Follow Us :              

Gaya Egaliter Ganjar dan Basuki Garap Perbaikan Jalan

  04 February 2019  |   11:00:00  |   dibaca : 929 
Kategori :
Bagikan :


Gaya Egaliter Ganjar dan Basuki Garap Perbaikan Jalan

04 February 2019 | 11:00:00 | dibaca : 929
Kategori :
Bagikan :

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG - Dari gayanya yang sama-sama ceplas-ceplos, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono ternyata dengan sangat cepat menyelesaikan pekerjaan.

Terbukti ketika banyak keluhan masyarakat soal kondisi jalanan di Pantura, berbekal koordinasi lewat telepon keduanya langsung tancap gas koordinasi mengerjakan perbaikan.

Seperti yang terjadi di hari Senin (4/2/2019), dua alumni UGM itu langsung janjian bertemu sesaat setelah berkomunikasi lewat telepon untuk membahas perbaikan jalan Pantura dan jalur tengah sepanjang 500 kilometer di Jateng. 

Jika diintip dari daftar tamu, Menteri PUPR tidak masuk dalam agenda orang yang bakal diterima Ganjar pada hari ini. Daftar tamu dari kementerian hanya ada satu, yakni Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Meski sudah saling telepon, Ganjar tidak menduga Basuki akan langsung datang ke kantornya hari ini. "Mulanya hanya telepon soal kondisi jalan, terus Mas Basuki bilang, Yo wes tak rono (ya sudah aku ke situ)," kata Ganjar.

Sekitar pukul 11.00WIB, Ganjar terkejut setelah diberitahu ajudan bahwa Menteri Basuki sudah duduk di ruang tunggu dengan dua pendamping. "Pak Basuki luar biasa, tidak janjian tiba-tiba datang. Ternyata hanya ingin menyampaikan 'apa perintah dari Pak Gubernur.' Wah menteri ini luar biasa, menteri langka," paparnya.

Ganjar mengatakan kemarin dirinya telah koordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional untuk memperbaiki dan mempercepat kontrak-kontrak penanggulangan jalan terutama yang sudah rusak parah. "Kemarin baru level perawatan tapi sebenarnya kontrak sudah disiapkan. Pak menteri mengatakan yang Pantura relatif sudah, untuk jalur tengah Wangon sampai Jogja juga sudah," ujarnya. 

Ganjar juga mengatakan dirinya sering menerima aduan jalan rusak, dan Pantura memang paling parah. Ganjar merasakan sendiri kondisi berlubang dan bergelombang jalan di Pantura saat kemarin mengikuti kunjungan presiden di Rembang. "Berdasarkan laporan masyarakat, Alhamdulillah langsung direspon dengan cepat. Tantangannya sekarang hujan. Semoga dalam dua bulan sudah selesai. April dugaan saya akan dikerjakan besar-besaran," katanya. 

Menteri Basuki mengatakan, sebenarnya ada 12 paket proyek perbaikan jalan nasional di Jateng yang masuk anggaran multiyears 2018 - 2019. Dari dua belas itu, baru tujuh yang telah ditetapkan, sementara lima sisanya harus dilakukan lelang ulang. "Karena nilainya di atas Rp100 miliar jadi penetapan di kementerian. Selanjutnya menteri menginstruksikan ke bina konstruksi agar dipercepat, dalam Minggu ini akan ditetapkan," kata Basuki. 

Jalan nasional di Jateng yang akan digarap, adalah dari perbatasan dengan Jawa Barat sampai batas dengan Jawa Timur. Lima paket itu meliputi Pemalang - Jatim ada dua paket, Rembang - Blora, Pejagan - Wangon dan Kebumen - Jatim.

"Minggu ini akan kita tetapkan dan Minggu depan akan langsung mulai pengerjaan. Diharapkan Minggu depan bisa dikerjakan dan selesai dalam satu - dua bulan. Total sekitar 500 km," katanya.

(Ibra/Himawan/Humas Jateng)

 

Bacaca juga : Gayeng, Ganjar Ngopi Sambil Dengarkan Curhatan Warga Sekaligus Beri Solusi


Bagikan :

SEMARANG - Dari gayanya yang sama-sama ceplas-ceplos, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono ternyata dengan sangat cepat menyelesaikan pekerjaan.

Terbukti ketika banyak keluhan masyarakat soal kondisi jalanan di Pantura, berbekal koordinasi lewat telepon keduanya langsung tancap gas koordinasi mengerjakan perbaikan.

Seperti yang terjadi di hari Senin (4/2/2019), dua alumni UGM itu langsung janjian bertemu sesaat setelah berkomunikasi lewat telepon untuk membahas perbaikan jalan Pantura dan jalur tengah sepanjang 500 kilometer di Jateng. 

Jika diintip dari daftar tamu, Menteri PUPR tidak masuk dalam agenda orang yang bakal diterima Ganjar pada hari ini. Daftar tamu dari kementerian hanya ada satu, yakni Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Meski sudah saling telepon, Ganjar tidak menduga Basuki akan langsung datang ke kantornya hari ini. "Mulanya hanya telepon soal kondisi jalan, terus Mas Basuki bilang, Yo wes tak rono (ya sudah aku ke situ)," kata Ganjar.

Sekitar pukul 11.00WIB, Ganjar terkejut setelah diberitahu ajudan bahwa Menteri Basuki sudah duduk di ruang tunggu dengan dua pendamping. "Pak Basuki luar biasa, tidak janjian tiba-tiba datang. Ternyata hanya ingin menyampaikan 'apa perintah dari Pak Gubernur.' Wah menteri ini luar biasa, menteri langka," paparnya.

Ganjar mengatakan kemarin dirinya telah koordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional untuk memperbaiki dan mempercepat kontrak-kontrak penanggulangan jalan terutama yang sudah rusak parah. "Kemarin baru level perawatan tapi sebenarnya kontrak sudah disiapkan. Pak menteri mengatakan yang Pantura relatif sudah, untuk jalur tengah Wangon sampai Jogja juga sudah," ujarnya. 

Ganjar juga mengatakan dirinya sering menerima aduan jalan rusak, dan Pantura memang paling parah. Ganjar merasakan sendiri kondisi berlubang dan bergelombang jalan di Pantura saat kemarin mengikuti kunjungan presiden di Rembang. "Berdasarkan laporan masyarakat, Alhamdulillah langsung direspon dengan cepat. Tantangannya sekarang hujan. Semoga dalam dua bulan sudah selesai. April dugaan saya akan dikerjakan besar-besaran," katanya. 

Menteri Basuki mengatakan, sebenarnya ada 12 paket proyek perbaikan jalan nasional di Jateng yang masuk anggaran multiyears 2018 - 2019. Dari dua belas itu, baru tujuh yang telah ditetapkan, sementara lima sisanya harus dilakukan lelang ulang. "Karena nilainya di atas Rp100 miliar jadi penetapan di kementerian. Selanjutnya menteri menginstruksikan ke bina konstruksi agar dipercepat, dalam Minggu ini akan ditetapkan," kata Basuki. 

Jalan nasional di Jateng yang akan digarap, adalah dari perbatasan dengan Jawa Barat sampai batas dengan Jawa Timur. Lima paket itu meliputi Pemalang - Jatim ada dua paket, Rembang - Blora, Pejagan - Wangon dan Kebumen - Jatim.

"Minggu ini akan kita tetapkan dan Minggu depan akan langsung mulai pengerjaan. Diharapkan Minggu depan bisa dikerjakan dan selesai dalam satu - dua bulan. Total sekitar 500 km," katanya.

(Ibra/Himawan/Humas Jateng)

 

Bacaca juga : Gayeng, Ganjar Ngopi Sambil Dengarkan Curhatan Warga Sekaligus Beri Solusi


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu