangsaan dan masyarakat,” ujar Gunarto.

Ia menyebut, Wagub layak menerima penghargaan tersebut karena dinilai menunjukkan keteladanan dalam birrul walidain dan takrimul aulad, sekaligus meneruskan perjuangan ayahnya, K.H. Maimoen Zubair.

Menurut Gunarto, Wagub juga memegang pesan yang pernah disampaikan ayahnya sebelum wafat, yakni menjaga pesantren, negara, dan pemerintahan melalui kerja nyata.

Sementara nilai takrimul aulad, tercermin dari perhatian Wagub terhadap pendidikan para santri, termasuk upaya mengusahakan beasiswa pendidikan tinggi di dalam negeri dan luar negeri.

Ia juga menyoroti perjalanan pendidikan Wagub yang memadukan pendidikan pesantren dan pendidikan umum hingga menempuh pendidikan di universitas yang ada di Damaskus. 

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa generasi muda muslim dapat memiliki wawasan global tanpa kehilangan akar tradisi keislamannya.

Dalam bidang kepemimpinan, Wagub dinilai telah menunjukkan rekam jejak sejak menjadi pemimpin organisasi kepemudaan, anggota DPRD Jawa Tengah pada usia 31 tahun, hingga dipercaya menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam dua periode.

Kontribusinya juga dinilai menyentuh masyarakat secara langsung, antara lain melalui percepatan sertifikasi halal produk UMKM, pemberian insentif bagi guru keagamaan dan tenaga kependidikan nonformal, pengembangan ekonomi pesantren, serta optimalisasi zakat ASN untuk membantu penyediaan rumah sehat dan hunian layak bagi warga miskin.

“Atas dasar rekam jejak dan keteladanan tersebut, Unissula dengan penuh rasa hormat menganugerahkan BudAI Award 2026 Kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif kepada Taj Yasin Maimoen,” ucap Gunarto.

Penganugerahan tersebut sekaligus menempatkan Wagub Jateng bersama deretan penerima BudAI Award sebelumnya, di antaranya Buya Hamka, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Muhammad Nuh, Imam Suprayogo, Ahmad Darodji, Abdul Jamil, hingga K.H. Maimoen Zubair.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu