Follow Us :              

Investasi Mini Refinery di Jateng Segara Terealisasi, Investor Asal Dubai Puji Gerak Cepat Gubernur

  17 September 2026  |   11:30:00  |   dibaca : 536 
Kategori :
Bagikan :

Investasi Mini Refinery di Jateng Segara Terealisasi, Investor Asal Dubai Puji Gerak Cepat Gubernur

17 September 2026 | 11:30:00 | dibaca : 536
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Investasi Mini Refinery di Jateng Segara Terealisasi, Investor Asal Dubai Puji Gerak Cepat Gubernur
Investasi Mini Refinery di Jateng Segara Terealisasi, Investor Asal Dubai Puji Gerak Cepat Gubernur
Investasi Mini Refinery di Jateng Segara Terealisasi, Investor Asal Dubai Puji Gerak Cepat Gubernur
Investasi Mini Refinery di Jateng Segara Terealisasi, Investor Asal Dubai Puji Gerak Cepat Gubernur
Investasi Mini Refinery di Jateng Segara Terealisasi, Investor Asal Dubai Puji Gerak Cepat Gubernur

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG — Rencana investasi pembangunan mini refinery atau kilang minyak berskala kecil dengan kapasitas awal 10 ribu barel per hari senilai Rp5 triliun oleh investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah resmi berlanjut, usai dilakukannya penandatanganan kerja sama antarbadan usaha. 

Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali, menilai dukungan penuh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dapat mempercepat proses rencana investasi mini refinery di Kabupaten Jepara. 

Penjajakan yang berlangsung hampir satu tahun itu kini berlanjut pada penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Aneka Usaha Jepara.

“Ini termasuk cepat, karena Pak Gubernur mendukung total,” ucapnya seusai melakukan Penandatanganan Kerja Sama di Ruang Rapat Lantai 2, Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 17 September 2026.

Talal menjelaskan, proses kerja sama dimulai dari kedatangan pihak investor ke Jawa Tengah. Komunikasi kemudian berlanjut hingga tercapai kesepakatan awal yang ditindaklanjuti melalui kerja sama antarbadan usaha. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat membantu realisasi investasi tersebut.

Ia menyampaikan, perusahaan menargetkan pengembangan kapasitas hingga 60 ribu barel per hari, serta membuka peluang bisnis lain, setelah investasi awal berjalan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan komitmennya untuk mengawal kelanjutan kerja sama tersebut.  

“Tentu saya sebagai Gubernur sangat mengizinkan, dan akan kita support terkait dengan kegiatan ini,” ucapnya.

Guna mempercepat tindak lanjut kerja sama tersebut, ia menyatakan telah menghubungi Pertamina. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah ini diarahkan untuk mendukung kepastian pasokan minyak mentah seiring dengan persiapan infrastruktur proyek.

“Termasuk minyak mentahnya harus jelas dan pasti,” ucapnya.

Gubernur menilai, komitmen tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah di tengah tantangan global. Ia berharap, investasi itu dapat meningkatkan pendapatan daerah serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Di (tengah tantangan) geopolitik, tekanan fiskal, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi,” ujarnya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa calon investor telah meninjau lahan dan lokasi pendaratan kapal untuk pengangkutan minyak. Setelah dilakukan peninjauan, lokasi tersebut dinilai cocok. Sementara itu, pemenuhan pasokan bahan baku masih membutuhkan dukungan.

Melalui kerja sama ini, pengembangan mini refinery diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat peran BUMD dan potensi pendapatan asli daerah (PAD) Jepara.


Bagikan :

SEMARANG — Rencana investasi pembangunan mini refinery atau kilang minyak berskala kecil dengan kapasitas awal 10 ribu barel per hari senilai Rp5 triliun oleh investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah resmi berlanjut, usai dilakukannya penandatanganan kerja sama antarbadan usaha. 

Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali, menilai dukungan penuh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dapat mempercepat proses rencana investasi mini refinery di Kabupaten Jepara. 

Penjajakan yang berlangsung hampir satu tahun itu kini berlanjut pada penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Aneka Usaha Jepara.

“Ini termasuk cepat, karena Pak Gubernur mendukung total,” ucapnya seusai melakukan Penandatanganan Kerja Sama di Ruang Rapat Lantai 2, Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 17 September 2026.

Talal menjelaskan, proses kerja sama dimulai dari kedatangan pihak investor ke Jawa Tengah. Komunikasi kemudian berlanjut hingga tercapai kesepakatan awal yang ditindaklanjuti melalui kerja sama antarbadan usaha. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat membantu realisasi investasi tersebut.

Ia menyampaikan, perusahaan menargetkan pengembangan kapasitas hingga 60 ribu barel per hari, serta membuka peluang bisnis lain, setelah investasi awal berjalan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan komitmennya untuk mengawal kelanjutan kerja sama tersebut.  

“Tentu saya sebagai Gubernur sangat mengizinkan, dan akan kita support terkait dengan kegiatan ini,” ucapnya.

Guna mempercepat tindak lanjut kerja sama tersebut, ia menyatakan telah menghubungi Pertamina. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah ini diarahkan untuk mendukung kepastian pasokan minyak mentah seiring dengan persiapan infrastruktur proyek.

“Termasuk minyak mentahnya harus jelas dan pasti,” ucapnya.

Gubernur menilai, komitmen tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah di tengah tantangan global. Ia berharap, investasi itu dapat meningkatkan pendapatan daerah serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Di (tengah tantangan) geopolitik, tekanan fiskal, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi,” ujarnya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa calon investor telah meninjau lahan dan lokasi pendaratan kapal untuk pengangkutan minyak. Setelah dilakukan peninjauan, lokasi tersebut dinilai cocok. Sementara itu, pemenuhan pasokan bahan baku masih membutuhkan dukungan.

Melalui kerja sama ini, pengembangan mini refinery diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat peran BUMD dan potensi pendapatan asli daerah (PAD) Jepara.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu