Follow Us :              

Dialog Bisnis dengan Uni Eropa, Gubernur Berharap Masuk Investasi Industri High Technology

  04 October 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 164 
Kategori :
Bagikan :


Dialog Bisnis dengan Uni Eropa, Gubernur Berharap Masuk Investasi Industri High Technology

04 October 2022 | 09:00:00 | dibaca : 164
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Sejauh ini investasi dari negara-negara Uni Eropa di Jawa Tengah masih kalah dengan negara-negara non-Uni Eropa. Acara Uni Eropa-Central Java Trade and Investment Dialogue diharapkan mampu menjadi media mendorong meningkatnya negara angota mereka untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya untuk industri high technology.

Data realisasi investasi di Jawa Tengah pada semester I 2022 menyebutkan investasi dari negara-negara Uni Eropa baru sebesar 4,9 juta US Dollar. Jerman sejauh ini menjadi negara tertinggi yang berinvestasi di Jawa Tengah dengan total 1,4 juta US Dollar disusul Belgia dengan 1,2 juta US Dollar. 

"Tadi saya tampilkan bahwa (investasi) Uni Eropa belum banyak, yang tertinggi Jerman. Mudah-mudahan nanti anggota Uni Eropa lain bisa datang untuk masuk ke Jawa Tengah," kata Gubernur usai menghadiri acara  tersebut di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Selasa (4/10/2022). 

Pada pertemuan tersebut Gubernur juga menjelaskan peluang besar potensi kerja Uni Eropa dengan Jawa Tengah di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia. Hal ini karena persoalan yang dihadapi oleh negara-negara Uni Eropa juga sama dengan negara lain di dunia termasuk Indonesia. Pertama, masalah energi, dalam hal ini gas. Kedua, masalah pangan. 

Selain dua bidang tersebut, bidang perdagangan dan investasi juga akan menjadi kerja sama penting. Apalagi di Jawa Tengah terdapat banyak kawasan industri dan perdagangan yang disiapkan dengan insentif yang cukup besar. 

"Ini potensi yang bagus antara Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dengan Uni Eropa. Kita harapkan bisa mengundang lebih banyak (investor), maka tadi kita tawarkan beberapa kawasan industri yang cukup menarik agar bisa datang," jelasnya. 

Potensi besar itu semakin terlihat ketika pada Senin (3/10/2022) lalu Gubernur bersama Presiden Joko Widodo menghadiri peletakan batu pertama pembangunan perusahan penghasil pipa, Wavin Manufacturing di Grand Batang City. Nilai investasi perusahaan asal Belanda itu mencapai Rp 1,9 triliun. 

"Kemarin Wavin, perusahaan Belanda yang cukup besar sudah masuk di Batang. Nestle juga sudah ada di Batang," ujarnya. 

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket, itu Gubernur berharap lebih banyak perusahaan Uni Eropa masuk di Jawa Tengah. Sebab sejauh ini menurutnya mereka lebih banyak yang ingin berinvestasi pada industri infrastruktur. 

"Tentu yang mereka tadi omongkan lebih banyak mau infrastruktur tapi sebenarnya kami juga ingin yang high technology juga, kalau hi-tech bisa masuk ke sini kan cukup bagus," katanya. 

Terkait kerja sama dengan Uni Eropa ini, Gubernur juga menggandeng Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Tengah untuk proaktif untuk menindaklanjuti hasil dialog tersebut. 

"Jadi list of product-nya ada, insentifnya ada, lokasinya kita ada, dan habis ini mereka akan diajak tur untuk melihat beberapa kawasan industri dan mudah-mudahan nanti melahirkan kerja sama yang lebih baik dan investasinya lebih banyak," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Sejauh ini investasi dari negara-negara Uni Eropa di Jawa Tengah masih kalah dengan negara-negara non-Uni Eropa. Acara Uni Eropa-Central Java Trade and Investment Dialogue diharapkan mampu menjadi media mendorong meningkatnya negara angota mereka untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya untuk industri high technology.

Data realisasi investasi di Jawa Tengah pada semester I 2022 menyebutkan investasi dari negara-negara Uni Eropa baru sebesar 4,9 juta US Dollar. Jerman sejauh ini menjadi negara tertinggi yang berinvestasi di Jawa Tengah dengan total 1,4 juta US Dollar disusul Belgia dengan 1,2 juta US Dollar. 

"Tadi saya tampilkan bahwa (investasi) Uni Eropa belum banyak, yang tertinggi Jerman. Mudah-mudahan nanti anggota Uni Eropa lain bisa datang untuk masuk ke Jawa Tengah," kata Gubernur usai menghadiri acara  tersebut di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Selasa (4/10/2022). 

Pada pertemuan tersebut Gubernur juga menjelaskan peluang besar potensi kerja Uni Eropa dengan Jawa Tengah di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia. Hal ini karena persoalan yang dihadapi oleh negara-negara Uni Eropa juga sama dengan negara lain di dunia termasuk Indonesia. Pertama, masalah energi, dalam hal ini gas. Kedua, masalah pangan. 

Selain dua bidang tersebut, bidang perdagangan dan investasi juga akan menjadi kerja sama penting. Apalagi di Jawa Tengah terdapat banyak kawasan industri dan perdagangan yang disiapkan dengan insentif yang cukup besar. 

"Ini potensi yang bagus antara Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dengan Uni Eropa. Kita harapkan bisa mengundang lebih banyak (investor), maka tadi kita tawarkan beberapa kawasan industri yang cukup menarik agar bisa datang," jelasnya. 

Potensi besar itu semakin terlihat ketika pada Senin (3/10/2022) lalu Gubernur bersama Presiden Joko Widodo menghadiri peletakan batu pertama pembangunan perusahan penghasil pipa, Wavin Manufacturing di Grand Batang City. Nilai investasi perusahaan asal Belanda itu mencapai Rp 1,9 triliun. 

"Kemarin Wavin, perusahaan Belanda yang cukup besar sudah masuk di Batang. Nestle juga sudah ada di Batang," ujarnya. 

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket, itu Gubernur berharap lebih banyak perusahaan Uni Eropa masuk di Jawa Tengah. Sebab sejauh ini menurutnya mereka lebih banyak yang ingin berinvestasi pada industri infrastruktur. 

"Tentu yang mereka tadi omongkan lebih banyak mau infrastruktur tapi sebenarnya kami juga ingin yang high technology juga, kalau hi-tech bisa masuk ke sini kan cukup bagus," katanya. 

Terkait kerja sama dengan Uni Eropa ini, Gubernur juga menggandeng Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Tengah untuk proaktif untuk menindaklanjuti hasil dialog tersebut. 

"Jadi list of product-nya ada, insentifnya ada, lokasinya kita ada, dan habis ini mereka akan diajak tur untuk melihat beberapa kawasan industri dan mudah-mudahan nanti melahirkan kerja sama yang lebih baik dan investasinya lebih banyak," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu