Follow Us :              

Animo Tinggi, Transmigrasi 2021 Kuota Dikurangi Akibat Pandemi

  04 November 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 1456 
Kategori :
Bagikan :


Animo Tinggi, Transmigrasi 2021 Kuota Dikurangi Akibat Pandemi

04 November 2021 | 14:00:00 | dibaca : 1456
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG -  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengabarkan program transmigrasi Pemprov Jawa Tengah akan mulai berjalan lagi pada akhir tahun 2021. Rencananya, akan ada 10 Kepala Keluarga (KK) yang akan diberangkatkan menuju Pulau Kalimantan. 

Sakina mengungkapkan program transmigrasi tidak pernah sepi peminat. Animo warga Jawa Tengah selalu tinggi. Data transmigrasi dari Jawa Tengah sejak 2002-2019 sudah mencapai 9.150 KK. Program ini sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Akibat pandemi ini pula kuota jumlah KK yang bertransmigrasi juga dikurangi karena imbas dari refokusing untuk penanggulangan Covid-19. 

Seperti disampaikan Direktur FP3KT Kementrian Desa PDT dan Transmigrasi Anto Pribadi, tahun ini hanya ada kuota 57 KK yang dibagi untuk provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

"Sampai saat ini, yang sudah mendaftar sudah 1.263 KK dari seluruh Jateng. Tahun 2020 kemarin karena ada Covid-19 tidak ada pemberangkatan. Tahub 2021 ini dengan animo yang cukup tinggi kita hanya mendapat jatah 10 KK," urainya dikonfirmasi Kamis (4/11/2021). 

Ia menyebut, 10 KK yang akan diberangkatkan pada Desember 2021 akan menjalani pelatihan di Yogyakarta sebelum diberangkatkan. 

Pelatihan yang diberikan selain bertani padi atau tanaman kebun, calon transmigran juga dibekali ketrampilan beternak. Bahkan untuk pendamping atau istri transmigran mereka juga diberikan pelatihan pengolahan makanan seperti pembuatan burger atau keripik. Harapannya keahlian ini dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga selama di daerah transmigrasi. 

Di lokasi transmigrasi, para transmigran, nantinya akan mendapat lahan, tempat tinggal hingga stimulan sembako, sampai usaha pertanian. 

"Begitu di daerah transmigrasi, kita juga tetap melakukan komunikasi. Bila ada hambatan, kami akan berusaha memfasilitasi mencarikan jalan tengah. Begitu pula komunikasi Pak Gubernur dengan transmigran, tetap dilakukan melalui virtual," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG -  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengabarkan program transmigrasi Pemprov Jawa Tengah akan mulai berjalan lagi pada akhir tahun 2021. Rencananya, akan ada 10 Kepala Keluarga (KK) yang akan diberangkatkan menuju Pulau Kalimantan. 

Sakina mengungkapkan program transmigrasi tidak pernah sepi peminat. Animo warga Jawa Tengah selalu tinggi. Data transmigrasi dari Jawa Tengah sejak 2002-2019 sudah mencapai 9.150 KK. Program ini sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Akibat pandemi ini pula kuota jumlah KK yang bertransmigrasi juga dikurangi karena imbas dari refokusing untuk penanggulangan Covid-19. 

Seperti disampaikan Direktur FP3KT Kementrian Desa PDT dan Transmigrasi Anto Pribadi, tahun ini hanya ada kuota 57 KK yang dibagi untuk provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

"Sampai saat ini, yang sudah mendaftar sudah 1.263 KK dari seluruh Jateng. Tahun 2020 kemarin karena ada Covid-19 tidak ada pemberangkatan. Tahub 2021 ini dengan animo yang cukup tinggi kita hanya mendapat jatah 10 KK," urainya dikonfirmasi Kamis (4/11/2021). 

Ia menyebut, 10 KK yang akan diberangkatkan pada Desember 2021 akan menjalani pelatihan di Yogyakarta sebelum diberangkatkan. 

Pelatihan yang diberikan selain bertani padi atau tanaman kebun, calon transmigran juga dibekali ketrampilan beternak. Bahkan untuk pendamping atau istri transmigran mereka juga diberikan pelatihan pengolahan makanan seperti pembuatan burger atau keripik. Harapannya keahlian ini dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga selama di daerah transmigrasi. 

Di lokasi transmigrasi, para transmigran, nantinya akan mendapat lahan, tempat tinggal hingga stimulan sembako, sampai usaha pertanian. 

"Begitu di daerah transmigrasi, kita juga tetap melakukan komunikasi. Bila ada hambatan, kami akan berusaha memfasilitasi mencarikan jalan tengah. Begitu pula komunikasi Pak Gubernur dengan transmigran, tetap dilakukan melalui virtual," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu