Follow Us :              

Lapak Pedagang Diatur Sesuai Prokes, Ganjar Ingin Pasar Puri Baru Jadi Contoh

  10 August 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 876 
Kategori :
Bagikan :


Lapak Pedagang Diatur Sesuai Prokes, Ganjar Ingin Pasar Puri Baru Jadi Contoh

10 August 2021 | 14:00:00 | dibaca : 876
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

PATI -  Di sela kunjungan kerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memantau penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, Selasa (10/8/2021), ia menyempatkan diri mampir ke Pasar Puri Baru. Di pasar ini lapak diatur sedemikian rupa untuk mematuhi protokol kesehatan. 

Suasana pasar  Puri Baru kini berbeda. Jika biasanya pasar itu ramai dan berjubel, kini tampak lengang dan tertata. Sejak pandemi melanda, Pasar Puri Baru telah melakukan penataan. Ratusan pedagang yang biasanya jualan di dalam pasar, semuanya dikeluarkan dan diminta berjualan di jalanan area pasar. 

Lebih dari 100 pedagang yang dikeluarkan ke luar pasar. Mereka jualan di jalan dengan menjaga jarak antara pedagang satu dengan lainnya. Mereka tidak boleh keluar dari lapaknya, dibatasi oleh gambar kotak-kotak dari cat putih. 

"Lho njenengan ngopo Bu, kok jualan di luar. Ini kenapa dikotak-kotak," tanya Ganjar pada beberapa penjual. 

"Ini diatur Pak pasarnya, biar nggak kena Covid. Makanya diatur jaraknya, biar nggak kerumunan," jawab beberapa pedagang. 

Selain berbincang dengan para pedagang, Ganjar juga memborong jualan mereka sejumlah dagangan yang dijajakan. Ia membeli jahe, pisang, dawet, tape, siwalan dan lain sebagainya yang membuat para pedagang gembira. 

"Kenapa kok senang sekali, emangnya sepi pembeli ya bu," tanya Ganjar. 

Para pedagang mengakui jika selama pandemi pendapatan mereka menurun. Apalagi setelah pasar ditata, hasil penjualan tak seperti biasanya. 

"Tapi tidak apa-apa Pak, yang penting sehat," kata mereka. 

"Njenengan pancen top," timpal Ganjar. 

Selain memuji kesadaran para pedagang pasar yang berbesar jiwa mengikuti peraturan, Ganjar juga mengapresiasi 
upaya penataan pasar di Pati itu. 

"Dan yang paling penting, para pedagang. Tadi saya tanya, kenapa harus dikotak-kotak, mereka jawab karena harus jaga jarak dan tidak berkerumun. Ini keren, apalagi dari pengelola pasar selalu mengingatkan," jelasnya. 

Ganjar berharap penataan pasar juga dilakukan di daerah lain di Jateng. Ia juga berharap, selain pemerintah, Ganjar meminta mahasiswa, kelompok masyarakat dan lainnya ikut membantu. 

"Bantulah mereka di pasar ini, agar semua taat jaga jarak, pakai masker dan tidak berkerumun. Kalau semua tertib dan vaksinasi sudah berjalan baik, maka mudah-mudahan mereka bisa kembali berjualan seperti dulu. Inilah yang orang sebut kebiasaan baru. Normal barunya ya seperti ini," pungkasnya.


Bagikan :

PATI -  Di sela kunjungan kerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memantau penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, Selasa (10/8/2021), ia menyempatkan diri mampir ke Pasar Puri Baru. Di pasar ini lapak diatur sedemikian rupa untuk mematuhi protokol kesehatan. 

Suasana pasar  Puri Baru kini berbeda. Jika biasanya pasar itu ramai dan berjubel, kini tampak lengang dan tertata. Sejak pandemi melanda, Pasar Puri Baru telah melakukan penataan. Ratusan pedagang yang biasanya jualan di dalam pasar, semuanya dikeluarkan dan diminta berjualan di jalanan area pasar. 

Lebih dari 100 pedagang yang dikeluarkan ke luar pasar. Mereka jualan di jalan dengan menjaga jarak antara pedagang satu dengan lainnya. Mereka tidak boleh keluar dari lapaknya, dibatasi oleh gambar kotak-kotak dari cat putih. 

"Lho njenengan ngopo Bu, kok jualan di luar. Ini kenapa dikotak-kotak," tanya Ganjar pada beberapa penjual. 

"Ini diatur Pak pasarnya, biar nggak kena Covid. Makanya diatur jaraknya, biar nggak kerumunan," jawab beberapa pedagang. 

Selain berbincang dengan para pedagang, Ganjar juga memborong jualan mereka sejumlah dagangan yang dijajakan. Ia membeli jahe, pisang, dawet, tape, siwalan dan lain sebagainya yang membuat para pedagang gembira. 

"Kenapa kok senang sekali, emangnya sepi pembeli ya bu," tanya Ganjar. 

Para pedagang mengakui jika selama pandemi pendapatan mereka menurun. Apalagi setelah pasar ditata, hasil penjualan tak seperti biasanya. 

"Tapi tidak apa-apa Pak, yang penting sehat," kata mereka. 

"Njenengan pancen top," timpal Ganjar. 

Selain memuji kesadaran para pedagang pasar yang berbesar jiwa mengikuti peraturan, Ganjar juga mengapresiasi 
upaya penataan pasar di Pati itu. 

"Dan yang paling penting, para pedagang. Tadi saya tanya, kenapa harus dikotak-kotak, mereka jawab karena harus jaga jarak dan tidak berkerumun. Ini keren, apalagi dari pengelola pasar selalu mengingatkan," jelasnya. 

Ganjar berharap penataan pasar juga dilakukan di daerah lain di Jateng. Ia juga berharap, selain pemerintah, Ganjar meminta mahasiswa, kelompok masyarakat dan lainnya ikut membantu. 

"Bantulah mereka di pasar ini, agar semua taat jaga jarak, pakai masker dan tidak berkerumun. Kalau semua tertib dan vaksinasi sudah berjalan baik, maka mudah-mudahan mereka bisa kembali berjualan seperti dulu. Inilah yang orang sebut kebiasaan baru. Normal barunya ya seperti ini," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu