Follow Us :              

Pelaksanaan Waisak 2022, Ganjar Tetap Ingatkan Prokes

  11 May 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 134 
Kategori :
Bagikan :


Pelaksanaan Waisak 2022, Ganjar Tetap Ingatkan Prokes

11 May 2022 | 10:00:00 | dibaca : 134
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunjungan pengurus Sekjen DPP Walubi, Bhante Khanit Sannano Mahathera dan Ketua 2 DPD Walubi Jateng, Tanto Harsono, Rabu (11/5) di ruang kerja Gubernur. Kedatangan mereka untuk menyampaikan rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2566 BE. 

Ketua 2 DPD Walubi Jateng, Tanto Harsono melaporkan, perayaan Waisak kembali dipusatkan ke Candi Borobudur mulai 7 Mei-14 Mei 2022. 14 Mei dimulai dengan pelaksanaan upacara pengambilan Api Abadi Mrapen dan Air Suci Umbul Jumprit yang nantinya akan disemayamkan di Candi Mendut. Puncaknya pada 16 Mei, dimulai dengan prosesi jalan kaki dari Candi Mendut dan Candi Borobudur. 

“Puncaknya pada 16 Mei di Lapangan Lumbini nanti (ummat yang terlibat) sekitar 1.200-an orang karena masih terbatas dan Pak Gubernur mengusahakan datang,” jelas Tanto usai pertemuan. 

Secara keseluruhan Gubernur Jateng menilai, rangkaian Hari Raya Waisak telah disiapkan dengan baik. Ia hanya mengingatkan kepada panitia, untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

“Tadi saya minta untuk menyiapkan prokesnya, termasuk flow mereka yang hadir. Kayaknya tidak akan sebanyak sebelum pandemi. Dan tadi saya tanya panitia, katanya sudah disiapkan semuanya. Mudah-mudahan lancar,” terang Ganjar. 

Selain membahas perayaan Waisak, pada pertemuan ini Walubi juga menyampaikan apresiasi mereka pada Gubernur Jateng. Mereka memuji inisiatif Ganjar menjadikan Borobudur bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai warisan budaya dunia yang memiliki daya tarik wisata. 

Harapannya, dengan konsep yang digagas Ganjar, masyarakat bisa melihat ritual atau mengikuti prosesi ibadah ummat Buddha sebagai wisata religi yang dapat menggeliatkan perekonomian setempat. 

“Seperti Bapak sebutkan diberita, ada 300 juta buddhist di dunia, kalau satu persennya saja bisa datang dan melihat Borobudur,  sangat bagus sekali,” pungkas Sekjen DPP Walubi, Bhante Khanit Sannano Mahathera. 

Sebelum menerima kunjungan rombongan dari Walubi, Gubernur Jateng juga menerima audiensi Ketua Komisi A DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Selle KS Dalle. Pada pertemuan itu Selle meminta bantuan Gubernur membantu penyelesaian masalah sengketa aset milik Pemerintah Provinsi Sulsel di Kota Semarang. 

“Sebenarnya tidak terlalu sulit karena tanahnya pasti bisa ditelusuri terus. Di BPN (Badan Pertanahan Nasional) kita akan konfirmasi data yang ada. Mudah-mudahan bisa diselesaikan,” ungkap Ganjar. 

Selle mengaku sangat senang keluhannya direspon dengan cepat. Dia berharap mediasi antara Pemprov Jateng dan Pemprov Sulsel bisa segera menghasilkan titik temu.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunjungan pengurus Sekjen DPP Walubi, Bhante Khanit Sannano Mahathera dan Ketua 2 DPD Walubi Jateng, Tanto Harsono, Rabu (11/5) di ruang kerja Gubernur. Kedatangan mereka untuk menyampaikan rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2566 BE. 

Ketua 2 DPD Walubi Jateng, Tanto Harsono melaporkan, perayaan Waisak kembali dipusatkan ke Candi Borobudur mulai 7 Mei-14 Mei 2022. 14 Mei dimulai dengan pelaksanaan upacara pengambilan Api Abadi Mrapen dan Air Suci Umbul Jumprit yang nantinya akan disemayamkan di Candi Mendut. Puncaknya pada 16 Mei, dimulai dengan prosesi jalan kaki dari Candi Mendut dan Candi Borobudur. 

“Puncaknya pada 16 Mei di Lapangan Lumbini nanti (ummat yang terlibat) sekitar 1.200-an orang karena masih terbatas dan Pak Gubernur mengusahakan datang,” jelas Tanto usai pertemuan. 

Secara keseluruhan Gubernur Jateng menilai, rangkaian Hari Raya Waisak telah disiapkan dengan baik. Ia hanya mengingatkan kepada panitia, untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

“Tadi saya minta untuk menyiapkan prokesnya, termasuk flow mereka yang hadir. Kayaknya tidak akan sebanyak sebelum pandemi. Dan tadi saya tanya panitia, katanya sudah disiapkan semuanya. Mudah-mudahan lancar,” terang Ganjar. 

Selain membahas perayaan Waisak, pada pertemuan ini Walubi juga menyampaikan apresiasi mereka pada Gubernur Jateng. Mereka memuji inisiatif Ganjar menjadikan Borobudur bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai warisan budaya dunia yang memiliki daya tarik wisata. 

Harapannya, dengan konsep yang digagas Ganjar, masyarakat bisa melihat ritual atau mengikuti prosesi ibadah ummat Buddha sebagai wisata religi yang dapat menggeliatkan perekonomian setempat. 

“Seperti Bapak sebutkan diberita, ada 300 juta buddhist di dunia, kalau satu persennya saja bisa datang dan melihat Borobudur,  sangat bagus sekali,” pungkas Sekjen DPP Walubi, Bhante Khanit Sannano Mahathera. 

Sebelum menerima kunjungan rombongan dari Walubi, Gubernur Jateng juga menerima audiensi Ketua Komisi A DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Selle KS Dalle. Pada pertemuan itu Selle meminta bantuan Gubernur membantu penyelesaian masalah sengketa aset milik Pemerintah Provinsi Sulsel di Kota Semarang. 

“Sebenarnya tidak terlalu sulit karena tanahnya pasti bisa ditelusuri terus. Di BPN (Badan Pertanahan Nasional) kita akan konfirmasi data yang ada. Mudah-mudahan bisa diselesaikan,” ungkap Ganjar. 

Selle mengaku sangat senang keluhannya direspon dengan cepat. Dia berharap mediasi antara Pemprov Jateng dan Pemprov Sulsel bisa segera menghasilkan titik temu.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu