Follow Us :              

Kembangkan SDM Desa Dampingan Lewat Ekraf, Wagub Jateng Targetkan Empat Desa Rampung Segera

  22 March 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 230 
Kategori :
Bagikan :


Kembangkan SDM Desa Dampingan Lewat Ekraf, Wagub Jateng Targetkan Empat Desa Rampung Segera

22 March 2022 | 14:00:00 | dibaca : 230
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memerintahkan pembentukan pilot project desa dampingan berbasis ekonomi kreatif segera dilakukan. Dia meminta, sedikitnya ada empat desa dampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bisa menjadi percontohan dalam waktu dekat. 

"Kita sepakat ada empat desa binaan dulu untuk jadi prototype dalam waktu dekat ini. Alhamdulillah tadi sudah menemukan kesepakatan bahwa pembangunan desa dampingan bukan hanya RTLH (rumah tidak layak huni) dan jambanisasi, namun juga membuka peluang ekonomi yang ada di desa dampingan," kata Wagub usai audiensi Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah di rumah dinasnya, Selasa (22/03/2022). 

Turut ditambahkan pula, pengembangan desa dampingan melalui Komekraf akan menyasar aspek pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Sehingga, desa dampingan dapat dimaksimalkan potensi masyarakatnya untuk peningkatan ekonomi. 

"Sehingga (desa) jadi terkenal bukan karena bangunan bagus, namun juga (karena) perputaran ekonomi (yang mendatangkan pemasukan) dari daerah yang lain. Sehingga akan menopang ekonomi di daerah tersebut. Kita harapkan akan jadi contoh untuk diikuti OPD saat melakukan intervensi terhadap desa desa dampingannya," terangnya. 

Sejalan dengan arahan Wagub, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Jateng, Ahmad Khoirudin, mengatakan Komekraf Jawa Tengah akan melakukan kerja pendampingan dalam pengentasan kemiskinan di desa dampingan OPD. 

Saat paparan, pihaknya mengusulkan 17 desa dampingan untuk dapat dilakukan assesment. Namun, dengan kesepakatan bersama, dipilih empat desa terlebih dahulu sebagai proyek percontohan. 

"Ini untuk pilot project (percontohan), untuk nanti pengembangan dan dampingan di tahun berikutnya," jelasnya. 

Khoirudin menyebutkan, Wagub  merespon baik usulan Komekraf terkait pengembangan SDM di desa dampingan. Dia mengatakan dalam audiensi tersebut, Wagub juga mengundang dinas-dinas terkait desa dampingan untuk melakukam koordinasi secara langsung. 

"Karena niat baik dari Wagub untuk undang seluruh dinas yang menjadi concern (fokus) kami ini, sehingga ada percepatan. Di bulan puasa nanti, diagendakan ada 4 dinas DLHK, (Biro) Kesra, (Dinas) ESDM, Dinkes, yang kemudian kami akan lakukan percepatan assesmen di desa tersebut," tambah dia. 

Khoirudin menegaskan, Komekraf akan melakukan pemetaan sosial, spasial (lokasi), pemetaan aktor, potensi desa dampingan. Basis data tersebut kemudian akan digunakan sebagai dasar pengembangan SDM di desa dampingan. 

"Target capaiannya adalah pengentasan kemiskinan, itu jangka panjangnya. Tetapi jangka pendeknya, kita akan lihat apakah yang diintervensi, produk atau servis desain, atau branding kampung. Tahapannya, riset, peluang kolaborasi, prototype produk, post project, bentuknya bisa foto, video, katalog, platform, market place, yang semua tujuannya untuk membantu meningkatkan perekonomian di desa tersebut," tutupnya.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memerintahkan pembentukan pilot project desa dampingan berbasis ekonomi kreatif segera dilakukan. Dia meminta, sedikitnya ada empat desa dampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bisa menjadi percontohan dalam waktu dekat. 

"Kita sepakat ada empat desa binaan dulu untuk jadi prototype dalam waktu dekat ini. Alhamdulillah tadi sudah menemukan kesepakatan bahwa pembangunan desa dampingan bukan hanya RTLH (rumah tidak layak huni) dan jambanisasi, namun juga membuka peluang ekonomi yang ada di desa dampingan," kata Wagub usai audiensi Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah di rumah dinasnya, Selasa (22/03/2022). 

Turut ditambahkan pula, pengembangan desa dampingan melalui Komekraf akan menyasar aspek pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Sehingga, desa dampingan dapat dimaksimalkan potensi masyarakatnya untuk peningkatan ekonomi. 

"Sehingga (desa) jadi terkenal bukan karena bangunan bagus, namun juga (karena) perputaran ekonomi (yang mendatangkan pemasukan) dari daerah yang lain. Sehingga akan menopang ekonomi di daerah tersebut. Kita harapkan akan jadi contoh untuk diikuti OPD saat melakukan intervensi terhadap desa desa dampingannya," terangnya. 

Sejalan dengan arahan Wagub, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Jateng, Ahmad Khoirudin, mengatakan Komekraf Jawa Tengah akan melakukan kerja pendampingan dalam pengentasan kemiskinan di desa dampingan OPD. 

Saat paparan, pihaknya mengusulkan 17 desa dampingan untuk dapat dilakukan assesment. Namun, dengan kesepakatan bersama, dipilih empat desa terlebih dahulu sebagai proyek percontohan. 

"Ini untuk pilot project (percontohan), untuk nanti pengembangan dan dampingan di tahun berikutnya," jelasnya. 

Khoirudin menyebutkan, Wagub  merespon baik usulan Komekraf terkait pengembangan SDM di desa dampingan. Dia mengatakan dalam audiensi tersebut, Wagub juga mengundang dinas-dinas terkait desa dampingan untuk melakukam koordinasi secara langsung. 

"Karena niat baik dari Wagub untuk undang seluruh dinas yang menjadi concern (fokus) kami ini, sehingga ada percepatan. Di bulan puasa nanti, diagendakan ada 4 dinas DLHK, (Biro) Kesra, (Dinas) ESDM, Dinkes, yang kemudian kami akan lakukan percepatan assesmen di desa tersebut," tambah dia. 

Khoirudin menegaskan, Komekraf akan melakukan pemetaan sosial, spasial (lokasi), pemetaan aktor, potensi desa dampingan. Basis data tersebut kemudian akan digunakan sebagai dasar pengembangan SDM di desa dampingan. 

"Target capaiannya adalah pengentasan kemiskinan, itu jangka panjangnya. Tetapi jangka pendeknya, kita akan lihat apakah yang diintervensi, produk atau servis desain, atau branding kampung. Tahapannya, riset, peluang kolaborasi, prototype produk, post project, bentuknya bisa foto, video, katalog, platform, market place, yang semua tujuannya untuk membantu meningkatkan perekonomian di desa tersebut," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu