Follow Us :              

Perketat Pengawasan, Ganjar Minta Rt/Rw Pantau Keluar-Masuk Warga dan Tindak Tegas Tempat Wisata dan Hiburan yang Melanggar Prokes

  05 May 2021  |   08:00:00  |   dibaca : 773 
Kategori :
Bagikan :


Perketat Pengawasan, Ganjar Minta Rt/Rw Pantau Keluar-Masuk Warga dan Tindak Tegas Tempat Wisata dan Hiburan yang Melanggar Prokes

05 May 2021 | 08:00:00 | dibaca : 773
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah siap melaksanakan pelarangan mudik yang akan dimulai tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang. Tidak hanya fokus pada penyekatan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyiagakan petugas hingga tingkat RT-RW. 

“Insya Allah kita sudah siap semuanya. Simulasi mana yang harus diputar-balik, bagaimana cara checkingnya. (Harus) ada surat keterangan vaksin, ada juga keterangan swab, semuanya berjalan,” ucap Ganjar usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021, di halaman Mapolda Jawa Tengah, Rabu (5/5/2021). 

Sebelumnya, Ganjar telah melakukan pengecekan langsung di beberapa titik penyekatan. Ia memastikan para petugas telah siap melakukan screening untuk menentukan mana yang harus diputarbalik dan yang bisa melintas. 

“Di Batang kemarin sore saya cek dari pihak kepolisian dan tenaga medisnya sudah melakukan checking (pengecekan). Menurut saya ini cara yang cukup bagus (untuk) kita bisa melaksanakan,” ujarnya. 

Agar upaya penyekatan ini berhasil, Ganjar juga melibatkan partisipasi masyarakat hingga tingkat RT-RW. Diharapkan mereka dapat bekerja sama untuk mencatat siapa yang keluar atau masuk ke daerahnya. 

Ganjar meminta agar kasus pemudik di Pati dapat menjadi pelajaran. Saat ini saja, berdasarkan catatan aplikasi Jogo Tonggo, sudah ada 5.000 orang yang masuk ke Jawa Tengah. 

“Yang (membuat) repot adalah mereka yang nekat nerobos. Jangan sampai kejadian di Pati terulang, menularkan kepada yang lain,” tegasnya. 

Selain itu, Ganjar menegaskan tempat wisata juga akan terus dipantau. Bahkan, Ganjar meminta agar tempat wisata baru hingga klub malam diperketat pemantauannya. 

“Tempat-tempat wisata baru, atau klub-klub malam yang seringkali tidak terdeteksi oleh kita, kalau tidak mengindahkan, kita minta untuk ditutup,” tandasnya. 

Sementara Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Abioso Seno Aji menambahkan, di Jawa Tengah setidaknya ada 1.400-an personil yang disiagakan selama Operasi Ketupat Candi 2021. 

Abioso mengaku, pihaknya telah berkomitmen akan  memutarbalikkan kendaraan dari luar Jawa Tengah jika tidak sesuai ketentuan yang ada. Sikap tegas ini diperlukan demi melindungi masyarakat agar terhindar dari lonjakan Covid-19, seperti yang terjadi di India. 

“Pengalaman di India sudah (kita) saksikan bersama. Jadi kalau punya pikiran waras maka kita tidak ingin mengalami hal serupa,” tegas Abioso.


Bagikan :

SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah siap melaksanakan pelarangan mudik yang akan dimulai tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang. Tidak hanya fokus pada penyekatan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyiagakan petugas hingga tingkat RT-RW. 

“Insya Allah kita sudah siap semuanya. Simulasi mana yang harus diputar-balik, bagaimana cara checkingnya. (Harus) ada surat keterangan vaksin, ada juga keterangan swab, semuanya berjalan,” ucap Ganjar usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021, di halaman Mapolda Jawa Tengah, Rabu (5/5/2021). 

Sebelumnya, Ganjar telah melakukan pengecekan langsung di beberapa titik penyekatan. Ia memastikan para petugas telah siap melakukan screening untuk menentukan mana yang harus diputarbalik dan yang bisa melintas. 

“Di Batang kemarin sore saya cek dari pihak kepolisian dan tenaga medisnya sudah melakukan checking (pengecekan). Menurut saya ini cara yang cukup bagus (untuk) kita bisa melaksanakan,” ujarnya. 

Agar upaya penyekatan ini berhasil, Ganjar juga melibatkan partisipasi masyarakat hingga tingkat RT-RW. Diharapkan mereka dapat bekerja sama untuk mencatat siapa yang keluar atau masuk ke daerahnya. 

Ganjar meminta agar kasus pemudik di Pati dapat menjadi pelajaran. Saat ini saja, berdasarkan catatan aplikasi Jogo Tonggo, sudah ada 5.000 orang yang masuk ke Jawa Tengah. 

“Yang (membuat) repot adalah mereka yang nekat nerobos. Jangan sampai kejadian di Pati terulang, menularkan kepada yang lain,” tegasnya. 

Selain itu, Ganjar menegaskan tempat wisata juga akan terus dipantau. Bahkan, Ganjar meminta agar tempat wisata baru hingga klub malam diperketat pemantauannya. 

“Tempat-tempat wisata baru, atau klub-klub malam yang seringkali tidak terdeteksi oleh kita, kalau tidak mengindahkan, kita minta untuk ditutup,” tandasnya. 

Sementara Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Abioso Seno Aji menambahkan, di Jawa Tengah setidaknya ada 1.400-an personil yang disiagakan selama Operasi Ketupat Candi 2021. 

Abioso mengaku, pihaknya telah berkomitmen akan  memutarbalikkan kendaraan dari luar Jawa Tengah jika tidak sesuai ketentuan yang ada. Sikap tegas ini diperlukan demi melindungi masyarakat agar terhindar dari lonjakan Covid-19, seperti yang terjadi di India. 

“Pengalaman di India sudah (kita) saksikan bersama. Jadi kalau punya pikiran waras maka kita tidak ingin mengalami hal serupa,” tegas Abioso.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu