Follow Us :              

Jelang Lebaran, Ganjar Minta Bupati/Wali Kota Perketat Pengawasan Lokasi Rawan Kerumunan

  03 May 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 583 
Kategori :
Bagikan :


Jelang Lebaran, Ganjar Minta Bupati/Wali Kota Perketat Pengawasan Lokasi Rawan Kerumunan

03 May 2021 | 09:00:00 | dibaca : 583
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan pengetatan pengawasan di sejumlah lokasi rawan kerumunan seperti pusat perbelanjaan, hotel hingga objek wisata. Langkah tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selepas mengikuti rapat koordinasi penegakan disiplin protokol kesehatan daerah. Rapat ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara daring di kantornya, Senin (3/5/2021). 

“Tadi sudah saya sampaikan pada kawan-kawan bupati/wali kota, karena ini lagi prepegan (persiapan Idul Fitri), pasar kaget, pasar tradisional, mall, (kita) minta untuk dilakukan penjagaan,” ucap Ganjar. 

Satpol PP, kepolisian dan TNI juga akan ikut dikerahkan di lokasi yang rawan kerumunan. 

“Lalu, Satpol PP bekerja sama dengan kepolisian dan TNI  untuk melakukan operasi yustisi lagi. Untuk mengingatkan mereka (masyarakat),” terangnya. 

Lebih lanjut, pengelola objek wisata dan hotel juga diminta untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Apabila kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, Gubernur tidak segan akan menutup paksa. 

“Saya minta untuk dicek semuanya. Kalau kemudian tidak bisa dikendalikan, perintahnya satu, tutup ! Ini serius untuk kita bisa menjaga semuanya” tegas Ganjar. 

Disisi lain, Ganjar menyampaikan, larangan mudik juga harus ditaati. Tidak bisa dipungkiri, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum taat. Karena itu ia mengaku sudah mulai mengefektifkan titik-titik penyekatan, terutama di pintu masuk perbatasan. 

“Semua dalam satu narasi, tidak (boleh) mudik. Karena (pelaksanannya) banyak yang bocor. Dishub (Dinas Perhubungan) kita sudah komunikasi dengan provinsi lain, terutama di wilayah perbatasan,” tandasnya. 

Dalam rapat, terdapat arahan soal pengaktifan kembali tempat isolasi sebagai antisipasi lonjakan kasus, termasuk mewajibkan tes antigen pada setiap masyarakat yang masuk ke Jawa Tengah. 

“Kita semuanya selalu waspada, dan saya minta seluruh yang masuk ke Jateng wajib dites antigen. Maka tempat isolasi kita on-kan semuanya termasuk yang ada di rumah sakit,” tuturnya. 

Ganjar menegaskan, diperlukan peran serta masyarakat untuk menjaga agar tren kasus yang mulai membaik sekarang ini, bisa terus dipertahankan. 

“Ini serius agar kita nanti bisa menjaga semuanya. Kita minta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan pengetatan pengawasan di sejumlah lokasi rawan kerumunan seperti pusat perbelanjaan, hotel hingga objek wisata. Langkah tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selepas mengikuti rapat koordinasi penegakan disiplin protokol kesehatan daerah. Rapat ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara daring di kantornya, Senin (3/5/2021). 

“Tadi sudah saya sampaikan pada kawan-kawan bupati/wali kota, karena ini lagi prepegan (persiapan Idul Fitri), pasar kaget, pasar tradisional, mall, (kita) minta untuk dilakukan penjagaan,” ucap Ganjar. 

Satpol PP, kepolisian dan TNI juga akan ikut dikerahkan di lokasi yang rawan kerumunan. 

“Lalu, Satpol PP bekerja sama dengan kepolisian dan TNI  untuk melakukan operasi yustisi lagi. Untuk mengingatkan mereka (masyarakat),” terangnya. 

Lebih lanjut, pengelola objek wisata dan hotel juga diminta untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Apabila kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, Gubernur tidak segan akan menutup paksa. 

“Saya minta untuk dicek semuanya. Kalau kemudian tidak bisa dikendalikan, perintahnya satu, tutup ! Ini serius untuk kita bisa menjaga semuanya” tegas Ganjar. 

Disisi lain, Ganjar menyampaikan, larangan mudik juga harus ditaati. Tidak bisa dipungkiri, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum taat. Karena itu ia mengaku sudah mulai mengefektifkan titik-titik penyekatan, terutama di pintu masuk perbatasan. 

“Semua dalam satu narasi, tidak (boleh) mudik. Karena (pelaksanannya) banyak yang bocor. Dishub (Dinas Perhubungan) kita sudah komunikasi dengan provinsi lain, terutama di wilayah perbatasan,” tandasnya. 

Dalam rapat, terdapat arahan soal pengaktifan kembali tempat isolasi sebagai antisipasi lonjakan kasus, termasuk mewajibkan tes antigen pada setiap masyarakat yang masuk ke Jawa Tengah. 

“Kita semuanya selalu waspada, dan saya minta seluruh yang masuk ke Jateng wajib dites antigen. Maka tempat isolasi kita on-kan semuanya termasuk yang ada di rumah sakit,” tuturnya. 

Ganjar menegaskan, diperlukan peran serta masyarakat untuk menjaga agar tren kasus yang mulai membaik sekarang ini, bisa terus dipertahankan. 

“Ini serius agar kita nanti bisa menjaga semuanya. Kita minta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu