Follow Us :              

Penanganan Rawa Pening Butuh Kolaborasi Banyak Pihak

  28 November 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 314 
Kategori :
Bagikan :


Penanganan Rawa Pening Butuh Kolaborasi Banyak Pihak

28 November 2022 | 08:00:00 | dibaca : 314
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Semarang, telah melaksanakan program revitalisasi pemeliharaan Danau Rawa Pening guna mengembalikan fungsi alami danau sebagai pembangkit listrik tenaga air, irigasi, perikanan, pariwisata, dan sebagainya. 

"Sejak 2018 Pemprov Jateng (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah) membentuk tim untuk menangani Rawa Pening yang terdiri dari lima Pokja. Diantaranya merevitalisasi kondisi Rawa Pening, terkait permasalahan pemanfaatan KJA (kerambah jaring apung) yang terlalu banyak, tumbuhan eceng gondok, penanganan limbah, serta kondisi lain di sekitar Rawa Pening," ujar Sekda, di Kantor Balai Penelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali-Jratun, Senin (28/11/2022).

Rawa Pening merupakan salah satu dari 15 danau di Indonesia yang menjadi prioritas untuk dilakukan revitalisasi dari pemerintah pusat. Karenanya, berbagai program dan upaya terus  dilakukan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai penampungan air. Antara lain melalui pembersihan tanaman gulma eceng gondok, pengerukan sedimentasi, pembatasan kerambah ikan, pengelolaan limbah, serta penataan kawasan DAS.

"Masalah paling krusial adalah terkait eceng gondok, pemanfaatan (rawa) oleh masyarakat di sekitar Rawa Pening, serta sedimentasi. Sedimentasi tidak hanya di Rawa Pening tetapi juga di daerah daerah tangkapan air bagian atas harus kita atasi bersama," jelas Sekda. 

Pada rapat koordinasi pemantauan capaian rencana pengelolaan Danau Rawa Pening itu, Sekda menyebutkan, dalam menangani persoalan limbah peternakan dan limbah rumah tangga dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Semarang. Keduanya bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang limbah sembarangan. Terutama limbah peternakan, rumah tangga, dan tempat tempat wisata di kawasan Rawa Pening agar mengelola limbah sesuai regulasi.

"Kita diberi amanah untuk mengembalikan fungsi Rawa Pening sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Ini butuh kolaborasi semua pihak dan stakeholder, termasuk dengan Kabupeten Semarang terkait berbagai perizinan di kawasan Rawa Pening dan pengelolaan limbah," lanjutnya.

Kepala BPDAS (Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Pemali-Jratun Rohima Nugraeni turut menerangkan, berkat kolaborasi beberapa Organisasi Perangkat Daerah di pusat maupun daerah untuk memulihkan fungsi Rawa Pening, kondisi di kawasan ini menjadi berangsur membaik.

"Untuk Danau Rawa Pening hingga saat ini kondisi fisik jauh lebih baik atau mengalami kemajuan dibanding beberapa tahun lalu. Sekitar 70-80 persen eceng gondok sudah bisa diangkat dari danau. Masalah-masalah di sekitarnya juga sudah bisa diselesaikan. Tutupan di atas sudah membaik, serta kerambah jaring apung sudah diminimalisir," terang Rohima.


Bagikan :

SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Semarang, telah melaksanakan program revitalisasi pemeliharaan Danau Rawa Pening guna mengembalikan fungsi alami danau sebagai pembangkit listrik tenaga air, irigasi, perikanan, pariwisata, dan sebagainya. 

"Sejak 2018 Pemprov Jateng (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah) membentuk tim untuk menangani Rawa Pening yang terdiri dari lima Pokja. Diantaranya merevitalisasi kondisi Rawa Pening, terkait permasalahan pemanfaatan KJA (kerambah jaring apung) yang terlalu banyak, tumbuhan eceng gondok, penanganan limbah, serta kondisi lain di sekitar Rawa Pening," ujar Sekda, di Kantor Balai Penelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali-Jratun, Senin (28/11/2022).

Rawa Pening merupakan salah satu dari 15 danau di Indonesia yang menjadi prioritas untuk dilakukan revitalisasi dari pemerintah pusat. Karenanya, berbagai program dan upaya terus  dilakukan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai penampungan air. Antara lain melalui pembersihan tanaman gulma eceng gondok, pengerukan sedimentasi, pembatasan kerambah ikan, pengelolaan limbah, serta penataan kawasan DAS.

"Masalah paling krusial adalah terkait eceng gondok, pemanfaatan (rawa) oleh masyarakat di sekitar Rawa Pening, serta sedimentasi. Sedimentasi tidak hanya di Rawa Pening tetapi juga di daerah daerah tangkapan air bagian atas harus kita atasi bersama," jelas Sekda. 

Pada rapat koordinasi pemantauan capaian rencana pengelolaan Danau Rawa Pening itu, Sekda menyebutkan, dalam menangani persoalan limbah peternakan dan limbah rumah tangga dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Semarang. Keduanya bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang limbah sembarangan. Terutama limbah peternakan, rumah tangga, dan tempat tempat wisata di kawasan Rawa Pening agar mengelola limbah sesuai regulasi.

"Kita diberi amanah untuk mengembalikan fungsi Rawa Pening sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Ini butuh kolaborasi semua pihak dan stakeholder, termasuk dengan Kabupeten Semarang terkait berbagai perizinan di kawasan Rawa Pening dan pengelolaan limbah," lanjutnya.

Kepala BPDAS (Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Pemali-Jratun Rohima Nugraeni turut menerangkan, berkat kolaborasi beberapa Organisasi Perangkat Daerah di pusat maupun daerah untuk memulihkan fungsi Rawa Pening, kondisi di kawasan ini menjadi berangsur membaik.

"Untuk Danau Rawa Pening hingga saat ini kondisi fisik jauh lebih baik atau mengalami kemajuan dibanding beberapa tahun lalu. Sekitar 70-80 persen eceng gondok sudah bisa diangkat dari danau. Masalah-masalah di sekitarnya juga sudah bisa diselesaikan. Tutupan di atas sudah membaik, serta kerambah jaring apung sudah diminimalisir," terang Rohima.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu