Follow Us :              

Gerakan Penanaman 1.000 Pohon, Gubernur Dukung Pemanfaatan Lahan Kritis Bukit Serut Blora Jadi Objek Wisata

  26 October 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 113 
Kategori :
Bagikan :


Gerakan Penanaman 1.000 Pohon, Gubernur Dukung Pemanfaatan Lahan Kritis Bukit Serut Blora Jadi Objek Wisata

26 October 2022 | 13:00:00 | dibaca : 113
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

BLORA - Musim hujan yang kerap diartikan sebagai musim datangnya berbagai bencana alam dimaknai lain oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Baginya musim hujan adalah saat paling ideal untuk menggencarkan penanaman pohon di lahan-lahan kritis. 

"Ini musim hujan. Satu sisi banyak terjadi bencana, tapi sisi lain daerah-daerah yang seperti ini (kritis) kita manfaatkan baik-baik untuk menanam. Maka hari ini kita ajak masyarakat dan pelajar untuk menanam," kata Gubernur usai memimpin penanaman 1.000 pohon di lahan kritis Bukit Serut, Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Rabu (26/10/2022). 

Penanaman pohon tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Terdiri atas kelompok masyarakat, kelompok tani, serta pelajar dan mahasiswa. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Bupati Blora serta Forkompimda Blora, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, dan Perhutani. 

Lahan kritis yang dipilih untuk penanaman pohon tersebut merupakan milik Perhutani yang dikelola bersama dengan masyarakat setempat. Di sekitar kawasan tersebut dilewati oleh daeran aliran Sungai Serang yang memiliki potensi besar untuk banjir. Bencana banjir besar sempat terjadi di wilayah Kecamatan Jiken pada bulan Maret 2022 lalu. 

"Ini kebaikan hati dari Perhutani, (lahan) bisa dikelola oleh masyarakat dan dipakai untuk pariwisata. Rasanya kalau seperti ini masih gersang. Maka mumpung hujan masih banyak ayo kita menanam sebanyak-banyaknya juga. Maka ini nanti bisa menjadi tempat pariwisata yang bagus," ajaknya. 

Pantauan di lokasi, kawasan tersebut memang terlihat gersang. Tidak banyak pohon tinggi yang tumbuh di bukit tersebut. Melihat kondisi tersebut maka banyak usulan agar ke depan lebih banyak pohon buah atau pohon lain yang dapat menahan air. 

"Tadi ada usulan dari Bupati soal tanaman buah dan pohon yang orang tidak mau menebang. PKK juga bisa masuk menanam daun kelor. Aren sebenarnya juga bagus karena menyimpan air sehingga nanti kita harapkan muncul sumber-sumber air," jelasnya. 

Seiring difungsikannya Bukit Serut sebagai objek wisata, saat ini mulai dikembangkan beberapa wahana dan bangunan penunjang di bukit tersebut. Agar lebih menarik, menurut Gubernur, masih perlu dilakukan beberapa perbaikan, termasuk soal sampah dan pengelolaan. 

"Tiketnya sangat murah sekali hanya Rp 2000, parkirnya saja Rp 3000. Maka kalau ini bisa di-manage dengan baik. Tadi saya usul lanskapnya ditata dengan bagus sehingga indah. Bisa mengundang perguruan tinggi. Jadi kalau nanti mau dikembangkan, orang akan mau datang ke sini, maka akan betul-betul bagus. Saya sampaikan agar sampahnya dikelola dengan baik, jangan sampai kotor. Buat peraturan dari wabah dan di sini disiapkan tempat sampah, disiapkan pengelolaannya," pungkasnya.


Bagikan :

BLORA - Musim hujan yang kerap diartikan sebagai musim datangnya berbagai bencana alam dimaknai lain oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Baginya musim hujan adalah saat paling ideal untuk menggencarkan penanaman pohon di lahan-lahan kritis. 

"Ini musim hujan. Satu sisi banyak terjadi bencana, tapi sisi lain daerah-daerah yang seperti ini (kritis) kita manfaatkan baik-baik untuk menanam. Maka hari ini kita ajak masyarakat dan pelajar untuk menanam," kata Gubernur usai memimpin penanaman 1.000 pohon di lahan kritis Bukit Serut, Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Rabu (26/10/2022). 

Penanaman pohon tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Terdiri atas kelompok masyarakat, kelompok tani, serta pelajar dan mahasiswa. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Bupati Blora serta Forkompimda Blora, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, dan Perhutani. 

Lahan kritis yang dipilih untuk penanaman pohon tersebut merupakan milik Perhutani yang dikelola bersama dengan masyarakat setempat. Di sekitar kawasan tersebut dilewati oleh daeran aliran Sungai Serang yang memiliki potensi besar untuk banjir. Bencana banjir besar sempat terjadi di wilayah Kecamatan Jiken pada bulan Maret 2022 lalu. 

"Ini kebaikan hati dari Perhutani, (lahan) bisa dikelola oleh masyarakat dan dipakai untuk pariwisata. Rasanya kalau seperti ini masih gersang. Maka mumpung hujan masih banyak ayo kita menanam sebanyak-banyaknya juga. Maka ini nanti bisa menjadi tempat pariwisata yang bagus," ajaknya. 

Pantauan di lokasi, kawasan tersebut memang terlihat gersang. Tidak banyak pohon tinggi yang tumbuh di bukit tersebut. Melihat kondisi tersebut maka banyak usulan agar ke depan lebih banyak pohon buah atau pohon lain yang dapat menahan air. 

"Tadi ada usulan dari Bupati soal tanaman buah dan pohon yang orang tidak mau menebang. PKK juga bisa masuk menanam daun kelor. Aren sebenarnya juga bagus karena menyimpan air sehingga nanti kita harapkan muncul sumber-sumber air," jelasnya. 

Seiring difungsikannya Bukit Serut sebagai objek wisata, saat ini mulai dikembangkan beberapa wahana dan bangunan penunjang di bukit tersebut. Agar lebih menarik, menurut Gubernur, masih perlu dilakukan beberapa perbaikan, termasuk soal sampah dan pengelolaan. 

"Tiketnya sangat murah sekali hanya Rp 2000, parkirnya saja Rp 3000. Maka kalau ini bisa di-manage dengan baik. Tadi saya usul lanskapnya ditata dengan bagus sehingga indah. Bisa mengundang perguruan tinggi. Jadi kalau nanti mau dikembangkan, orang akan mau datang ke sini, maka akan betul-betul bagus. Saya sampaikan agar sampahnya dikelola dengan baik, jangan sampai kotor. Buat peraturan dari wabah dan di sini disiapkan tempat sampah, disiapkan pengelolaannya," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu