Follow Us :              

Nonton Bersama Film Semes7a, Sekda : Menanam Pohon Adalah Bentuk Sedekah Yang Luar Biasa

  10 December 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 660 
Kategori :
Bagikan :


Nonton Bersama Film Semes7a, Sekda : Menanam Pohon Adalah Bentuk Sedekah Yang Luar Biasa

10 December 2022 | 13:00:00 | dibaca : 660
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Dampak perubahan iklim, saat ini sudah nyata dirasakan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk masyarakat Jawa Tengah. Salah satunya adalah bencana hidrologi yang kerap melanda wilayah pantura, seperti Kota Semarang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Demak. 

Agar dampak negatif perubahan iklim tidak semakin besar, maka kesadaran pada kelestarian lingkungan perlu dibangun. Kampanye membangun kepedulian terhadap alam salah satunya bisa dilakukan lewat menonton film. Hal itu pula yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Kemitraan menyelenggarakan kegiatan Nonton dan Diskusi Bareng Film Semes7a (baca : Semesta) di XXI Paragon Mall, Sabtu (10/12/2022). 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, ikut menonton film Semesta yang pernah menjadi nominasi film dokumenter panjang terbaik, di Festival Film Indonesia pada tahun 2018 tersebut. Sekda Sumarno menonton bersama kepala OPD, ratusan pelajar dan mahasiswa. 

Film Semes7a produksi Tanakhir Films ini menceritakan tentang tujuh tokoh dari tujuh provinsi di Indonesia yang bergerak untuk memperlambat terjadinya perubahan iklim. Provinsi tersebut adalah Bali, Aceh, Kalimantan Barat, NTT, Papua Barat, DKI, dan DIY.  Mereka merawat alam atas dorongan agama, kepercayaan dan budaya masing-masing. 

Usai menonton film, Sekda mengatakan bahwa mengatasi persoalan lingkungan, perlu dilakukan secara kolaborasi dengan berbagai pihak. Sekda juga mengajak semua elemen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Turut dicontohkan, kepedulian lingkungan bisa dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan melakukan penghijauan. 

"Ini perlu kita sadarkan lagi kondisi-kondisi masalah kerusakan lingkungan. Mungkin kita (melakukan) penghijauan, penanaman kembali. Saya mengajak teman-teman semua, yang namanya menanam itu adalah bentuk sedekah yang luar biasa," tuturnya 

Sekda menerangkan, penghijauan menjadi bernilai sedekah karena manfaatnya mungkin tidak bisa dirasakan oleh yang menanam, tetapi akan dirasakan oleh generasi berikutnya. 

"Jadi kita bertanam itu, tanpa kita sadari, kita sudah bersedekah terus menerus," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Dampak perubahan iklim, saat ini sudah nyata dirasakan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk masyarakat Jawa Tengah. Salah satunya adalah bencana hidrologi yang kerap melanda wilayah pantura, seperti Kota Semarang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Demak. 

Agar dampak negatif perubahan iklim tidak semakin besar, maka kesadaran pada kelestarian lingkungan perlu dibangun. Kampanye membangun kepedulian terhadap alam salah satunya bisa dilakukan lewat menonton film. Hal itu pula yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Kemitraan menyelenggarakan kegiatan Nonton dan Diskusi Bareng Film Semes7a (baca : Semesta) di XXI Paragon Mall, Sabtu (10/12/2022). 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, ikut menonton film Semesta yang pernah menjadi nominasi film dokumenter panjang terbaik, di Festival Film Indonesia pada tahun 2018 tersebut. Sekda Sumarno menonton bersama kepala OPD, ratusan pelajar dan mahasiswa. 

Film Semes7a produksi Tanakhir Films ini menceritakan tentang tujuh tokoh dari tujuh provinsi di Indonesia yang bergerak untuk memperlambat terjadinya perubahan iklim. Provinsi tersebut adalah Bali, Aceh, Kalimantan Barat, NTT, Papua Barat, DKI, dan DIY.  Mereka merawat alam atas dorongan agama, kepercayaan dan budaya masing-masing. 

Usai menonton film, Sekda mengatakan bahwa mengatasi persoalan lingkungan, perlu dilakukan secara kolaborasi dengan berbagai pihak. Sekda juga mengajak semua elemen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Turut dicontohkan, kepedulian lingkungan bisa dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan melakukan penghijauan. 

"Ini perlu kita sadarkan lagi kondisi-kondisi masalah kerusakan lingkungan. Mungkin kita (melakukan) penghijauan, penanaman kembali. Saya mengajak teman-teman semua, yang namanya menanam itu adalah bentuk sedekah yang luar biasa," tuturnya 

Sekda menerangkan, penghijauan menjadi bernilai sedekah karena manfaatnya mungkin tidak bisa dirasakan oleh yang menanam, tetapi akan dirasakan oleh generasi berikutnya. 

"Jadi kita bertanam itu, tanpa kita sadari, kita sudah bersedekah terus menerus," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu