Follow Us :              

Libur Nataru, Sekda Tekankan Kesiapan Tempat Wisata

  19 December 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 413 
Kategori :
Bagikan :


Libur Nataru, Sekda Tekankan Kesiapan Tempat Wisata

19 December 2022 | 08:00:00 | dibaca : 413
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu daerah tujuan tertinggi perjalanan libur Natal 2022 dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Diprediksi 8,7 juta orang akan menuju Jawa Tengah dengan daerah asal perjalanan terbanyak dari Jabodetabek. 

Saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Candi 2022, Senin (19/12/2022), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menekankan perlunya langkah antisipasi kerawanan di tempat-tempat tujuan wisata. Pihaknya mengamati, meski belum masuk libur Nataru, tempat tujuan wisata di Jawa Tengah sudah padat. 

"Sekarang ini yang perlu diantisipasi tempat-tempat wisata, karena sebelum hari besar saja, hanya hari-hari libur saja, tempat-tempat wisata sudah cukup ramai," jelasnya saat rakor di Hotel MG Setos tersebut. 

Jalur wisata yang rawan macet dan rawan bencana, lanjutnya, juga harus diantisipasi. Apabila masih ada pekerjaan jalan, bisa dihentikan sementara dan disertai rambu-rambu peringatan. Pada jalur yang rawan bencana, seperti longsor, Sekda meminta dinas terkait agar menyiapkan alat berat. 

"Jateng (Jawa Tengah) sekarang ini memang risiko-risikonya seperti tanah longsor dan sebagainya. Jadi jalan-jalan yang menjadi jalur-jalur yang dilalui, perlu diantisipasi bersama. Kesiapsiagaan dari alat untuk membuat jalur lancar, untuk mengevakuasi kondisi-kondisi longsor dan sebagainya, mohon disiapkan," pesannya 

Selain mengantisipasi kerawanan di tempat wisata, Sekda juga mengingatkan TNI/ POLRI untuk menggandeng stakeholder lainnya. TNI/POLRI perlu bekerja sama dengan FKUB dan Dewan Gereja, untuk fokus melakukan pengamanan di gereja. 

Terkait persoalan pangan, Sekda menyampaikan, dari sisi ketersediaan pasokan dan harga, saat ini kondisinya masih relatif aman. "Bicara masalah kesediaan pangan, kita bicara masalah distribusi. Tentu saja kami mohon teman-teman dari OPD Provinsi Jateng, maupun kabupaten/ kota untuk selalu memantau ketersediaan, maupun kaitannya dengan harga." 

Terlepas dari persiapan Nataru, guna memantau inflasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota sedang memang gencar melakukan pemantauan ketersediaan dan harga komoditas bahan pangan. 

"Ini sudah kita lakukan bersama. Setiap minggu kita memantau kaitannya dengan inflasi. Tentu saja kondisi-kondisi ini dalam Nataru akan ada kenaikan-kenaikan," pungkasnya


Bagikan :

SEMARANG - Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu daerah tujuan tertinggi perjalanan libur Natal 2022 dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Diprediksi 8,7 juta orang akan menuju Jawa Tengah dengan daerah asal perjalanan terbanyak dari Jabodetabek. 

Saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Candi 2022, Senin (19/12/2022), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menekankan perlunya langkah antisipasi kerawanan di tempat-tempat tujuan wisata. Pihaknya mengamati, meski belum masuk libur Nataru, tempat tujuan wisata di Jawa Tengah sudah padat. 

"Sekarang ini yang perlu diantisipasi tempat-tempat wisata, karena sebelum hari besar saja, hanya hari-hari libur saja, tempat-tempat wisata sudah cukup ramai," jelasnya saat rakor di Hotel MG Setos tersebut. 

Jalur wisata yang rawan macet dan rawan bencana, lanjutnya, juga harus diantisipasi. Apabila masih ada pekerjaan jalan, bisa dihentikan sementara dan disertai rambu-rambu peringatan. Pada jalur yang rawan bencana, seperti longsor, Sekda meminta dinas terkait agar menyiapkan alat berat. 

"Jateng (Jawa Tengah) sekarang ini memang risiko-risikonya seperti tanah longsor dan sebagainya. Jadi jalan-jalan yang menjadi jalur-jalur yang dilalui, perlu diantisipasi bersama. Kesiapsiagaan dari alat untuk membuat jalur lancar, untuk mengevakuasi kondisi-kondisi longsor dan sebagainya, mohon disiapkan," pesannya 

Selain mengantisipasi kerawanan di tempat wisata, Sekda juga mengingatkan TNI/ POLRI untuk menggandeng stakeholder lainnya. TNI/POLRI perlu bekerja sama dengan FKUB dan Dewan Gereja, untuk fokus melakukan pengamanan di gereja. 

Terkait persoalan pangan, Sekda menyampaikan, dari sisi ketersediaan pasokan dan harga, saat ini kondisinya masih relatif aman. "Bicara masalah kesediaan pangan, kita bicara masalah distribusi. Tentu saja kami mohon teman-teman dari OPD Provinsi Jateng, maupun kabupaten/ kota untuk selalu memantau ketersediaan, maupun kaitannya dengan harga." 

Terlepas dari persiapan Nataru, guna memantau inflasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota sedang memang gencar melakukan pemantauan ketersediaan dan harga komoditas bahan pangan. 

"Ini sudah kita lakukan bersama. Setiap minggu kita memantau kaitannya dengan inflasi. Tentu saja kondisi-kondisi ini dalam Nataru akan ada kenaikan-kenaikan," pungkasnya


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu