Follow Us :              

Ganjar Terima Kunjungan Gubernur Gorontalo yang Ingin Belajar Tentang Pengadaan

  25 May 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 470 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Terima Kunjungan Gubernur Gorontalo yang Ingin Belajar Tentang Pengadaan

25 May 2021 | 11:00:00 | dibaca : 470
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunjungan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bersama Sekda dan OPD Provinsi Gorontalo pada Selasa (25/5/2021). Mereka datang untuk belajar tentang pengunaan aplikasi Blangkon Jateng pada orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Blangkon Jateng merupakan sebuah aplikasi pengadaan langsung barang dan jasa secara elektronik agar lebih transparan dan akuntabel. 

Gagasan untuk mempelajari aplikasi ini berawal dari diskusi Rusli dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terkait keinginan Rusli untuk melibatkan UMKM dalam proyek pengadaan Pemerintah. Namun karena nilainya kecil dan tidak mewajibkan lelang, maka Rusli harus berpikir bagaimana caranya agar hal itu bisa berjalan. Saat itu salah satu anggota KPK menyarankan agar ia belajar pada Ganjar. 

"Kemudian setelah diskusi itu, saya disarankan Pak Pahala Nainggolan (anggota KPK) belajar ke Pak Ganjar di Jawa Tengah, karena di sini sudah ada aplikasi yang menampung pengadaan barang/jasa bagi pelaku UMKM, bernama Blangkon Jateng," ungkapnya 

Aplikasi Blangkon Jateng itu diperuntukkan bagi pengadaan barang dan jasa khusus produk UMKM dengan anggaran tidak lebih dari Rp200 juta. 

Setelah pertemuan itu, Rusli mengaku sangat tertarik untuk  mengaplikasikan program seperti Blangkon Jateng ini di Gorontalo. Menurutnya aplikasi seperti ini diperlukan, mengingat dalam pemerintahan pasti banyak sekali pengadaan barang dan jasa mulai dari makan, minum, ATK dan lain sebagainya. 

"Insyaallah akan kami terapkan di Gorontalo. Kami ingin menggunakan aplikasi ini agar lebih aman dan tidak menimbulkan masalah ketika ada audit," ucap Rusli. 

Salah satu yang akan didorong Rusli dengan aplikasi pengadaan langsung elektronik ini adalah UMKM. Dengan adanya aplikasi itu, maka pengadaan barang dan jasa dari produk UMKM bisa lebih ditingkatkan. 

"Selain itu dengan aplikasi ini kami juga ingin mengajari pelaku UMKM di tempat kami untuk beralih ke dunia digital. Kami yakin aplikasi Blangkon Jateng ini (akan) mempermudah kita semua," pungkasnya. 

Inisiatif Rusli untuk mempelajari aplikasi Blangkon disambut baik Ganjar. Baginya, kesempatan itu bisa digunakan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan demi kemajuan bersama. 

"Sebenarnya Pak Gubernur Gorontalo punya pengalaman bagus, hanya hari ini ingin berbagi cerita bagaimana meningkatkan UMKM agar bisa mendapatkan akses dari pemerintah. Karena, sudah ditetapkan bahwa 40 persen anggaran negara bisa digunakan untuk menggerakkan ekonomi melalui UMKM," katanya. 

Ganjar menerangkan, dengan aplikasi Blangkon Jateng, pengadaan barang dan jasa di bawah Rp200 juta bisa dilakukan dengan mudah. Seandainya ingin membeli makanan, minuman atau sesuatu yang nilainya di bawah angka itu, bisa dilakukan. 

"Caranya gimana?,  nggak usah lelang, kita gunakan aplikasi Blangkon Jateng ini. Nah tadi kita sharing dengan teman-teman Gorontalo agar UMKM kita semuanya bisa partisipasi (untuk) mendapatkan rejeki dengan cara yang gampang. Kita latih mereka untuk bisa masuk dalam aplikasi Blangkon Jateng ini," tutupnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunjungan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bersama Sekda dan OPD Provinsi Gorontalo pada Selasa (25/5/2021). Mereka datang untuk belajar tentang pengunaan aplikasi Blangkon Jateng pada orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Blangkon Jateng merupakan sebuah aplikasi pengadaan langsung barang dan jasa secara elektronik agar lebih transparan dan akuntabel. 

Gagasan untuk mempelajari aplikasi ini berawal dari diskusi Rusli dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terkait keinginan Rusli untuk melibatkan UMKM dalam proyek pengadaan Pemerintah. Namun karena nilainya kecil dan tidak mewajibkan lelang, maka Rusli harus berpikir bagaimana caranya agar hal itu bisa berjalan. Saat itu salah satu anggota KPK menyarankan agar ia belajar pada Ganjar. 

"Kemudian setelah diskusi itu, saya disarankan Pak Pahala Nainggolan (anggota KPK) belajar ke Pak Ganjar di Jawa Tengah, karena di sini sudah ada aplikasi yang menampung pengadaan barang/jasa bagi pelaku UMKM, bernama Blangkon Jateng," ungkapnya 

Aplikasi Blangkon Jateng itu diperuntukkan bagi pengadaan barang dan jasa khusus produk UMKM dengan anggaran tidak lebih dari Rp200 juta. 

Setelah pertemuan itu, Rusli mengaku sangat tertarik untuk  mengaplikasikan program seperti Blangkon Jateng ini di Gorontalo. Menurutnya aplikasi seperti ini diperlukan, mengingat dalam pemerintahan pasti banyak sekali pengadaan barang dan jasa mulai dari makan, minum, ATK dan lain sebagainya. 

"Insyaallah akan kami terapkan di Gorontalo. Kami ingin menggunakan aplikasi ini agar lebih aman dan tidak menimbulkan masalah ketika ada audit," ucap Rusli. 

Salah satu yang akan didorong Rusli dengan aplikasi pengadaan langsung elektronik ini adalah UMKM. Dengan adanya aplikasi itu, maka pengadaan barang dan jasa dari produk UMKM bisa lebih ditingkatkan. 

"Selain itu dengan aplikasi ini kami juga ingin mengajari pelaku UMKM di tempat kami untuk beralih ke dunia digital. Kami yakin aplikasi Blangkon Jateng ini (akan) mempermudah kita semua," pungkasnya. 

Inisiatif Rusli untuk mempelajari aplikasi Blangkon disambut baik Ganjar. Baginya, kesempatan itu bisa digunakan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan demi kemajuan bersama. 

"Sebenarnya Pak Gubernur Gorontalo punya pengalaman bagus, hanya hari ini ingin berbagi cerita bagaimana meningkatkan UMKM agar bisa mendapatkan akses dari pemerintah. Karena, sudah ditetapkan bahwa 40 persen anggaran negara bisa digunakan untuk menggerakkan ekonomi melalui UMKM," katanya. 

Ganjar menerangkan, dengan aplikasi Blangkon Jateng, pengadaan barang dan jasa di bawah Rp200 juta bisa dilakukan dengan mudah. Seandainya ingin membeli makanan, minuman atau sesuatu yang nilainya di bawah angka itu, bisa dilakukan. 

"Caranya gimana?,  nggak usah lelang, kita gunakan aplikasi Blangkon Jateng ini. Nah tadi kita sharing dengan teman-teman Gorontalo agar UMKM kita semuanya bisa partisipasi (untuk) mendapatkan rejeki dengan cara yang gampang. Kita latih mereka untuk bisa masuk dalam aplikasi Blangkon Jateng ini," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu