Follow Us :              

UMKM Jateng Tangguh, Kontribusi Investasi Capai Rp22 Triliun

  11 May 2026  |   07:30:00  |   dibaca : 99 
Kategori :
Bagikan :


UMKM Jateng Tangguh, Kontribusi Investasi Capai Rp22 Triliun

11 May 2026 | 07:30:00 | dibaca : 99
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memberikan kontribusi positif bagi investasi di Jawa Tengah. Pada tahun 2025, sektor tersebut mampu menyumbang 20% dari total investasi yang masuk di wilayah ini. 

"Pada 2025, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp110 triliun, dari jumlah itu sumbangan dari usaha mikro kecilnya Rp22 triliun," ucap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, saat meninjau acara UMKM Grande 2026 di Atrium Pollux Mall Paragon, Kota Semarang pada Senin, 11 Mei 2026.

Ia mengatakan, ketangguhan UMKM sudah terbukti. Salah satunya terlihat pada masa pandemi Covid-19, saat ekonomi terpuruk, sektor usaha mikro dan kecil mampu tetap bertahan.

"Ini menggambarkan bahwa (usaha) mikro kecil kuat dan stabil sebagai penopang investasi di Jawa Tengah," ujarnya.

Uniknya, ketangguhan UMKM juga merata di semua sektor, baik pangan, retail, maupun handycraft. Ka DPMPTSP berharap, nilai investasi sektor UMKM pada tahun 2026 meningkat dibandingkan tahun 2025.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, juga meninjau sejumlah stan pada gelaran UMKM Grande 2026. Bahkan, ia mencoba beberapa produk yang dipamerkan dalam acara tersebut. 

Salah satu pengunjung, Asnawi Hasan, sangat terkesan dengan UMKM Grande yang digelar di tengah mal. Ia mengatakan, banyak hal yang dapat dilakukan dalam acara itu.

"Acaranya luar biasa. Selain pameran, ada workshop, sangat bermanfaat untuk pensiunan seperti saya," katanya.

Pada usianya yang menginjak 73 tahun, Asnawi mengaku mendapatkan pengalaman baru saat datang ke lokasi tersebut. Ia bercerita, penjelasan yang didapat dalam workshop tentang tanaman yang diikutinya pun sangat lengkap.

Sebagai informasi, UMKM Grande yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah ini menghadirkan UMKM unggulan binaan BI Jateng. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 7–11 Mei 2026. 

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan, puluhan usaha yang mengikuti gelaran UMKM Grande dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan mereka menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” ucapnya.

Ia menegaskan, proses kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta kualitas produk. Sebab, sebagian produk diarahkan untuk masuk ke pasar ekspor yang harus memenuhi standar-standar tertentu.


Bagikan :

SEMARANG – Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memberikan kontribusi positif bagi investasi di Jawa Tengah. Pada tahun 2025, sektor tersebut mampu menyumbang 20% dari total investasi yang masuk di wilayah ini. 

"Pada 2025, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp110 triliun, dari jumlah itu sumbangan dari usaha mikro kecilnya Rp22 triliun," ucap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, saat meninjau acara UMKM Grande 2026 di Atrium Pollux Mall Paragon, Kota Semarang pada Senin, 11 Mei 2026.

Ia mengatakan, ketangguhan UMKM sudah terbukti. Salah satunya terlihat pada masa pandemi Covid-19, saat ekonomi terpuruk, sektor usaha mikro dan kecil mampu tetap bertahan.

"Ini menggambarkan bahwa (usaha) mikro kecil kuat dan stabil sebagai penopang investasi di Jawa Tengah," ujarnya.

Uniknya, ketangguhan UMKM juga merata di semua sektor, baik pangan, retail, maupun handycraft. Ka DPMPTSP berharap, nilai investasi sektor UMKM pada tahun 2026 meningkat dibandingkan tahun 2025.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, juga meninjau sejumlah stan pada gelaran UMKM Grande 2026. Bahkan, ia mencoba beberapa produk yang dipamerkan dalam acara tersebut. 

Salah satu pengunjung, Asnawi Hasan, sangat terkesan dengan UMKM Grande yang digelar di tengah mal. Ia mengatakan, banyak hal yang dapat dilakukan dalam acara itu.

"Acaranya luar biasa. Selain pameran, ada workshop, sangat bermanfaat untuk pensiunan seperti saya," katanya.

Pada usianya yang menginjak 73 tahun, Asnawi mengaku mendapatkan pengalaman baru saat datang ke lokasi tersebut. Ia bercerita, penjelasan yang didapat dalam workshop tentang tanaman yang diikutinya pun sangat lengkap.

Sebagai informasi, UMKM Grande yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah ini menghadirkan UMKM unggulan binaan BI Jateng. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 7–11 Mei 2026. 

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan, puluhan usaha yang mengikuti gelaran UMKM Grande dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan mereka menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” ucapnya.

Ia menegaskan, proses kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta kualitas produk. Sebab, sebagian produk diarahkan untuk masuk ke pasar ekspor yang harus memenuhi standar-standar tertentu.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu