Follow Us :              

Tanamkan Toleransi, Taj Yasin Minta Ponpes Tanamkan Nilai Aswaja Sejak Dini

  18 March 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 1079 
Kategori :
Bagikan :


Tanamkan Toleransi, Taj Yasin Minta Ponpes Tanamkan Nilai Aswaja Sejak Dini

18 March 2022 | 09:00:00 | dibaca : 1079
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Nilai - nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), merupakan ajaran Islam yang berpedoman pada Al - Qur'an dan Hadist. Aswaja perlu diajarkan kepada anak-anak muslim sejak kecil, agar membentuk pribadi muslim baik dan menghargai perbedaan. 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai menjadi narasumber "Pembekalan Penguatan Materi Aswaja An-Nahdliyah untuk Pengurus dan Guru Inti PAUD Yayasan Pendidikan Muslimat NU se-Jawa Tengah", Jumat (18/03/2022) di Gradika Bhakti Praja. 

Penanaman nilai-nilai aswaja, yang meliputi tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran) dan i’tidal (adil), menurut Wagub, bisa dimulai dari mencintai ulama, kiai serta para pemangku pondok pesantren. 

"Setelah itu nanti ada tahapannya. Bagaimana mengenalkan pemahaman-pemahaman tentang aqidah, ahlu sunnah wal jama'ah, setelah itu menerangkan bagaimana mazhab diajarkan," tuturnya 

Ketika belajar mazhab, mereka akan mengenal lebih dari satu mazhab. Di Indonesia, yang dikenal contohnya mazhab Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, Maliki dan Hanafi. Dengan mengenal berbagai mazhab ini, santri diajak untuk belajar memahami perbedaan. 

"Kita terangkan bahwa perbedaan itu sebagai rahmat. Perbedaan yang ada saat ini, untuk menyajikan (menunjukkan) ini lho pandangan Islam seperti ini. Kita mau pakai yang mana. Tetapi perbedaan itu harus diterangkan bahwa perbedaan itu tidak harus menjadi permusuhan," jelasnya 

Wagub mengimbau agar anak sejak dini diajak memahami bahwa perbedaan itu adalah rahmat dari Tuhan. Keberhasilan menanamkan pemahaman tersebut, akan menumbuhkan toleransi yang merupakan investasi berharga bagi keutuhan bangsa Indonesia.


Bagikan :

SEMARANG - Nilai - nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), merupakan ajaran Islam yang berpedoman pada Al - Qur'an dan Hadist. Aswaja perlu diajarkan kepada anak-anak muslim sejak kecil, agar membentuk pribadi muslim baik dan menghargai perbedaan. 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai menjadi narasumber "Pembekalan Penguatan Materi Aswaja An-Nahdliyah untuk Pengurus dan Guru Inti PAUD Yayasan Pendidikan Muslimat NU se-Jawa Tengah", Jumat (18/03/2022) di Gradika Bhakti Praja. 

Penanaman nilai-nilai aswaja, yang meliputi tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran) dan i’tidal (adil), menurut Wagub, bisa dimulai dari mencintai ulama, kiai serta para pemangku pondok pesantren. 

"Setelah itu nanti ada tahapannya. Bagaimana mengenalkan pemahaman-pemahaman tentang aqidah, ahlu sunnah wal jama'ah, setelah itu menerangkan bagaimana mazhab diajarkan," tuturnya 

Ketika belajar mazhab, mereka akan mengenal lebih dari satu mazhab. Di Indonesia, yang dikenal contohnya mazhab Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, Maliki dan Hanafi. Dengan mengenal berbagai mazhab ini, santri diajak untuk belajar memahami perbedaan. 

"Kita terangkan bahwa perbedaan itu sebagai rahmat. Perbedaan yang ada saat ini, untuk menyajikan (menunjukkan) ini lho pandangan Islam seperti ini. Kita mau pakai yang mana. Tetapi perbedaan itu harus diterangkan bahwa perbedaan itu tidak harus menjadi permusuhan," jelasnya 

Wagub mengimbau agar anak sejak dini diajak memahami bahwa perbedaan itu adalah rahmat dari Tuhan. Keberhasilan menanamkan pemahaman tersebut, akan menumbuhkan toleransi yang merupakan investasi berharga bagi keutuhan bangsa Indonesia.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu