Follow Us :              

Layanan Makin Prima, Jateng Raih 3 Besar Layanan Investasi Terbaik Nasional

  16 September 2026  |   14:00:00  |   dibaca : 160 
Kategori :
Bagikan :

Layanan Makin Prima, Jateng Raih 3 Besar Layanan Investasi Terbaik Nasional

16 September 2026 | 14:00:00 | dibaca : 160
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Layanan Makin Prima, Jateng Raih 3 Besar Layanan Investasi Terbaik Nasional
Layanan Makin Prima, Jateng Raih 3 Besar Layanan Investasi Terbaik Nasional
Layanan Makin Prima, Jateng Raih 3 Besar Layanan Investasi Terbaik Nasional
Layanan Makin Prima, Jateng Raih 3 Besar Layanan Investasi Terbaik Nasional
Layanan Makin Prima, Jateng Raih 3 Besar Layanan Investasi Terbaik Nasional

Foto : Fajar (Humas Jateng)

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebagai Provinsi dengan Layanan Investasi Terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026. 

Pada kategori itu, Jawa Tengah meraih peringkat ketiga, setelah Provinsi Maluku Utara dan Jawa Timur. 

Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara ALI 2026 di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta pada Rabu, 16 September 2026.

Gubernur mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng serta dukungan dari stakeholder terkait. Ia menyampaikan, penghargaan ini menjadi pelecut motivasi untuk meningkatkan pelayanan investasi dan perizinan yang optimal di wilayahnya.

"Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk daripada investasi adalah adanya perizinan cepat, mudah, dan pelayanan prima," katanya.

Oleh karena itu, Gubernur meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan kinerja pelayanan perizinan dan investasi. Hal ini dilakukan dengan upaya jemput bola, memberikan pelayanan terbaik dan melayani dengan senyum, banyak bertanya kepada calon investor terkait kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi, serta upaya lainnya. 

Berdasarkan data, realisasi investasi di Jateng pada semester I-2026 mencapai Rp59,94 triliun, terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun (53,40%), penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp22,62 triliun (46,60%), dan investasi usaha mikro kecil (UMK) sebesar Rp11,40 triliun. Investasi tersebut berhasil menyerap 213.217 tenaga kerja melalui 55.989 proyek.

Dengan adanya investasi, diharapkan peluang dan lapangan pekerjaan bisa semakin terbuka, ekonomi lokal lebih kuat, hingga akhirnya masyarakat semakin sejahtera.

"Investasi adalah salah satu cara menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita," ucap Gubernur dalam berbagai kesempatan.

Pada kesempatan itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Roslan Roeslani, mengatakan, layanan investasi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. 

"Investasi adalah salah satu program yang membuat lapangan pekerjaan tercipta dan berjalan baik. Terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota yang sudah membantu meningkatkan investasi dan industri," katanya.

Menurutnya, layanan investasi yang terukur dan terstruktur akan memberikan kepastian investasi, mulai dari waktu dan pelayanan yang tentunya akan berdampak positif.

"Kerja kita harus cepat, kerja kita harus baik, dan mempunyai dampak yang besar, terutama dalam perekonomian. Dalam menarik investasi, kita harus berkompetisi dengan negara tetangga. Kita tidak boleh ketinggalan, bahkan harus lebih maju dalam rangka menciptakan layanan investasi yang baik," ucapnya.

Dalam ajang itu, pemerintah kabupaten/kota di Jateng juga mendapatkan penghargaan. Pemerintah Kabupaten Semarang meraih penghargaan layanan investasi, sementara Kabupaten Karanganyar masuk dalam nominasi atau enam besar kategori yang sama.


Bagikan :

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebagai Provinsi dengan Layanan Investasi Terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026. 

Pada kategori itu, Jawa Tengah meraih peringkat ketiga, setelah Provinsi Maluku Utara dan Jawa Timur. 

Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara ALI 2026 di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta pada Rabu, 16 September 2026.

Gubernur mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng serta dukungan dari stakeholder terkait. Ia menyampaikan, penghargaan ini menjadi pelecut motivasi untuk meningkatkan pelayanan investasi dan perizinan yang optimal di wilayahnya.

"Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk daripada investasi adalah adanya perizinan cepat, mudah, dan pelayanan prima," katanya.

Oleh karena itu, Gubernur meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan kinerja pelayanan perizinan dan investasi. Hal ini dilakukan dengan upaya jemput bola, memberikan pelayanan terbaik dan melayani dengan senyum, banyak bertanya kepada calon investor terkait kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi, serta upaya lainnya. 

Berdasarkan data, realisasi investasi di Jateng pada semester I-2026 mencapai Rp59,94 triliun, terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun (53,40%), penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp22,62 triliun (46,60%), dan investasi usaha mikro kecil (UMK) sebesar Rp11,40 triliun. Investasi tersebut berhasil menyerap 213.217 tenaga kerja melalui 55.989 proyek.

Dengan adanya investasi, diharapkan peluang dan lapangan pekerjaan bisa semakin terbuka, ekonomi lokal lebih kuat, hingga akhirnya masyarakat semakin sejahtera.

"Investasi adalah salah satu cara menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita," ucap Gubernur dalam berbagai kesempatan.

Pada kesempatan itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Roslan Roeslani, mengatakan, layanan investasi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. 

"Investasi adalah salah satu program yang membuat lapangan pekerjaan tercipta dan berjalan baik. Terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota yang sudah membantu meningkatkan investasi dan industri," katanya.

Menurutnya, layanan investasi yang terukur dan terstruktur akan memberikan kepastian investasi, mulai dari waktu dan pelayanan yang tentunya akan berdampak positif.

"Kerja kita harus cepat, kerja kita harus baik, dan mempunyai dampak yang besar, terutama dalam perekonomian. Dalam menarik investasi, kita harus berkompetisi dengan negara tetangga. Kita tidak boleh ketinggalan, bahkan harus lebih maju dalam rangka menciptakan layanan investasi yang baik," ucapnya.

Dalam ajang itu, pemerintah kabupaten/kota di Jateng juga mendapatkan penghargaan. Pemerintah Kabupaten Semarang meraih penghargaan layanan investasi, sementara Kabupaten Karanganyar masuk dalam nominasi atau enam besar kategori yang sama.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu