Follow Us :              

BPSDMD Jateng Dipilih LAN Laksanakan Sekolah Kader

  03 November 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 644 
Kategori :
Bagikan :


BPSDMD Jateng Dipilih LAN Laksanakan Sekolah Kader

03 November 2021 | 09:00:00 | dibaca : 644
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah dipilih Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI untuk melaksanakan program sekolah kader. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mendukung program tersebut, untuk mewujudkan pengembangan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka menyiapkan pejabat administrator melalui jalur percepatan peningkatan jabatan. 

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2005 tentang Aparatur Sipil Negara juncto Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, secara substansi, peningkatan kapasitas SDM perlu upaya percepatan dari semua instansi,” kata Sumarno saat membuka Workshop Sekolah Kader di Aula Muria BPSDM Jateng, Rabu (3/11/2021). 

Melalui program Sekolah Kader ini, tentu ada kerja sama lebih lanjut. Antara lain kerja sama pengiriman calon peserta Sekolah Kader dan penerimaan program magang di Jateng. Maka, Sumarno berharap dalam kerja sama itu akan ada kontribusi positif dalam menyiapkan jalur pengembangan kompetensi bagi calon-calon kader pemimpin di lingkungan birokrasi, serta terintegrasinya perencanaan kebutuhan pengembangan SDM. 

“Selain itu, saya ingin poin ini menjadi salah satu tolok ukur pencapaian rencana strategis yang harapannya dapat mendukung kebijakan pembangunan Jateng,” ujarnya. 

Deputi Bidang Kajian Kebijakan Inovasi Manajemen ASN LAN-RI, Agus Sudrajat mengatakan, Sekolah Kader ini diperlukan mengingat tantangan zaman yang sangat dinamis. Melahirkan kader pemimpin di lingkungan ASN, tidak bisa lagi dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Dia membeberkan, pada kondisi sekarang, untuk melahirkan pemimpin eselon IV saja, butuh waktu 10 hingga 12 tahun. Untuk eselon III, diperlukan waktu 14 sampai 16 tahun. Kemudian pejabat eselon II, diperlukan waktu 18 sampai 22 tahun, dan eselon satu antara 22 sampai 29 tahun. 

“Proses melahirkan seorang pemimpin tersebut cukup lama. Belum lagi komposisi umur PNS kita saat ini hampir 50 persen berada pada usia 41 tahun ke atas. Hal ini akan menimbulkan gap atau kekosongan dalam mengisi pemimpin-pemimpin birokrasi di pemerintahan,” tuturnya. 

Di sisi lain, lanjut dia, komposisi PNS milenial setiap tahun semakin banyak. Komposisi PNS milenial diprediksi akan mendominasi birokrasi sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan. Data per Desember 2020, 55 persen milenial sudah berada di birokrasi. 

“Untuk itu diperlukan suatu akselerasi dalam program diklat untuk menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan. Dengan kata lain harus ada jalur cepat atau kita sebut fast track untuk menjawab tantangan ini. Jalur reguler yang ada saat ini belum mampu untuk menyiapkan itu semua. Jalur fast track kita sebut sekarang dengan nama Sekolah Kader,” tutupnya.


Bagikan :

SEMARANG - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah dipilih Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI untuk melaksanakan program sekolah kader. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mendukung program tersebut, untuk mewujudkan pengembangan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka menyiapkan pejabat administrator melalui jalur percepatan peningkatan jabatan. 

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2005 tentang Aparatur Sipil Negara juncto Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, secara substansi, peningkatan kapasitas SDM perlu upaya percepatan dari semua instansi,” kata Sumarno saat membuka Workshop Sekolah Kader di Aula Muria BPSDM Jateng, Rabu (3/11/2021). 

Melalui program Sekolah Kader ini, tentu ada kerja sama lebih lanjut. Antara lain kerja sama pengiriman calon peserta Sekolah Kader dan penerimaan program magang di Jateng. Maka, Sumarno berharap dalam kerja sama itu akan ada kontribusi positif dalam menyiapkan jalur pengembangan kompetensi bagi calon-calon kader pemimpin di lingkungan birokrasi, serta terintegrasinya perencanaan kebutuhan pengembangan SDM. 

“Selain itu, saya ingin poin ini menjadi salah satu tolok ukur pencapaian rencana strategis yang harapannya dapat mendukung kebijakan pembangunan Jateng,” ujarnya. 

Deputi Bidang Kajian Kebijakan Inovasi Manajemen ASN LAN-RI, Agus Sudrajat mengatakan, Sekolah Kader ini diperlukan mengingat tantangan zaman yang sangat dinamis. Melahirkan kader pemimpin di lingkungan ASN, tidak bisa lagi dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Dia membeberkan, pada kondisi sekarang, untuk melahirkan pemimpin eselon IV saja, butuh waktu 10 hingga 12 tahun. Untuk eselon III, diperlukan waktu 14 sampai 16 tahun. Kemudian pejabat eselon II, diperlukan waktu 18 sampai 22 tahun, dan eselon satu antara 22 sampai 29 tahun. 

“Proses melahirkan seorang pemimpin tersebut cukup lama. Belum lagi komposisi umur PNS kita saat ini hampir 50 persen berada pada usia 41 tahun ke atas. Hal ini akan menimbulkan gap atau kekosongan dalam mengisi pemimpin-pemimpin birokrasi di pemerintahan,” tuturnya. 

Di sisi lain, lanjut dia, komposisi PNS milenial setiap tahun semakin banyak. Komposisi PNS milenial diprediksi akan mendominasi birokrasi sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan. Data per Desember 2020, 55 persen milenial sudah berada di birokrasi. 

“Untuk itu diperlukan suatu akselerasi dalam program diklat untuk menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan. Dengan kata lain harus ada jalur cepat atau kita sebut fast track untuk menjawab tantangan ini. Jalur reguler yang ada saat ini belum mampu untuk menyiapkan itu semua. Jalur fast track kita sebut sekarang dengan nama Sekolah Kader,” tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu