Follow Us :              

Dampingi Presiden Tanam Kelapa Genjah, Gubernur: Ini Desain Panjang Ketahanan Pangan

  11 August 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 206 
Kategori :
Bagikan :


Dampingi Presiden Tanam Kelapa Genjah, Gubernur: Ini Desain Panjang Ketahanan Pangan

11 August 2022 | 11:00:00 | dibaca : 206
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa bantuan ratusan ribu kelapa genjah dari pemerintah pusat untuk masyarakat di Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali merupakan desain ketahanan pangan yang panjang. Agar nilai jual tinggi, Gubernur berpesan agar nanti petani menjual produk kelapa dalam bentuk olahan. 

"Terima kasih, ini bantuan ratusan ribu benih kelapa genjah ya di Boyolali sama Sukoharjo. Menurut saya ini bagian dari mendesain ketahanan pangan kita. Bagus ini, desain ketahanan pangannya musti panjang," kata Gubernur usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanaman pohon kelapa genjah di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (11/8/2022). 

Turut dijelaskan, seluruh komponen yang ada pada pohon kelapa bermanfaat. Mulai dari buah, daun, hingga batang pohonnya. Maka dari itu ia berpesan agar setelah ditanam, orang tidak membeli atau menjual buah kelapanya, tetapi diolah lebih dulu untuk meningkatkan nilai jual hasil produksi. 

"Tadi usulannya setelah ditanam, orang tidak membeli atau menjual kelapanya, tetapi diproses menjadi olahan seperti gula semut dan minyak kelapa. Ini varian-varian yang menurut saya cukup bagus ya," jelasnya. 

Agar sektor pertanian makin bergeliat, Gubernur mengimbau agar kelompok-kelompok petani terus dikembangkan dan digerakkan. Selain diperlukan petani-petani dari generasi muda, kelompok-kelompok tani perempuan juga memegang peran penting. "Menurut saya ini bagian yang bagus, dan saya ingin kelompok wanita taninya bergerak lagi," katanya. 

Pada acara tersebut Presiden menyampaikan, ada bantuan 110 ribu benih kelapa genjah yang diberikan di Kabupaten Sukoharjo. Lalu ada 44 ribu benih kelapa genjah di Kabupaten Boyolali dan 46 ribu benih kelapa genjah di Karanganyar. Bantuan serupa juga akan diberikan di provinsi-provinsi lain. 

"Kita ingin menanam secara nasional kelapa genjah yang hasilnya setelah 2,5 tahun atau 3 tahun mulai bisa kita petik buahnya. Setahun diperkirakan bisa menghasilkan 140-180 buah kelapa," katanya di Sukoharjo. 

Presiden mengingatkan, setelah pohon kelapa ditanam, langkah selanjutnya adalah menyiapkan industrialisasinya. Kelapa ini sangat mungkin untuk diolah menjadi berbagai produk dengan nilai jual tinggi. Misalnya gula semut dan minyak kelapa. 

"Nah ini disiapkan di sini, di setiap desa yang ada kelapa genjahnya dalam jumlah banyak. Sehingga, pertama, ada tambahan income bagi masyarakat. Kedua, tanah yang tidak produktif, pekarangan, kebun, dan lain-lain bisa ditanami kelapa genjah," jelasnya. 

Dua anggota Gapoktan Karya Makmur Desa Sanggang, Sudigdo (60) dan Suyatno (48), mengatakan bantuan kelapa genjah itu sangat membantu masyarakat Desa Sanggang. Bantuan itu diharapkan dapat mengangkat ekonomi masyarakat Sanggang yang selama ini pertaniannya diganggu hama monyet.  

"Kelapa genjah baru kali ini. Dulu di sini terkenal dengan kacang dan singkong tetapi kalah dengan hama monyet lalu petani memilih merantau. Dengan bantuan ini harapannya banyak petani yang menetap di desa dan mengembangkan ekonomi desa lewat pertanian," ujar Sudigdo.


Bagikan :

SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa bantuan ratusan ribu kelapa genjah dari pemerintah pusat untuk masyarakat di Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali merupakan desain ketahanan pangan yang panjang. Agar nilai jual tinggi, Gubernur berpesan agar nanti petani menjual produk kelapa dalam bentuk olahan. 

"Terima kasih, ini bantuan ratusan ribu benih kelapa genjah ya di Boyolali sama Sukoharjo. Menurut saya ini bagian dari mendesain ketahanan pangan kita. Bagus ini, desain ketahanan pangannya musti panjang," kata Gubernur usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanaman pohon kelapa genjah di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (11/8/2022). 

Turut dijelaskan, seluruh komponen yang ada pada pohon kelapa bermanfaat. Mulai dari buah, daun, hingga batang pohonnya. Maka dari itu ia berpesan agar setelah ditanam, orang tidak membeli atau menjual buah kelapanya, tetapi diolah lebih dulu untuk meningkatkan nilai jual hasil produksi. 

"Tadi usulannya setelah ditanam, orang tidak membeli atau menjual kelapanya, tetapi diproses menjadi olahan seperti gula semut dan minyak kelapa. Ini varian-varian yang menurut saya cukup bagus ya," jelasnya. 

Agar sektor pertanian makin bergeliat, Gubernur mengimbau agar kelompok-kelompok petani terus dikembangkan dan digerakkan. Selain diperlukan petani-petani dari generasi muda, kelompok-kelompok tani perempuan juga memegang peran penting. "Menurut saya ini bagian yang bagus, dan saya ingin kelompok wanita taninya bergerak lagi," katanya. 

Pada acara tersebut Presiden menyampaikan, ada bantuan 110 ribu benih kelapa genjah yang diberikan di Kabupaten Sukoharjo. Lalu ada 44 ribu benih kelapa genjah di Kabupaten Boyolali dan 46 ribu benih kelapa genjah di Karanganyar. Bantuan serupa juga akan diberikan di provinsi-provinsi lain. 

"Kita ingin menanam secara nasional kelapa genjah yang hasilnya setelah 2,5 tahun atau 3 tahun mulai bisa kita petik buahnya. Setahun diperkirakan bisa menghasilkan 140-180 buah kelapa," katanya di Sukoharjo. 

Presiden mengingatkan, setelah pohon kelapa ditanam, langkah selanjutnya adalah menyiapkan industrialisasinya. Kelapa ini sangat mungkin untuk diolah menjadi berbagai produk dengan nilai jual tinggi. Misalnya gula semut dan minyak kelapa. 

"Nah ini disiapkan di sini, di setiap desa yang ada kelapa genjahnya dalam jumlah banyak. Sehingga, pertama, ada tambahan income bagi masyarakat. Kedua, tanah yang tidak produktif, pekarangan, kebun, dan lain-lain bisa ditanami kelapa genjah," jelasnya. 

Dua anggota Gapoktan Karya Makmur Desa Sanggang, Sudigdo (60) dan Suyatno (48), mengatakan bantuan kelapa genjah itu sangat membantu masyarakat Desa Sanggang. Bantuan itu diharapkan dapat mengangkat ekonomi masyarakat Sanggang yang selama ini pertaniannya diganggu hama monyet.  

"Kelapa genjah baru kali ini. Dulu di sini terkenal dengan kacang dan singkong tetapi kalah dengan hama monyet lalu petani memilih merantau. Dengan bantuan ini harapannya banyak petani yang menetap di desa dan mengembangkan ekonomi desa lewat pertanian," ujar Sudigdo.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu