Follow Us :              

Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jawa Tengah Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

  09 September 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 225 
Kategori :
Bagikan :

Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jawa Tengah Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

09 September 2026 | 13:00:00 | dibaca : 225
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jawa Tengah Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun
Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jawa Tengah Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun
Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jawa Tengah Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun
Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jawa Tengah Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun
Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jawa Tengah Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Perputaran ekonomi dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun. Sebab, ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia akan ikut meramaikan kegiatan tersebut. 

Selama beberapa hari di Kota Semarang, mereka tak hanya butuh penginapan, tetapi juga menggunakan jasa transportasi, berburu makanan khas atau kulineran, hingga mencari cendera mata untuk dibawa kembali ke daerahnya. Bahkan, bisa jadi mereka akan mampir di objek-objek wisata yang disediakan. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, angka tersebut merupakan hasil penghitungan dari Pemerintah Provinsi Jateng bersama Badan Pusat Statistik (BPS), dengan memperhitungkan aktivitas ekonomi selama rangkaian MTQ berlangsung pada 11-20 September 2026.

“Kita berharap ada Rp1,2 triliun. Kita menghitung dengan BPS kemarin,” ucapnya dalam Rapat Checking Terakhir Kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Rabu, 9 September 2026. 

Ia mengatakan, perputaran ekonomi tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas utama MTQ. Pemprov Jateng juga sengaja menyiapkan berbagai kegiatan pendukung untuk menarik aktivitas masyarakat dan para kafilah.

Sejumlah agenda akan digelar, antara lain job fair, penjualan produk UMKM, hingga rangkaian acara budaya di Kota Semarang disiapkan bersamaan dengan pelaksanaan MTQ. Para kafilah juga akan diarahkan untuk mengetahui destinasi wisata di Kota Semarang dan daerah sekitarnya.

“Kita akan tawarkan kepada kafilah yang  sekaligus mau berwisata di Semarang dan sekitarnya,” ucap Wagub.

Salah satu agenda yang ikut diperpanjang adalah Festival Kota Lama Semarang. Festival tersebut akan berlangsung hingga rangkaian MTQ Nasional selesai, sehingga diharapkan menjadi salah satu pilihan acara yang dapat dikunjungi para tamu dari berbagai daerah.

Wagub mengatakan, pemerintah juga menyiapkan titik-titik kumpul untuk memudahkan kafilah yang ingin berwisata. Dengan demikian, keberadaan ribuan tamu di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di lokasi perlombaan, tetapi turut memberi dampak bagi para pelaku usaha dan sektor pariwisata.

Dari sisi penyelenggaraan, Wagub menyebut persiapan MTQ Nasional secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90%. Sebanyak 12 venue perlombaan juga telah ditata dan dipersiapkan untuk digunakan.

Jumlah keseluruhan orang yang telah dikonfirmasi akan hadir dalam rangkaian MTQ mencapai sekitar 7.000 orang, meliputi peserta, ofisial, pendamping, serta unsur lainnya.

Wagub mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan keterlambatan kedatangan kafilah, khususnya karena sebagian besar peserta akan transit di Jakarta. Maka dari itu, koordinasi dilakukan dengan pihak bandara, maskapai, dan operator transportasi lainnya.

Hingga Rabu 9 September, seluruh jadwal penerbangan telah dikonfirmasi tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah juga memastikan kesiapan kedatangan kafilah yang menggunakan kereta api maupun kendaraan darat.

Dalam MTQ Nasional 2026 ini, Jawa Tengah akan mengirimkan kafilah untuk bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi. Pemprov Jateng menargetkan kafilahnya dapat menembus tiga besar nasional.

“Target kita yang pertama sukses pelaksanaan MTQ ke-31 ini, memberikan pelayanan terbaik buat para kafilah. Yang kedua dari perlombaan, kita targetkan paling tidak masuk tiga besar,” ucap Wagub.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, memastikan seluruh perangkat perlombaan MTQ Nasional telah disiapkan.

Menurutnya, penetapan peserta, dewan hakim, panitera, hingga perangkat perlombaan lainnya telah mencapai 100%. Kementerian Agama juga sudah menyiapkan majelis kode etik untuk mengantisipasi persoalan yang muncul selama perlombaan.

Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan mengikuti MTQ Nasional XXXI, terdiri dari 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Mereka akan berkompetisi dalam 8 cabang dan 24 golongan lomba dengan 48 kategori yang dipertandingkan. Panitia juga telah menyiapkan 5.257 butir soal.

“Mulai tanggal 11 kita sudah mulai kedatangan tamu-tamu dari seluruh provinsi di Indonesia sampai tanggal 20 September. Kita sukseskan MTQ ke-31 di Semarang ini,” ucapnya.

MTQ Nasional tahun ini juga menghadirkan sesuatu yang baru, yakni ekshibisi bagi penyandang disabilitas sensorik tuli. Sebanyak 24 peserta dari berbagai provinsi telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti ekshibisi tersebut.

Abu Rokhmad mengatakan, ekshibisi ini menjadi langkah awal untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi para penyandang disabilitas dalam penyelenggaraan MTQ. 

Kementerian Agama berencana untuk mengembangkan ekshibisi tersebut menjadi salah satu cabang lomba resmi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.


Bagikan :

SEMARANG – Perputaran ekonomi dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun. Sebab, ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia akan ikut meramaikan kegiatan tersebut. 

Selama beberapa hari di Kota Semarang, mereka tak hanya butuh penginapan, tetapi juga menggunakan jasa transportasi, berburu makanan khas atau kulineran, hingga mencari cendera mata untuk dibawa kembali ke daerahnya. Bahkan, bisa jadi mereka akan mampir di objek-objek wisata yang disediakan. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, angka tersebut merupakan hasil penghitungan dari Pemerintah Provinsi Jateng bersama Badan Pusat Statistik (BPS), dengan memperhitungkan aktivitas ekonomi selama rangkaian MTQ berlangsung pada 11-20 September 2026.

“Kita berharap ada Rp1,2 triliun. Kita menghitung dengan BPS kemarin,” ucapnya dalam Rapat Checking Terakhir Kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Rabu, 9 September 2026. 

Ia mengatakan, perputaran ekonomi tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas utama MTQ. Pemprov Jateng juga sengaja menyiapkan berbagai kegiatan pendukung untuk menarik aktivitas masyarakat dan para kafilah.

Sejumlah agenda akan digelar, antara lain job fair, penjualan produk UMKM, hingga rangkaian acara budaya di Kota Semarang disiapkan bersamaan dengan pelaksanaan MTQ. Para kafilah juga akan diarahkan untuk mengetahui destinasi wisata di Kota Semarang dan daerah sekitarnya.

“Kita akan tawarkan kepada kafilah yang  sekaligus mau berwisata di Semarang dan sekitarnya,” ucap Wagub.

Salah satu agenda yang ikut diperpanjang adalah Festival Kota Lama Semarang. Festival tersebut akan berlangsung hingga rangkaian MTQ Nasional selesai, sehingga diharapkan menjadi salah satu pilihan acara yang dapat dikunjungi para tamu dari berbagai daerah.

Wagub mengatakan, pemerintah juga menyiapkan titik-titik kumpul untuk memudahkan kafilah yang ingin berwisata. Dengan demikian, keberadaan ribuan tamu di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di lokasi perlombaan, tetapi turut memberi dampak bagi para pelaku usaha dan sektor pariwisata.

Dari sisi penyelenggaraan, Wagub menyebut persiapan MTQ Nasional secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90%. Sebanyak 12 venue perlombaan juga telah ditata dan dipersiapkan untuk digunakan.

Jumlah keseluruhan orang yang telah dikonfirmasi akan hadir dalam rangkaian MTQ mencapai sekitar 7.000 orang, meliputi peserta, ofisial, pendamping, serta unsur lainnya.

Wagub mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan keterlambatan kedatangan kafilah, khususnya karena sebagian besar peserta akan transit di Jakarta. Maka dari itu, koordinasi dilakukan dengan pihak bandara, maskapai, dan operator transportasi lainnya.

Hingga Rabu 9 September, seluruh jadwal penerbangan telah dikonfirmasi tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah juga memastikan kesiapan kedatangan kafilah yang menggunakan kereta api maupun kendaraan darat.

Dalam MTQ Nasional 2026 ini, Jawa Tengah akan mengirimkan kafilah untuk bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi. Pemprov Jateng menargetkan kafilahnya dapat menembus tiga besar nasional.

“Target kita yang pertama sukses pelaksanaan MTQ ke-31 ini, memberikan pelayanan terbaik buat para kafilah. Yang kedua dari perlombaan, kita targetkan paling tidak masuk tiga besar,” ucap Wagub.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, memastikan seluruh perangkat perlombaan MTQ Nasional telah disiapkan.

Menurutnya, penetapan peserta, dewan hakim, panitera, hingga perangkat perlombaan lainnya telah mencapai 100%. Kementerian Agama juga sudah menyiapkan majelis kode etik untuk mengantisipasi persoalan yang muncul selama perlombaan.

Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan mengikuti MTQ Nasional XXXI, terdiri dari 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Mereka akan berkompetisi dalam 8 cabang dan 24 golongan lomba dengan 48 kategori yang dipertandingkan. Panitia juga telah menyiapkan 5.257 butir soal.

“Mulai tanggal 11 kita sudah mulai kedatangan tamu-tamu dari seluruh provinsi di Indonesia sampai tanggal 20 September. Kita sukseskan MTQ ke-31 di Semarang ini,” ucapnya.

MTQ Nasional tahun ini juga menghadirkan sesuatu yang baru, yakni ekshibisi bagi penyandang disabilitas sensorik tuli. Sebanyak 24 peserta dari berbagai provinsi telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti ekshibisi tersebut.

Abu Rokhmad mengatakan, ekshibisi ini menjadi langkah awal untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi para penyandang disabilitas dalam penyelenggaraan MTQ. 

Kementerian Agama berencana untuk mengembangkan ekshibisi tersebut menjadi salah satu cabang lomba resmi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu