Follow Us :              

Dorong Ekstrakurikuler Pertanian

  19 September 2017  |   09:00:00  |   dibaca : 551 
Kategori :
Bagikan :


Dorong Ekstrakurikuler Pertanian

19 September 2017 | 09:00:00 | dibaca : 551
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : (Humas Jateng)

Magelang – Sektor pertanian masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi terutama bagi masyarakat pedesaan, baik pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, maupun perikanan. Sayangnya, jumlah SDM di bidang pertanian setiap tahun terus menurun.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi mengungkapkan, banyak faktor yang mengakibatkan SDM pertanian menurun. Antara lain, alih fungsi lahan produktif dan kurangnya minat generasi muda menjadi petani.

Menurutnya, hal tersebut perlu disikapi agar muncul regenerasi SDM di sektor pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Salah satunya melalui ekstrakurikuler kegiatan pertanian di sekolah, khususnya di pedesaan agar para pemuda akrab dan familier dengan kegiatan pertanian tersebut.

“Kalau tidak familier tentu mereka tidak suka. Maka mereka harus diajak. Kalau dari kecil sudah didekatkan dengan kegiatan-kegiatan pertanian, saya kira ini salah satu upaya kita supaya SDM di sektor pertanian jangan sampai mengalami penurunan yang terus menerus,” kata Heru saat menghadiri Pesta Pathok dan Pelayanan Kesehatan Hewan Gratis Dalam Rangka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2017 di Halaman SD Negeri 1 Warangan, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa (19/9).

Ditambahkan, Indonesia khususnya Jawa Tengah dikaruniai alam yang subur, sehingga bidang pertanian menjadi keunggulan komparatif. Namun dari sisi kompetisi masih kurang karena SDM di sektor pertanian menurun. Padahal komoditas pertanian berpotensi untuk bersaing di dunia.

Tidak hanya mewacanakan ekstrakurikuler pertanian, langkah konkret yang dilakukan pemerintah saat ini untuk membantu peningkatan kesejahteraan petani adalah dengan memodernisasi teknologi pertanian. Pemerintah terus melakukan pendampingan kepada petani untuk mengenalkan metode pertanian yang lebih praktis dan memberikan keuntungan yang lebih banyak. Bantuan-bantuan teknologi pertanian juga terus diberikan agar petani dapat meningkatkan produktivitasnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan pengobatan hewan gratis yang diikuti oleh 600 ekor ternak sapi dan 500 ekor ternak kambing untuk memberantas penyakit cacing pada ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah Agus Wariyanto menyampaikan upaya tersebut sekaligus untuk meningkatkan produktivitas bobot ternak di mana dengan satu kali suntikan selama enam bulan sekali bobot ternak dapat meningkatkan 0,1 kg per hari. Sehingga dalam empat bulan proses penggemukan bobot ternak bisa mencapai 12 kg.

“Kalau bobot badan per kg mencapai Rp 40 ribu berarti paling tidak petani bisa mendapat Rp 480 ribu,” katanya.

Selain pengobatan ternak gratis, dilakukan gerakan minum susu bagi anak usia sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan konsumsi susu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan pemkab setempat juga memberikan bantuan bibit ternak, alat pencacah pupuk organik (APPO), serta pakan ternak bagi 12 Kelompok Tani Ternak (KTT) di Kabupaten Magelang.

 

Reporter : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng


Bagikan :

Magelang – Sektor pertanian masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi terutama bagi masyarakat pedesaan, baik pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, maupun perikanan. Sayangnya, jumlah SDM di bidang pertanian setiap tahun terus menurun.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi mengungkapkan, banyak faktor yang mengakibatkan SDM pertanian menurun. Antara lain, alih fungsi lahan produktif dan kurangnya minat generasi muda menjadi petani.

Menurutnya, hal tersebut perlu disikapi agar muncul regenerasi SDM di sektor pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Salah satunya melalui ekstrakurikuler kegiatan pertanian di sekolah, khususnya di pedesaan agar para pemuda akrab dan familier dengan kegiatan pertanian tersebut.

“Kalau tidak familier tentu mereka tidak suka. Maka mereka harus diajak. Kalau dari kecil sudah didekatkan dengan kegiatan-kegiatan pertanian, saya kira ini salah satu upaya kita supaya SDM di sektor pertanian jangan sampai mengalami penurunan yang terus menerus,” kata Heru saat menghadiri Pesta Pathok dan Pelayanan Kesehatan Hewan Gratis Dalam Rangka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2017 di Halaman SD Negeri 1 Warangan, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa (19/9).

Ditambahkan, Indonesia khususnya Jawa Tengah dikaruniai alam yang subur, sehingga bidang pertanian menjadi keunggulan komparatif. Namun dari sisi kompetisi masih kurang karena SDM di sektor pertanian menurun. Padahal komoditas pertanian berpotensi untuk bersaing di dunia.

Tidak hanya mewacanakan ekstrakurikuler pertanian, langkah konkret yang dilakukan pemerintah saat ini untuk membantu peningkatan kesejahteraan petani adalah dengan memodernisasi teknologi pertanian. Pemerintah terus melakukan pendampingan kepada petani untuk mengenalkan metode pertanian yang lebih praktis dan memberikan keuntungan yang lebih banyak. Bantuan-bantuan teknologi pertanian juga terus diberikan agar petani dapat meningkatkan produktivitasnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan pengobatan hewan gratis yang diikuti oleh 600 ekor ternak sapi dan 500 ekor ternak kambing untuk memberantas penyakit cacing pada ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah Agus Wariyanto menyampaikan upaya tersebut sekaligus untuk meningkatkan produktivitas bobot ternak di mana dengan satu kali suntikan selama enam bulan sekali bobot ternak dapat meningkatkan 0,1 kg per hari. Sehingga dalam empat bulan proses penggemukan bobot ternak bisa mencapai 12 kg.

“Kalau bobot badan per kg mencapai Rp 40 ribu berarti paling tidak petani bisa mendapat Rp 480 ribu,” katanya.

Selain pengobatan ternak gratis, dilakukan gerakan minum susu bagi anak usia sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan konsumsi susu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan pemkab setempat juga memberikan bantuan bibit ternak, alat pencacah pupuk organik (APPO), serta pakan ternak bagi 12 Kelompok Tani Ternak (KTT) di Kabupaten Magelang.

 

Reporter : Kh, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu