Follow Us :              

Bantu Revitalisasi Gelanggang Mangli, Gubernur Jateng Berharap Mampu Munculkan Atlet dari Warga Sekitar

  01 September 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 222 
Kategori :
Bagikan :


Bantu Revitalisasi Gelanggang Mangli, Gubernur Jateng Berharap Mampu Munculkan Atlet dari Warga Sekitar

01 September 2022 | 10:00:00 | dibaca : 222
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

WONOSOBO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengingatkan agar pengerjaan proyek revitalisasi gelanggang olahraga Mangli di Kabupaten Wonosobo dilakukan sesuai perencanaan. Revitalisasi yang menelan biaya Rp7,5 miliar tersebut diharapkan dapat mendorong kemunculan atlet-atlet berbakat dari warga setempat. 

"Kita memang harus lebih sering meninjau ke lapangan seperti ini agar bisa tahu bahwa itu bermanfaat untuk rakyat. Syukur-syukur (ada) lapangan sepakbola dan kolam renang, kita harapkan muncul atlet-atlet sepakbola dan juga perenang-perenang dari warga setempat," kata Gubernur usai meninjau Bantuan Keuangan Sarana Prasarana (Bankeu Sarpras) kabupaten/kota di Kabupaten Wonosobo, Kamis (1/9/2022). 

Gelanggang olahraga Mangli di Desa Kejiwan, Kecamatan Wonosobo, mendapatkan dua kali alokasi bantuan keuangan sarpras kabupaten/kota. Dua bantuan itu dialokasikan untuk revitalisasi sarana olahraga. Di antaranya tribun lapangan sepakbola beserta fasilitas kamar mandi senilai Rp1 miliar dari anggaran tahun 2021 dan revitalisasi kolam renang senilai Rp6,5 miliar dari anggaran tahun 2022. 

"Untuk menyiapkan kolam renang yang berskala minimal nasional. Ada standar untuk bisa dipakai lomba. Termasuk yang ada di lapangan sepakbola ini. Katanya di kampung ini kalau lagi event olahraga tempatnya di sini, ramai, dan orang bisa memanfaatkan," ungkap Gubernur. 

Terkait revitalisasi kolam renang, kepada kontraktor ditegaskan agar pengerjaannya dilakukan dengan baik. Mulai dari kualitas hingga spesifikasi sesuai dengan perencanaan. "Saya minta jangan dikorupsi, kualitas musti baik, sesuai dengan spek," tegasnya. 

Keberadaan mata air di kawasan sekitar lokasi kolam renang, juga menjadi perhatian Gubernur. Sumber mata air tersebut kondisinya sangat baik bahkan sudah dimanfaatkan untuk PDAM dan sisanya dipakai perusahaan air kemasan. 

"Satu sumber airnya bagus, mengalir bahkan dipakai juga untuk air kemasan. Maka saya minta yang pertama area sumber mata airnya itu dikonservasi. Jadi ada satu perusahaan yang sudah membeli area itu dan saya minta tanami dengan tanaman-tanaman yang bisa menjaga sumber mata air. Umpama tanaman-tanaman yang orang tidak suka memotong, itu bisa mendorong sumber mata airnya jauh lebih banyak," katanya. 

Ketua Persatuan Sepakbola Merpati (PS Merpati) Desa Kejiwan, Heri, mengatakan bahwa klub sepakbola Desa Kejiwan merupakan alah satu yang berprestasi di Kabupaten Wonosobo. Bantuan tribun sepakbola lengkap dengan kamar mandi dan bench pemain diharapkan dapat memberikan suntikan semangat bagi warga. 

"Di wilayah Wonosobo hanya di Desa Kejiwan ini yang memiliki dua klub yang berlaga di kompetisi liga 1 Kabupaten Wonosobo. Meskipun dari dua tim itu juga sering naik turun," ungkapnya.


Bagikan :

WONOSOBO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengingatkan agar pengerjaan proyek revitalisasi gelanggang olahraga Mangli di Kabupaten Wonosobo dilakukan sesuai perencanaan. Revitalisasi yang menelan biaya Rp7,5 miliar tersebut diharapkan dapat mendorong kemunculan atlet-atlet berbakat dari warga setempat. 

"Kita memang harus lebih sering meninjau ke lapangan seperti ini agar bisa tahu bahwa itu bermanfaat untuk rakyat. Syukur-syukur (ada) lapangan sepakbola dan kolam renang, kita harapkan muncul atlet-atlet sepakbola dan juga perenang-perenang dari warga setempat," kata Gubernur usai meninjau Bantuan Keuangan Sarana Prasarana (Bankeu Sarpras) kabupaten/kota di Kabupaten Wonosobo, Kamis (1/9/2022). 

Gelanggang olahraga Mangli di Desa Kejiwan, Kecamatan Wonosobo, mendapatkan dua kali alokasi bantuan keuangan sarpras kabupaten/kota. Dua bantuan itu dialokasikan untuk revitalisasi sarana olahraga. Di antaranya tribun lapangan sepakbola beserta fasilitas kamar mandi senilai Rp1 miliar dari anggaran tahun 2021 dan revitalisasi kolam renang senilai Rp6,5 miliar dari anggaran tahun 2022. 

"Untuk menyiapkan kolam renang yang berskala minimal nasional. Ada standar untuk bisa dipakai lomba. Termasuk yang ada di lapangan sepakbola ini. Katanya di kampung ini kalau lagi event olahraga tempatnya di sini, ramai, dan orang bisa memanfaatkan," ungkap Gubernur. 

Terkait revitalisasi kolam renang, kepada kontraktor ditegaskan agar pengerjaannya dilakukan dengan baik. Mulai dari kualitas hingga spesifikasi sesuai dengan perencanaan. "Saya minta jangan dikorupsi, kualitas musti baik, sesuai dengan spek," tegasnya. 

Keberadaan mata air di kawasan sekitar lokasi kolam renang, juga menjadi perhatian Gubernur. Sumber mata air tersebut kondisinya sangat baik bahkan sudah dimanfaatkan untuk PDAM dan sisanya dipakai perusahaan air kemasan. 

"Satu sumber airnya bagus, mengalir bahkan dipakai juga untuk air kemasan. Maka saya minta yang pertama area sumber mata airnya itu dikonservasi. Jadi ada satu perusahaan yang sudah membeli area itu dan saya minta tanami dengan tanaman-tanaman yang bisa menjaga sumber mata air. Umpama tanaman-tanaman yang orang tidak suka memotong, itu bisa mendorong sumber mata airnya jauh lebih banyak," katanya. 

Ketua Persatuan Sepakbola Merpati (PS Merpati) Desa Kejiwan, Heri, mengatakan bahwa klub sepakbola Desa Kejiwan merupakan alah satu yang berprestasi di Kabupaten Wonosobo. Bantuan tribun sepakbola lengkap dengan kamar mandi dan bench pemain diharapkan dapat memberikan suntikan semangat bagi warga. 

"Di wilayah Wonosobo hanya di Desa Kejiwan ini yang memiliki dua klub yang berlaga di kompetisi liga 1 Kabupaten Wonosobo. Meskipun dari dua tim itu juga sering naik turun," ungkapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu