Follow Us :              

Anak-anak Harus Diberi Pemahaman Tentang Bullying

  06 March 2020  |   13:00:00  |   dibaca : 575 
Kategori :
Bagikan :


Anak-anak Harus Diberi Pemahaman Tentang Bullying

06 March 2020 | 13:00:00 | dibaca : 575
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG – Tidak dapat dipungkiri, kasus bullying ada di sekitar kita. Bahkan lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang banyak terjadi perilaku tersebut. “Sebagai contoh beberapa waktu lalu teman kita di Purworejo mengalaminya. Bagaimana cara kita menyikapi jika mengetahui hal tersebut, sementara kita sendiri juga takut?"

Hal itu dikemukakan Cahyo Wicaksono dari Forum Anak Kabupaten Semarang kepada Special Representative of the UNSG on Violence Against Children/ Wakil Khusus Sekjen PBB Dr Najat Maala M'jid pada Dialog Gayeng Wakil Khusus Sekjen PBB untuk Kekerasan Terhadap Anak dengan Gubernur Jawa Tengah, Jumat (06/03/2020). Acara yang digelar di Wisma Perdamaian ini juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie.

Dr Najat mengatakan, untuk menolong teman yang menjadi korban bullying, caranya dengan mendekati mereka dan menjadi teman yang mau mendengarkan. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa percayanya kepada kita.

“Ini penting, pertama yang harus dilakukan yakni mendengarkan dan diskusi untuk membuat dia percaya dengan kita,” ujarnya. 

Kasus bullying di negara berkembang, imbuhnya, saat ini ada kecenderungan meningkat. Persoalan itu dihadapi pula di Marocco, negara asal Najat. Menurut dia, ada banyak bentuk bullying. Ada yang sifatnya kejahatan fisik, pelecehan, dan psikologi. 

Tidak hanya bisa terjadi di sekolah, lingkungan luar sekolah, komunitas dan keluarga, bullying juga disampaikan secara online. Misalnya dengan mencemooh seseorang. Maka dari itu, sedini mungkin, anak harus diberikan informasi mengenai bentuk-bentuk bullying dan bagaimana cara melindungi dirinya.

“Pastikan bahwa anak-anak diberi informasi dan diberdayakan dan memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang merupakan intimidasi, dan apa dampak dari intimidasi,” tambahnya. 

Dengan mengetahui bentuk-bentuk bullying, anak-anak menurutnya akan lebih responsif dengan tanda-tanda terjadinya bullying. SMP 33 Semarang menjadi contoh nyata, bahwa dengan memberikan pengetahuan tentang bullying dan memberdayakan para siswa, kasus bullying di sekolah tersebut tidak terjadi.


Bagikan :

SEMARANG – Tidak dapat dipungkiri, kasus bullying ada di sekitar kita. Bahkan lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang banyak terjadi perilaku tersebut. “Sebagai contoh beberapa waktu lalu teman kita di Purworejo mengalaminya. Bagaimana cara kita menyikapi jika mengetahui hal tersebut, sementara kita sendiri juga takut?"

Hal itu dikemukakan Cahyo Wicaksono dari Forum Anak Kabupaten Semarang kepada Special Representative of the UNSG on Violence Against Children/ Wakil Khusus Sekjen PBB Dr Najat Maala M'jid pada Dialog Gayeng Wakil Khusus Sekjen PBB untuk Kekerasan Terhadap Anak dengan Gubernur Jawa Tengah, Jumat (06/03/2020). Acara yang digelar di Wisma Perdamaian ini juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie.

Dr Najat mengatakan, untuk menolong teman yang menjadi korban bullying, caranya dengan mendekati mereka dan menjadi teman yang mau mendengarkan. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa percayanya kepada kita.

“Ini penting, pertama yang harus dilakukan yakni mendengarkan dan diskusi untuk membuat dia percaya dengan kita,” ujarnya. 

Kasus bullying di negara berkembang, imbuhnya, saat ini ada kecenderungan meningkat. Persoalan itu dihadapi pula di Marocco, negara asal Najat. Menurut dia, ada banyak bentuk bullying. Ada yang sifatnya kejahatan fisik, pelecehan, dan psikologi. 

Tidak hanya bisa terjadi di sekolah, lingkungan luar sekolah, komunitas dan keluarga, bullying juga disampaikan secara online. Misalnya dengan mencemooh seseorang. Maka dari itu, sedini mungkin, anak harus diberikan informasi mengenai bentuk-bentuk bullying dan bagaimana cara melindungi dirinya.

“Pastikan bahwa anak-anak diberi informasi dan diberdayakan dan memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang merupakan intimidasi, dan apa dampak dari intimidasi,” tambahnya. 

Dengan mengetahui bentuk-bentuk bullying, anak-anak menurutnya akan lebih responsif dengan tanda-tanda terjadinya bullying. SMP 33 Semarang menjadi contoh nyata, bahwa dengan memberikan pengetahuan tentang bullying dan memberdayakan para siswa, kasus bullying di sekolah tersebut tidak terjadi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu