Follow Us :              

Ganjar Beri Kejutan Penonton Undip Berpuisi

  11 October 2018  |   21:00:00  |   dibaca : 1031 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Beri Kejutan Penonton Undip Berpuisi

11 October 2018 | 21:00:00 | dibaca : 1031
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG- Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyita perhatian penonton Undip Berpuisi di Taman Inspirasi Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (11/10/2018) malam. Jika pembaca puisi lain naik panggung setelah dipanggil, Ganjar muncul tiba-tiba. 

Dua baris awal puisi berjudul Lindu dia baca dari belakang panggung. Di tengah iringan petikan gitar akustik, penonton pun bertanya-tanya, suara siapakah gerangan itu.

Belum kering linang air mataku, Tuan 
Kini tercurah menderas kembali... 

Pada baris ketiga, barulah pria berambut putih itu muncul. Gemuruh tepuk tangan penonton menyambutnya naik ke panggung.

Selanjutnya. Ketika baris demi baris dibaca, hening melanda. Ratusan penonton terbius kata-kata tentang gempa, tangis, dan derita. Ya, puisi yang dianggit Iga Mawarni untuk merespon gempa Padang 2009 ini memang terasa kontekstual. Sembari menyimak, ingatan penonton pun lekat pada bencana tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala.

"Saya rasa puisi ini sangat kontekstual dan relevan dengan kondisi saat ini. Semoga kita semua semakin peduli dan bersaudara. Selamat Ulang Tahun Undip!," ucap Ganjar usai membacakan puisinya.

Penampilan Ganjar yang tidak biasa itu ternyata membuat para mahasiswa Undip terpana. Mereka tak mengira seorang gubernur sanggup menghadirkan suasana magis lewat puisinya. 

"Kagum banget lihat pak Ganjar tampil malam ini. Baru kali ini saya melihat pak Ganjar tampil berpuisi, sampai bikin hati saya ‘meleleh’," kata Nada Lituhayu, salah satu Mahasiswi Undip Semarang.

Penampilan Ganjar yang santai dengan kaos hitam dan sepatu kets juga membuat Nada terpesona. Menurutnya, kharisma Gubernur Jateng tersebut begitu ketara dalam penampilan apiknya malam itu.

"Sudah ganteng, bawain puisinya lembut, kagum sekali melihat pak Ganjar. Sayang beliau sudah ada yang punya, coba masih jomblo," canda mahasiswi semester lima tersebut.

Hal senada disampaikan mahasiswi lain, Heppy Aviariska. Ia mengaku terkejut karena sang Gubernur idolanya itu mampu membawakan sebuah karya sastra dengan sempurna.

"Biasanya melihat pak Ganjar tampil dengan pakaian dinas dan mengurus hal-hal mengenai pemerintahan. Namun ternyata kali ini, beliau tampil dengan sangat menawan," kata dia.

Selain Ganjar, pada kegiatan dalam rangka Dies Natalis Undip itu juga tampil Sekda Jateng Sri Puryono. Juga sejumlah petinggi Undip seperti Rektor Prof Yos Johan Utama, mantan Rektor Undip Prof Sudharto, serta para wakil rektor dan dekan. Tak ketinggalan sejumlah karyawan universitas dan mahasiswa.
(Bowo/Ibra/Puji/Humas Jateng)

 

Baca juga : Tumpengan Merah Putih, Pererat Keguyuban dan Kepedulian


Bagikan :

SEMARANG- Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyita perhatian penonton Undip Berpuisi di Taman Inspirasi Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (11/10/2018) malam. Jika pembaca puisi lain naik panggung setelah dipanggil, Ganjar muncul tiba-tiba. 

Dua baris awal puisi berjudul Lindu dia baca dari belakang panggung. Di tengah iringan petikan gitar akustik, penonton pun bertanya-tanya, suara siapakah gerangan itu.

Belum kering linang air mataku, Tuan 
Kini tercurah menderas kembali... 

Pada baris ketiga, barulah pria berambut putih itu muncul. Gemuruh tepuk tangan penonton menyambutnya naik ke panggung.

Selanjutnya. Ketika baris demi baris dibaca, hening melanda. Ratusan penonton terbius kata-kata tentang gempa, tangis, dan derita. Ya, puisi yang dianggit Iga Mawarni untuk merespon gempa Padang 2009 ini memang terasa kontekstual. Sembari menyimak, ingatan penonton pun lekat pada bencana tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala.

"Saya rasa puisi ini sangat kontekstual dan relevan dengan kondisi saat ini. Semoga kita semua semakin peduli dan bersaudara. Selamat Ulang Tahun Undip!," ucap Ganjar usai membacakan puisinya.

Penampilan Ganjar yang tidak biasa itu ternyata membuat para mahasiswa Undip terpana. Mereka tak mengira seorang gubernur sanggup menghadirkan suasana magis lewat puisinya. 

"Kagum banget lihat pak Ganjar tampil malam ini. Baru kali ini saya melihat pak Ganjar tampil berpuisi, sampai bikin hati saya ‘meleleh’," kata Nada Lituhayu, salah satu Mahasiswi Undip Semarang.

Penampilan Ganjar yang santai dengan kaos hitam dan sepatu kets juga membuat Nada terpesona. Menurutnya, kharisma Gubernur Jateng tersebut begitu ketara dalam penampilan apiknya malam itu.

"Sudah ganteng, bawain puisinya lembut, kagum sekali melihat pak Ganjar. Sayang beliau sudah ada yang punya, coba masih jomblo," canda mahasiswi semester lima tersebut.

Hal senada disampaikan mahasiswi lain, Heppy Aviariska. Ia mengaku terkejut karena sang Gubernur idolanya itu mampu membawakan sebuah karya sastra dengan sempurna.

"Biasanya melihat pak Ganjar tampil dengan pakaian dinas dan mengurus hal-hal mengenai pemerintahan. Namun ternyata kali ini, beliau tampil dengan sangat menawan," kata dia.

Selain Ganjar, pada kegiatan dalam rangka Dies Natalis Undip itu juga tampil Sekda Jateng Sri Puryono. Juga sejumlah petinggi Undip seperti Rektor Prof Yos Johan Utama, mantan Rektor Undip Prof Sudharto, serta para wakil rektor dan dekan. Tak ketinggalan sejumlah karyawan universitas dan mahasiswa.
(Bowo/Ibra/Puji/Humas Jateng)

 

Baca juga : Tumpengan Merah Putih, Pererat Keguyuban dan Kepedulian


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu