Follow Us :              

Hadiri Kongres SI di Surakarta, Ganjar : Peran Penting Anak Muda Menyonsong Era 5.0

  03 December 2021  |   19:00:00  |   dibaca : 199 
Kategori :
Bagikan :


Hadiri Kongres SI di Surakarta, Ganjar : Peran Penting Anak Muda Menyonsong Era 5.0

03 December 2021 | 19:00:00 | dibaca : 199
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas dan sejumlah tokoh lainnya menghadiri pembukaan Majlis Tahkim atau Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-41 di Hotel Novotel, Surakarta, Jumat (3/12/2021) malam. Dalam kesempatan itu Gubernur mengingatkan bagaimana tantangan bisnis dan ekonomi pada era masyarakat 5.0 (society 5.0) yang akan datang. 

Lebih lanjut, Gubernur menilai target SI untuk meningkatkan perekonomian kaum muslim sangat kontekstual dan menjadi jawaban dari kebutuhan umat pada zaman sekarang. Dengan komitmen SI yang telah mendeklarasikan untuk kembali ke khittoh (tujuan awal) dengan berdakwah melalui jalur perekonomian, menurut Gubernur, sangat penting untuk diiringi dengan kemampuan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. 

"Jika itu semua itu bisa dilakukan, betapa dahsyatnya kelak pengaruh yang dilahirkan. Misal kelak SI mau mendampingi UMKM di mana small skill business ini menjadi idola dunia karena mereka cukup mandiri dalam berekonomi tinggal bagaimana fasilitas itu diberikan," katanya. 

Terkait dipilihnya Surakarta sebagai lokasi kongres SI, Gubernur mengaku senang. Bahkan dia sudah bisa membayangkan bagaimana dari kongres ini akan muncul semangat baru. Apalagi dengan tema, Kembali ke Laweyan, seakan membawa ingatannya tentang bagaimana SI yang dibidani dan lahir di Surakarta telah banyak melahirkan bukan saja pedagang-pedagang batik besar, tetapi juga tokoh-tokoh pemikir dan pergerakan dari Jawa Tengah. 

"Jika boleh membandingkan, masa-masa itu (awal berdirinya SI) sama persis dengan saat ini. Yaitu masa penyiapan mental, pengetahuan, dan keberanian untuk memasuki society 5.0. Itu tantangan yang dihadapi sangat besar sekali," ujar Gubernur. 

Diingatkan pula, untuk menghadapi era persaingan yang semakin berat dan besar, selain dukungan teknologi sebagai cara berdagang baru, keterlibatan anak-anak muda juga sangat perlu. Dua dukungan ini akan membuat produk bisa bertahan dalam dunia persaingan karya cipta industri batik yang berkembang pesat. 

"Kepesatan itulah akhirnya bisa tampil gaya batik seperti yang saya pakai, Solo banget, atau yang dipakai Gus Menteri (Yaqut) Lasem banget. Itu sebenarnya pertunjukan karya dan produk budaya yang bagus sekali," kata Gubernur.


Bagikan :

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas dan sejumlah tokoh lainnya menghadiri pembukaan Majlis Tahkim atau Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-41 di Hotel Novotel, Surakarta, Jumat (3/12/2021) malam. Dalam kesempatan itu Gubernur mengingatkan bagaimana tantangan bisnis dan ekonomi pada era masyarakat 5.0 (society 5.0) yang akan datang. 

Lebih lanjut, Gubernur menilai target SI untuk meningkatkan perekonomian kaum muslim sangat kontekstual dan menjadi jawaban dari kebutuhan umat pada zaman sekarang. Dengan komitmen SI yang telah mendeklarasikan untuk kembali ke khittoh (tujuan awal) dengan berdakwah melalui jalur perekonomian, menurut Gubernur, sangat penting untuk diiringi dengan kemampuan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. 

"Jika itu semua itu bisa dilakukan, betapa dahsyatnya kelak pengaruh yang dilahirkan. Misal kelak SI mau mendampingi UMKM di mana small skill business ini menjadi idola dunia karena mereka cukup mandiri dalam berekonomi tinggal bagaimana fasilitas itu diberikan," katanya. 

Terkait dipilihnya Surakarta sebagai lokasi kongres SI, Gubernur mengaku senang. Bahkan dia sudah bisa membayangkan bagaimana dari kongres ini akan muncul semangat baru. Apalagi dengan tema, Kembali ke Laweyan, seakan membawa ingatannya tentang bagaimana SI yang dibidani dan lahir di Surakarta telah banyak melahirkan bukan saja pedagang-pedagang batik besar, tetapi juga tokoh-tokoh pemikir dan pergerakan dari Jawa Tengah. 

"Jika boleh membandingkan, masa-masa itu (awal berdirinya SI) sama persis dengan saat ini. Yaitu masa penyiapan mental, pengetahuan, dan keberanian untuk memasuki society 5.0. Itu tantangan yang dihadapi sangat besar sekali," ujar Gubernur. 

Diingatkan pula, untuk menghadapi era persaingan yang semakin berat dan besar, selain dukungan teknologi sebagai cara berdagang baru, keterlibatan anak-anak muda juga sangat perlu. Dua dukungan ini akan membuat produk bisa bertahan dalam dunia persaingan karya cipta industri batik yang berkembang pesat. 

"Kepesatan itulah akhirnya bisa tampil gaya batik seperti yang saya pakai, Solo banget, atau yang dipakai Gus Menteri (Yaqut) Lasem banget. Itu sebenarnya pertunjukan karya dan produk budaya yang bagus sekali," kata Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu