Follow Us :              

Aktif Berinovasi, Pemprov Jateng Dapat Penghargaan BRIN

  20 April 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 792 
Kategori :
Bagikan :


Aktif Berinovasi, Pemprov Jateng Dapat Penghargaan BRIN

20 April 2022 | 10:00:00 | dibaca : 792
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

JAKARTA -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat penghargaan dari BRIN atas ini kemampuannya melakukan beragam inovasi. Selain telah mendorong keberadaan BRIDA di seluruh daerah, ia juga berhasil menjalankan program 1 OPD satu inovasi. Penyerahan penghargaan dilakukan saat menghadiri acara Kick Off Pembentukan BRIDA di kantor BRIN Jakarta, Rabu (20/4). 

Selain Ganjar Pranowo dan kepala daerah lainnya, hadir pula Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. 

Pada sesi talkshow itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  mengatakan, sejak diluncurkan BRIN, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan membentuk BRIDA di Jawa Tengah. 

"Kami sudah membentuk BRIDA dan saat ini prosesnya masih menunggu pengesahan dari DPRD," katanya. 

Kesigapan itu karena ia juga menyakini, bahwa riset dan inovasi adalah kunci dalam pembangunan daerah. Karena dengan dua hal itu, kebijakan yang diambil tidak akan salah karena berdasarkan kajian yang mendalam. 

"Kalau tidak pakai riset, maka kebijakan bakal keliru. Dengan BRIDA ini, maka akan banyak keputusan kita yang diselesaikan sesuai hasil riset yang ada," ucapnya. 

Ia mencontohkan pemanfaatan itu dalam politik pangan. Saat ini, ada dua komoditas yang masih sulit terpenuhi, yakni bawang putih dan kedelai. Padahal, Indonesia merupakan daerah subur yang mungkin bisa mengembangkan dua komoditas itu. 

"Maka BRIDA salah satu perannya untuk itu, bagaimana menyelesaikan problem kedelai dan bawang putih. Kalau susah mencari benih, kenapa tidak kita buat benih unggul sendiri. Saya yakin kita bisa," tegasnya. 

Terkait inovasi, Jawa Tengah selama ini telah banyak melakukan inovasi. Salah satunya dengan mewajibkan satu OPD minimal memiliki satu inovasi pelayanan masyarakat. 

"Dan itu sudah jalan, saya juga menggerakkan anak-anak muda lewat Hetero Space untuk mendukung riset dan inovasi di bidang start up. Inovasi anak-anak muda ini sudah mulai muncul, kita kerjasama dengan kampus, dengan perusahaan dan lainnya agar bisa berjalan," pungkasnya. 

Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada acara tersebut meminta seluruh kepala daerah seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan potensi daerah mereka. Salah satu caranya dengan segera membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). 

"Saya mendorong BRIDA segera dibentuk. Urisan riset dan inovasi harus kita tingkatkan untuk mengoptimalkan potensi di daerah," ujar Megawati. Ia mengingatkan, saat ini riset dan inovasi di Indonesia, perlu mendapat dukungan. Megawati merasa, selama ini riset dan teknologi masih belum mendapat perhatian serius. 

"Padahal banyak anak-anak Indonesia itu pintar-pintar, tapi kenapa urusan riset kita sepertinya masih terbelakang," ucapnya. Dengan riset dan inovasi, Indonesia diharapkan bisa menjadi negara maju. BRIN dan BRIDA, menurutnya, adalah salah satu cara yang bisa ditempuh. "Saya minta daerah segera membentuk BRIDA di daerah. Jadi tidak usah menunggu lagi," pungkasnya.


Bagikan :

JAKARTA -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat penghargaan dari BRIN atas ini kemampuannya melakukan beragam inovasi. Selain telah mendorong keberadaan BRIDA di seluruh daerah, ia juga berhasil menjalankan program 1 OPD satu inovasi. Penyerahan penghargaan dilakukan saat menghadiri acara Kick Off Pembentukan BRIDA di kantor BRIN Jakarta, Rabu (20/4). 

Selain Ganjar Pranowo dan kepala daerah lainnya, hadir pula Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. 

Pada sesi talkshow itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  mengatakan, sejak diluncurkan BRIN, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan membentuk BRIDA di Jawa Tengah. 

"Kami sudah membentuk BRIDA dan saat ini prosesnya masih menunggu pengesahan dari DPRD," katanya. 

Kesigapan itu karena ia juga menyakini, bahwa riset dan inovasi adalah kunci dalam pembangunan daerah. Karena dengan dua hal itu, kebijakan yang diambil tidak akan salah karena berdasarkan kajian yang mendalam. 

"Kalau tidak pakai riset, maka kebijakan bakal keliru. Dengan BRIDA ini, maka akan banyak keputusan kita yang diselesaikan sesuai hasil riset yang ada," ucapnya. 

Ia mencontohkan pemanfaatan itu dalam politik pangan. Saat ini, ada dua komoditas yang masih sulit terpenuhi, yakni bawang putih dan kedelai. Padahal, Indonesia merupakan daerah subur yang mungkin bisa mengembangkan dua komoditas itu. 

"Maka BRIDA salah satu perannya untuk itu, bagaimana menyelesaikan problem kedelai dan bawang putih. Kalau susah mencari benih, kenapa tidak kita buat benih unggul sendiri. Saya yakin kita bisa," tegasnya. 

Terkait inovasi, Jawa Tengah selama ini telah banyak melakukan inovasi. Salah satunya dengan mewajibkan satu OPD minimal memiliki satu inovasi pelayanan masyarakat. 

"Dan itu sudah jalan, saya juga menggerakkan anak-anak muda lewat Hetero Space untuk mendukung riset dan inovasi di bidang start up. Inovasi anak-anak muda ini sudah mulai muncul, kita kerjasama dengan kampus, dengan perusahaan dan lainnya agar bisa berjalan," pungkasnya. 

Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada acara tersebut meminta seluruh kepala daerah seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan potensi daerah mereka. Salah satu caranya dengan segera membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). 

"Saya mendorong BRIDA segera dibentuk. Urisan riset dan inovasi harus kita tingkatkan untuk mengoptimalkan potensi di daerah," ujar Megawati. Ia mengingatkan, saat ini riset dan inovasi di Indonesia, perlu mendapat dukungan. Megawati merasa, selama ini riset dan teknologi masih belum mendapat perhatian serius. 

"Padahal banyak anak-anak Indonesia itu pintar-pintar, tapi kenapa urusan riset kita sepertinya masih terbelakang," ucapnya. Dengan riset dan inovasi, Indonesia diharapkan bisa menjadi negara maju. BRIN dan BRIDA, menurutnya, adalah salah satu cara yang bisa ditempuh. "Saya minta daerah segera membentuk BRIDA di daerah. Jadi tidak usah menunggu lagi," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu