Follow Us :              

Permudah Akses Keuangan UMKM, Gubernur Jateng Luncurkan Aplikasi Srikandi

  22 March 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 292 
Kategori :
Bagikan :


Permudah Akses Keuangan UMKM, Gubernur Jateng Luncurkan Aplikasi Srikandi

22 March 2022 | 10:00:00 | dibaca : 292
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan aplikasi Srikandi. Aplikasi hasil kerjasama  Pemerintah Provinsi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Jawa Tengah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini diharapkan bisa mempermudah akses keuangan bagi UMKM. 

Aplikasi Srikandi merupakan akronim dari Sistem Informasi Akses Keuangan Daerah Terintegrasi. Srikandi adalah website Tim Pempercepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan media informasi perkembangan akses keuangan yang komprehensif dan mudah diakses. 

Gubernur mengatakan, bagi pemerintah daerah, aplikasi ini dapat dijadikan petunjuk dalam menetapkan kebijakan yang mendorong perekonomian dan tingkat inklusi di suatu daerah. Bagi masyarat aplikasi ini berguna untuk mendapatkan akses keuangan dengan mudah. 

"Di sana banyak fitur, bagaimana akan mengajukan KUR, skimnya seperti apa, syarat apa saja, terus dijamin yang digaet (gabung) aplikasi itu pasti legal. Sehingga kalau ada sesuatu yang tidak benar bisa disampaikan ke OJK," ujarnya usai melaunching aplikasi Srikandi, Selasa (22/3/2022). 

Kemudahan akses permodalan UMKM tersebut diluncurkan, mengingat di kala pandemi, banyak UMKM terdampak yang membutuhkan akses keuangan. Tanpa dukungan yang tepat mereka rentan menjadi korban kejahatan keuangan. 

"Kadang-kadang mereka shortcut (jalan pintas), mereka mencari cara yang paling gampang. Maaf mungkin harus ke rentenir, ke pinjol (pinjaman online), atau investasi bodong (fiktif) yang kemarin melibatkan banyak tokoh tokoh hebat dan memunculkan crazy rich," jelasnya. 

Selain meluncurkan aplikasi Srikandi, pada kesempatan tersebut Gubernur juga menggelar Rapat Koordinasi Daerah dan Pleno TPKAD Se-Jawa Tengah di kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah-DIY. Rapat ini diharapkan bisa menyatukan seluruh pemangku kebijakan dalam spirit mempermudah akses keuangan bagi masyarakat. 

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah-DIY, Aman Santosa pada kesempatan itu mengabarkan, secara nasional Provinsi Jawa Tengah adalah yang terbesar dalam penyaluran KUR untuk UMKM. 

"Kita bersyukur. UMKM di Jawa Tengah ini persentasenya sudah mencapai 45 persen. Ini lebih tinggi daripada permintaan Presiden yaitu 35 persen. Di Jateng sudah mencapai 45 persen lebih," kata Aman. Ditambahkan pula, target 35 persen sudah terlampaui sejak 2016 silam. 

Meski begitu OJK mencatat dari total jumlah UMKM di Jawa Tengah yaitu sekitar 4 juta, problem utama mereka selain pemasaran, adalah pembiayaan. Agar ekonomi terus bergeliat, Gubenur mengaku pihaknya terus berupaya membantu UMKM Jawa Tengah dengan berbagai terobosan, diantaranya Aplikasi Srikandi ini. 

“Dengan adanya acara (peluncuran aplikasi) ini nantinya masyarakat tahu semua tentang kemudahan akses keuangan. Hari ini dengan OJK melakukan rakor dengan kabupaten dan kota, untuk mencarikan solusi sehingga akses keuangan makin terbuka dan orang (semakin) mengerti,” pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan aplikasi Srikandi. Aplikasi hasil kerjasama  Pemerintah Provinsi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Jawa Tengah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini diharapkan bisa mempermudah akses keuangan bagi UMKM. 

Aplikasi Srikandi merupakan akronim dari Sistem Informasi Akses Keuangan Daerah Terintegrasi. Srikandi adalah website Tim Pempercepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan media informasi perkembangan akses keuangan yang komprehensif dan mudah diakses. 

Gubernur mengatakan, bagi pemerintah daerah, aplikasi ini dapat dijadikan petunjuk dalam menetapkan kebijakan yang mendorong perekonomian dan tingkat inklusi di suatu daerah. Bagi masyarat aplikasi ini berguna untuk mendapatkan akses keuangan dengan mudah. 

"Di sana banyak fitur, bagaimana akan mengajukan KUR, skimnya seperti apa, syarat apa saja, terus dijamin yang digaet (gabung) aplikasi itu pasti legal. Sehingga kalau ada sesuatu yang tidak benar bisa disampaikan ke OJK," ujarnya usai melaunching aplikasi Srikandi, Selasa (22/3/2022). 

Kemudahan akses permodalan UMKM tersebut diluncurkan, mengingat di kala pandemi, banyak UMKM terdampak yang membutuhkan akses keuangan. Tanpa dukungan yang tepat mereka rentan menjadi korban kejahatan keuangan. 

"Kadang-kadang mereka shortcut (jalan pintas), mereka mencari cara yang paling gampang. Maaf mungkin harus ke rentenir, ke pinjol (pinjaman online), atau investasi bodong (fiktif) yang kemarin melibatkan banyak tokoh tokoh hebat dan memunculkan crazy rich," jelasnya. 

Selain meluncurkan aplikasi Srikandi, pada kesempatan tersebut Gubernur juga menggelar Rapat Koordinasi Daerah dan Pleno TPKAD Se-Jawa Tengah di kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah-DIY. Rapat ini diharapkan bisa menyatukan seluruh pemangku kebijakan dalam spirit mempermudah akses keuangan bagi masyarakat. 

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah-DIY, Aman Santosa pada kesempatan itu mengabarkan, secara nasional Provinsi Jawa Tengah adalah yang terbesar dalam penyaluran KUR untuk UMKM. 

"Kita bersyukur. UMKM di Jawa Tengah ini persentasenya sudah mencapai 45 persen. Ini lebih tinggi daripada permintaan Presiden yaitu 35 persen. Di Jateng sudah mencapai 45 persen lebih," kata Aman. Ditambahkan pula, target 35 persen sudah terlampaui sejak 2016 silam. 

Meski begitu OJK mencatat dari total jumlah UMKM di Jawa Tengah yaitu sekitar 4 juta, problem utama mereka selain pemasaran, adalah pembiayaan. Agar ekonomi terus bergeliat, Gubenur mengaku pihaknya terus berupaya membantu UMKM Jawa Tengah dengan berbagai terobosan, diantaranya Aplikasi Srikandi ini. 

“Dengan adanya acara (peluncuran aplikasi) ini nantinya masyarakat tahu semua tentang kemudahan akses keuangan. Hari ini dengan OJK melakukan rakor dengan kabupaten dan kota, untuk mencarikan solusi sehingga akses keuangan makin terbuka dan orang (semakin) mengerti,” pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu